Rabu, 09 November 2016

Kesan Mendalam dari Peserta Kirab Resolusi Jihad NU

Jakarta, Bupati Tegal. Kirab Resolusi Jihad NU 2016 yang dimulai dari Banyuwangi pada 13 Oktober berakhir di Jakarta 22 Oktober lalu. Perjalanan selama 10 hari ini menempuh jarak 2000 kilometer, mengunjungi lima provinsi, 40 kabupaten/kota, 20 pondok pesantren, dan berziarah di sedikitnya 30 makam ulama.

Kesan Mendalam dari Peserta Kirab Resolusi Jihad NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesan Mendalam dari Peserta Kirab Resolusi Jihad NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesan Mendalam dari Peserta Kirab Resolusi Jihad NU

Perjalanan kirab selain mendapat sambutan antusias dari masyarakat, juga menyisakan kesan mendalam di benak para peserta kirab. Akrimna Fuad (22), misalnya, ia mengatakan pengalaman yang paling berkesan adalah saat ia membacakan Ikrar Santri di depan lebih dari 2000 orang yang berkumpul di Alun-alun Kecamatan Majenang, Cilacap, Rabu 19 Oktober 2016.

“Sebagai putra daerah tentu saya sangat bangga,” kata anak muda kelahiran Cilacap, yang juga Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama.

Lulusan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jurusan Hukum Tata Negara itu juga bertugas membawa panji tanda kebesaran (Pataka) NU dari Jogjakarta sampai Bandung. Setiba di Bandung, Akrima bertugas menyerahkan bendera pataka kepada PWNU Jawa Barat.

Kesan mendalam juga dirasakan oleh Elis Susiyani (21). Dihubungi Bupati Tegal melalui pesan watshapp, mahasiswi Jurusan Psikologi Universitas Esa Unggul Jakarta, ini mengatakan, “Perjalanan kirab sudah berkahir. Namun tak mengakhiri langkah dan semangat untuk tetap berjihad. Jihad kami bukan dengan perang menebar kebencian melainkan memenangkan perdamaian.”

Bupati Tegal

Lebih lanjut Elis menulis, “Kami tak peduli sejauh mana kaki kami melangkah. Kami tak perduli sepanas apa sinar matahari. Dan kami tak peduli sedingin apa ketika hujan turun membasahi tubuh ini.?

Karena kami peduli tanah Indonesia ini didirikan bukan karena hadiah melainkan dari para pejuang fisabilillah. Kelak akan hadir pejuang-pejuang bukan dengan peperangan melainkan dengan hati, iman dan ilmu mereka. Merekalah para santri!”

Senada dengan Akrimna dan Elis, Siti Nur Samsiyah (23), alumni Manajemen Pendidikan UIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta, mengungkapkan, “Perjalanan spiritual ini banyak mendidik saya untuk hidup tidak jauh-jauh dari Abah Kiai dan Ibu Nyai. Saya sangat terharu setiap kali melewati wilayah yang dipadati ratusan santri, guru dan anak-anak kecil.”

Selanjutnya, gadis yang akrab disapa Samsy itu berharap kreativitas santri di daerah dalam ragam seni tampaknya perlu diapresiasi oleh pemerintah pusat.

Bupati Tegal

Keterangan foto: Akrimna Fuad saat membacakan Ikrar Santri pada upacara ? penyambutan Kirab Resolusi Jihad 2016 oleh PCNU Cilacap di Lapangan Kecamatan Majenang, Cilacap Jawa Tengah, Rabu 19 Oktober 2016. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Ubudiyah, Sholawat, Budaya Bupati Tegal

Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Kesan Mendalam dari Peserta Kirab Resolusi Jihad NU di Bupati Tegal - Kabupaten tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock