Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

Katib Syuriyah PBNU Hadiri Perpisahan Kelas Internasional STAINU di Rabat

Rabat,Bupati Tegal. Program Mahasiswa Kelas Internasional mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAINU) Jakarta di Universitas Ibnu Tufail Kenitra berakhir. Setelah 11 bulan menimba ilmu di kampus itu, mereka harus kembali ke tanah air.  

Katib Syuriyah PBNU Hadiri Perpisahan Kelas Internasional STAINU di Rabat (Sumber Gambar : Nu Online)
Katib Syuriyah PBNU Hadiri Perpisahan Kelas Internasional STAINU di Rabat (Sumber Gambar : Nu Online)

Katib Syuriyah PBNU Hadiri Perpisahan Kelas Internasional STAINU di Rabat

Perpisahan program tersebut digelar di Griya Mahasiswa Kenitra pada Kamis malam 11 Desember 2014. Pada kesempatan itu, hadir Katib Syuriah PBNU KH Mujib Qulyub, H. Husnul Amal Mas’ud dan Prabowo Wiratmoko Jati mewakili Dewan Mustasyar PCINU. Hadir pula perwakilan KBRI, anggota PPI Maroko serta beberapa warga Maroko.

Kia Mujib yang juga Ketua Badan Pengawas Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama mengatakan bahwa Maroko merupakan salah satu pusat keilmuan Islam. Hal itu ditunjukkan dengan banyaknya literatur- keislaman.

Bupati Tegal

Di negara Maroko pula, tambah dia, tempat lahirnya para cendekiawan islam yang menyebarkan Islam hingga ke berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia. “Di Indonesia ada beberapa kuburan yang tidak diketahui identitas jelasnya. Tetapi di nama-nama, di batu nisannya bertuliskan maghribi yang berarti berasal dari Maroko”.

Bupati Tegal

Ia berpandangan, tidak menutup kemungkinan, corak keislaman Indonesia memang sebagian dibawa oleh ulama Maroko.

Ketua rombongan mahasiswa STAINU Ooz Fauzi menyampaikan permohonan maaf dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah turut membantu dan melancarkan kegiatan tersebut.

Ia mengutip adagium yang sudah masyhur di Maroko “idza kunta fil maghrib fala tastaghrib”. Apabila kamu berada di maghrib (Maroko) maka janganlah kamu terheran-heran (dengan apa yang terjadi di sini). “Seyogyanya kita (kawan-kawan STAINU) agar mengambil segala hal yang baik dari Maroko dan membuang hal-hal yang tidak baik dari sini,” ujarnya.

Sementara Abdul Karim Jariri, ustadz di Maroko, menutup doa perpishan itu. Ia mengaku senang berinteraksi dengan para mahasiswa yang belajar di Maroko. (Fairuz Ainun Naim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Aswaja, Ubudiyah, Bahtsul Masail Bupati Tegal

Sabtu, 10 Februari 2018

Apel Ribuan Anggota Banser Batang Diwarnai Sejumlah Atraksi

Batang, Bupati Tegal. Menyambut Harlah Gerakan Pemuda Ansor ke-81 Tahun 2015, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Batang menyelenggarakan kegiatan Apel Banser. Kegiatan yang dilaksanakan di Tanah Wakaf Warga NU Batang di Desa Clapar Kecamatan Subah tersebut diikuti oleh jajaran pengurus Ansor dan ribuan anggota banser serta 200 anggota Fatayat Serbaguna (Fatser).

Apel Ribuan Anggota Banser Batang Diwarnai Sejumlah Atraksi (Sumber Gambar : Nu Online)
Apel Ribuan Anggota Banser Batang Diwarnai Sejumlah Atraksi (Sumber Gambar : Nu Online)

Apel Ribuan Anggota Banser Batang Diwarnai Sejumlah Atraksi

Hadir dalam acara yang digelar akhir pekan (9/5) tersebut Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor Yaqut Kholil, Kasatkornas Banser Alfa Isnaeni, PW GP Ansor Jateng beserta Kasatkorwil, Jajaran Muspida dan Muspika se-Kabupaten Batang, anggota DPRD, pengurus PCNU Batang, perwakilan Badan Otonom dan Lembaga NU, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta berbagai tamu undangan lainnya. Bertugas sebagai pimpinan apel, sahabat Casmito dari Satkoryon Banser Gringsing.

Menurut penuturan ketua panitia penyelenggara, Mahfud Syaefudin, kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan harlah yang keempat. Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut menyukseskan kegiatan tersebut, khususnya kepada ribuan anggota Banser yang nampak begitu kompak.

Bupati Tegal

Ketua GP. Ansor Kabupaten Batang, Umar Abdul Jabar dalam sambutannya menyampaikan bahwa Banser merupakan garda depan sekaligus benteng ulama dan umaro. Maka menjaga Pancasila dan keutuhan NKRI adalah harga mati. Karena itulah mental dan fisik harus disiapkan, terlebih dengan maraknya gerakan ISIS saat ini.

Bupati Tegal

Berbagai atraksi juga disuguhkan dalam kegiatan ini. Di antaranya adalah unjuk kekebalan tubuh, seni beladiri, berkendara dengan tutup kepala, Parkour dan Capuera yang merupakan olahraga tren budaya Brasil juga tampak apik ditampilkan oleh sahabat-sahabat Banser.

“Dalam acara ini sekaligus pemberian hadiah pada lomba voli, Simtuddurar dan akreditasi antar PAC,” imbuhnya.

Kasatkornas Banser, Sahabat Alfa Isnaeni dalam paparannya menyampaikan bahwa sahabat-sahabat Banser tidak perlu minder karena kesan kampungan dan lain sebagainya yang menyudutkan. Perlu diketahui bersama bahwa saat ini banyak dari kalangan Pejabat, Pengusaha, Anggota legislatif, Anggota TNI/Polri ikut menjadi Anggota Ansor dan Banser.

Rais Syuriah PCNU Batang, KH Abdul Manap juga mengimbau bahwa Banser harus menggandeng TNI dan Polri untuk bersama-sama menjaga keutuhan NKRI. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pendidikan, Nusantara, Ubudiyah Bupati Tegal

Kamis, 08 Februari 2018

Ansor Gelar Latihan Bersama Badan SAR Nasional

Jakarta, Bupati Tegal. Banyaknya bencana alam yang datang secara beruntun menggugah kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor Nahdlatul Ulama untuk siap membantu saudara-saudara yang mengalami musibah tersebut. Dalam waktu dekat sejumlah kader Ansor akan mengikuti latihan keterampilan Search and Rescue [SAR] bekerjasama dengan Badan SAR Nasional.

“Badan SAR ini membantu melatih untuk meningkatkan keterampilan tinggi dalam menghadapi bencana alam, sehingga kader Ansor siap pakai dimana saja diterjunkan," kata Kepala Satuan Koordinator Nasional Barisan Ansor Serba Guna (Banser) Tatang Hidayat di Jakarta, Sabtu (10/3).

Ansor Gelar Latihan Bersama Badan SAR Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Gelar Latihan Bersama Badan SAR Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Gelar Latihan Bersama Badan SAR Nasional

Menurut Tatang, pelatihan SAR ini akan diikuti sekitar 2000-an kader Ansor, terutama menghadapi medan-medan berat dan lapangan yang sulit dijangkau. Karena itu, latihan ini sekaligus menjadi tantangan guna meningkatkan kualitas keterampilan dan SDM.

Pada Senin (12/3) mendatang Maret 2007 akan ditandatangani nota kesepahaman (MoU) antara Badan SAR Nasional dan Pengurus Pusat (PP) GP Ansor yang akan dilakukan oleh Ketua Umum GP Ansor, saifullah Yusuf. Penandatangan itu rencananya akan dilaksanakan di Kantor PP Gerakan Pemuda Ansor, Jl Kramat Raya 65 A.

Bukan tidak mungkin pelatihan keterampilan ini akan dilanjutkan ke beberapa daerah. Namun demikian, kata Tatang, semua dilaksanakan secara bertahap agar hasilnya bisa optimal. (gp-ansor.org)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Ubudiyah, Pemurnian Aqidah, Amalan Bupati Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

Pelajar NU Kecamatan Banyuwangi Silaturahim untuk Sosialisasi Organisasi

Banyuwangi,Bupati Tegal

Ketua Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Banyuwangi M. Sholeh Kurniawan dan ketua PAC Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulam (IPPNU) Kecamatan Banyuwangi Fitriyah mengunjungi Masjid Nur Yasin Fatimah di Jalan Nuri, Pakis, Rabu, (7/12). Kedatangan mereka ini dalam rangka silaturahim dan mensosialisasikan organisasi pelajar NU.

Sebelum sosialisasi, mereka mengawali dengan shalat maghrib berjamaah di masjid. Usai shalat, Sholeh dan Fitri langsung mengajak pemuda pemudi untuk memasuki ruangan yang disediakan tamir.

Pelajar NU Kecamatan Banyuwangi Silaturahim untuk Sosialisasi Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Kecamatan Banyuwangi Silaturahim untuk Sosialisasi Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Kecamatan Banyuwangi Silaturahim untuk Sosialisasi Organisasi

Kedatangan mereka disambut antusias pemuda pemudi Pakis hingga puluhan mata terfokus dengan kehadiran pengurus PAC IPNU dan IPPNU Banyuwangi. Diawali dengan Sholeh mengenalkan diri di hadapan puluhan kader-kadernya.

Bupati Tegal

Dalam sambutannya, Sholeh mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari pembina PAC IPNU Banyuwangi periode 2011-2013 Imron Rosyadi.

"Pentingnya terus sambung komunikasi, keterlibatan, bimbingan, dan kepedulian antara senior dengan juniornya sangat dibutuhkan. Hal ini saya merasa bangga karena dengan keterlibatan senior mempermudahkan gerak kelanjutan roda kaderisasi setiap periode di Ranting Pakis khususnya," ungkap Sholeh, pelajar asal Karangrejo melalui siaran pers Kamis (8/12).

Bupati Tegal

Ia menegaskan penyebab utama terjadi kemandegan roda kaderisasi salah satunya adalah putusnya silaturahim dan terhentinya bimbingan antara senior dan juniornya.

"Hal ini banyak terjadi di setiap ranah organisasi. Merasa senior memiliki kedudukan dan penghasilan yang mapan, mereka lupa dengan gerakan kaderisasinya. Tak pelak, kaderisasi di setiap elemen terhenti," pungkas pemuda berkacamata.

Di lain itu, ketua PAC IPPNU Fitriyah menegaskan, kami sebagai pengurus inti pimpinan anak cabang akan bertekad fokus untuk perawatan kader.

"Selama ini seringkali setelah kita mengadakan beberapa sosialisasi, kader langsung ditinggal. Pengurus di atasnya malas mengadakan turun ke bawah untuk memantau dan merawat dengan kader-kader barunya. Akhirnya putaran jalannya roda kaderisasi terseok-seok," papar Fitriyah di hadapan puluhan kader-kader barunya.

Ia bertekad untuk terus mengawal dan mengembangkan potensi minat bakat yang dimiliki kader-kadernya. Tak ketinggalan usai pelaksanaan Makesta nanti, dia bertekad mengawal administrasi Surat Keputusan (SK) sebagai legalitas perjuangan mereka di IPNU dan IPPNU.

Sebelum acara berakhir, atas nama pembina Imron Rosyadi, memberikan motivasi dengan beberapa contoh figur publik yang telah sukses karir dan bisnisnya berawal mereka menjalani proses di IPNU dan IPPNU ketika masih muda.

"Jangan ragu! ketika kalian berproses di IPNU dan IPPNU semua pasti memberikan keberkahan. Pasti!" tegas pemuda yang saat ini bertugas di salah satu bank ternama. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Ubudiyah, News Bupati Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

Korespondensi KH Hasyim Asyari dan Syekh Al-Husaini Usai Tegur Jepang

Perjuangan mengusir penjajah dilakukan oleh seluruh komponen bangsa Indonesia dengan perjuangan yang menguras keringat, darah, dan nyawa. Hembusan angin segar kemerdekaan beberapa kali didapat bangsa Indonesia kala Jepang kalah perang dan menyerah kepada pasukan sekutu.

Namun, bangsa Indonesia, khususnya para kiai pesantren penggerak kemerdekaan seperti KH Muhammad Hasyim Asy’ari (1871-1947) tidak mau terbuai dengan janji kemerdekaan yang sempat dilontarkan pihak Jepang. Baginya, hal itu menjadi satu bagian diplomasi setelah sekian lama bangsa Indonesia hidup dalam kungkungan penjajahan.

Korespondensi KH Hasyim Asyari dan Syekh Al-Husaini Usai Tegur Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)
Korespondensi KH Hasyim Asyari dan Syekh Al-Husaini Usai Tegur Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)

Korespondensi KH Hasyim Asyari dan Syekh Al-Husaini Usai Tegur Jepang

Perjuangan KH Hasyim Asy’ari beserta anaknya KH Abdul Wahid Hasyim dan para ulama pesantren tidak hanya memperkuat spiritualitas, tetapi juga menanamkan cinta tanah air dan spirit nasionalisme yang tinggi. Sebab itu, setelah Kiai Hasyim ditunjuk oleh Jepang untuk memimpin Kantor Jawatan Agama (Shumubu, Kementerian Agama, red)) yang dijalankan oleh Kiai Wahid Hasyim, mereka berupaya mendirikan Kantor Jawatan Agama yang berlokasi di daerah-daerah (Shumuka) yang dipimpin oleh seorang Shumuka-cho.

Visi Kiai Wahid Hasyim tidak lain untuk memperkuat konsolidasi urusan-urusan agama di daerah untuk keperluan perjuangan bangsa Indonesia secara umum. Sebelumnya, Kiai Wahid memang melakukan diplomasi dengan Jepang untuk mendirikan Shumuka meskipun pada awalnya berdiri di Jawa dan Madura.

Setelah potensi umat Islam terbina dengan baik melalui jalur Masyumi, Hizbullah, Shumubu, dan Shumuka, Kiai Wahid Hasyim kembali memusatkan perhatiannya pada janji kemerdekaan yang dipidatokan oleh Perdana Menteri Jepang Kunaiki Koiso pada 7 September 1944. (Choirul Anam, 2010)

Bupati Tegal

Janji kekaisaran Jepang untuk memerdekakan bangsa Indonesia memang menarik perhatian bukan hanya di tanah air, tetapi masyarakat dunia Islam, khususnya Syekh Muhammad Al-Amin Al-Husaini. Sampai pada 3 Oktober 1944, Syekh Al-Amin Al-Husaini yang merupakan pensiunan mufti besar Baitul Muqadas Yerusalem yang juga ketika itu menjabat Ketua Kongres Muslimin se-Dunia mengirim surat teguran kepada Duta Besar Nippon di Jerman, Oshima. Kala itu Syekh Al-Husaini sedang berada di Jerman.

Kawat teguran tersebut berisi imbauan kepada Perdana Manteri Jepang Kuniki Koiso agar secepatnya mengambil keputusan terhadap nasib 60 juta penduduk Indonesia yang 50 juta di antaranya bergama Islam. Kongres Islam se-Dunia menekan Jepang untuk segera mengusahakan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Atas teguran tersebut, Kuniki Koiso berjanji akan mengusahakan kemerdekaan untuk bangsa Indonesia. Jawaban Koiso itu disebarluaskan melalui Majalah Domei. Kawat teguran dari Syekh Al-Amin Al-Husaini tersebut sampai kepada Hadratussyekh Hasyim Asy’ari. Ia selaku Ketua Masyumi menerima tindasan kawat teguran tersebut.

Menyikapi kawat teguran tersebut, Kiai Hasyim Asy’ari yang juga pemimpin tertinggi di Nahdlatul Ulama (NU) merasa perlu mengumpulkan para pengurus Masyumi yang terdiri dari berbagai golongan umat Islam dari sejumlah organisasi pada 12 Oktober 1944. 

Setelah rapat mempelajari sedalam-dalamnya tentang kemerdekaan Indonesia, maka diputuskan untuk menyampaikan sikap Masyumi kepada bala tentara Jepang sebagai berikut:

Bupati Tegal

a) Menyiapkan umat Islam Indonesia supaya cakap dan cukup menerima kemerdekaan Indonesia dan kemerdekaan Agama Islam; b) menggiatkan segenap tenaga umat Islam Indonesia guna mempercepat kemenangan akhir guna menolak tiap-tiap rintangan dan serangan musuh yang dapat mngurungkan datangnya kemerdekaan Indonesia dan kemerdekaan Agama Islam; c) berjuang luhur bersama-sama, lebur bersama-sama dengan Dai Nippon di dalam jalan Allah untuk membinasakan musuh yang dzalim; d) menyampaikan keputusan tersebut pada: 1) Pemerintah Bala Tentara Dai Nippon; dan 2) rakyat (umat Islam) Indonesia.

Selanjutnya, KH Hasyim Asy’ari selaku pemimpin NU dan Masyumi segera membalas kawat tindasan Syekh Muhammad Al-Amin Al-Husaini yang telah membantu bangsa Indonesia dengan menegur Perdana Menteri Jepang Kuniki Koiso. Adapun balasan kawat tindasan sebagai ucapan terima kasih dari KH Hasyim Asy’ari adalah sebagai berikut:

Muhammad Al-Amin Al-Husaini Jerman dengan antara Perdana Menteri Kunaiki Koiso di Tokyo atas perhatian tuan dan seluruh alam Islami tentang janji Indonesia merdeka koma Majelis Syuro Muslimin Indonesia koma atas nama kaum Muslimin se-Indonesia koma menyatakan terima kash titik.





Asyukru walhamdulillah





Guna kepentingan Islam lebih perhebatkan perjuangan koma disamping Dai Nippon sampai kemenangan akhir tercapai koma moga-moga pula perjuangan tuan untuk kemerdekaan negeri Palestina dan negeri-negeri Arab lainnya tercapai titik





Majelis Syura Muslimin Indonesia





Hasyim Asy’ari

(Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Ubudiyah, AlaNu Bupati Tegal

Senin, 29 Januari 2018

Atasi Kerawanan Sosial, Banser Jakbar dan Polri Siap Sinergi

Jakbar, Bupati Tegal - Tingkat kerawanan sosial di Jakarta Barat cukup tinggi terutama yang terkait dengan generasi muda. Banser Jakarta Barat siap bersinergi dengan aparat kepolisian untuk mengatasi masalah tersebut.

Demikian pernyataan Kepala Satuan Koordinasi cabang (Satkorcab) Banser Jakarta Barat Nurhamim pada acara Diklat Terpadu Dasar (DTD) Banser Jakarta Barat di SMK Pariwisata Kembangan Jakarta Barat (8-10/9).

Atasi Kerawanan Sosial, Banser Jakbar dan Polri Siap Sinergi (Sumber Gambar : Nu Online)
Atasi Kerawanan Sosial, Banser Jakbar dan Polri Siap Sinergi (Sumber Gambar : Nu Online)

Atasi Kerawanan Sosial, Banser Jakbar dan Polri Siap Sinergi

Pada kesempatan DTD ini hadir Kasat Intel Polres Jakarta Barat Museni yang mempresentasikan titik kerwanan sosial di Jakarta khususnya Jakarta Barat yang melibatkan generasi muda.

Bupati Tegal

“Banyak anak muda nongkrong tidak jelas tujuannya terlibat tawuran, balapan liar, narkoba dan lain-lain di beberapa titik di Jakbar, terutama malam Ahad. Ini menjadi keprihatinan kita serta membutuhkan partisipasi dan dukungan dari masyarakat untuk mengatasinya termasuk Ansor dan Banser,” kata Museni.

Merespon Kasat Intel Polres Jakbar ini, Ketua GP Ansor Jakbar Al-Fany menyatakan Ansor Jakbar siap bersinergi dengan Polres Jakbar untuk mengatasi masalah-masalah sosial di generasi muda.

Bupati Tegal

“Fokus gerakan Ansor memang pada generasi muda usia 20-40 tahun, karena saat ini Indonesia alami bonus demografi yaitu banyaknya jumlah usia 20-40 tahun yang sesungguhnya merupakan usia produktif. Oleh karena itu, Ansor Jakbar benyak melakukan aktivitas yang melibatkan generasi muda seperti pelatihan kewirausahaan, ziarah ke makam ulama, pengajian Rijalul Ansor, dan lain sebagainya,” kata Alfanny.

DTD Banser Jakbar yang diikuti 60-an peserta juga diikuti belasan satpam dan mahasiswa yang diutus Universitas Indonesia (UI) sebagai bagian dari upaya UI memberikan pengetahuan deteksi dini radikalisme kepada para satpam dan mahasiswa UI.

Ketua Panitia DTD Suheri mengucapkan terima kasih kepada pihak Pembinaan Lingkungan Kampus (UPT PLK) UI yang telah mempercayakan anggotanya untuk dilatih di DTD Banser Jakbar.

DTD Banser Jakbar di SMK Primawisata Kembangan kali ini dihadiri sejumlah instruktur dan narasumber antara lain Ketua PCNU Jakbar KH Fahrurozi, mantan Satkorwil  Banser DKI Jakarta Avianto Muhtadi, mantan Wakil  Ketua GP Ansor DKI Yusuf Kosim, Indra, dan Ibu Vera yang memberikan motivasi kewirausahaan, serta sejumlah pengurus GP Ansor DKI yang ditutup oleh Kapolsek Kembangan Kompol Supriadi yang menjadi inspektur upacara penutupan DTD Banser Jakbar. (Nahraji Zen/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Ubudiyah, Pertandingan Bupati Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

Maulid Nabi atau Maulud Nabi? Ini Penjelasan Kiai Said

Jakarta, Bupati Tegal?

Kelahiran Nabi Muhammad SAW pada tanggal 12 bulan Rabiul Awwal diperingati umat Islam Indonesia dan di negara-negara lain. Istilah kegiatan tersebut, sebagian orang menyebutnya “maulid”. Sebagian lagi “maulud”. Maulid nabi atau maulud nabi? Mana yang benar?

“Dua-duanya benar,” tegas Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj pada peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW di halaman gedung PBNU, Jakarta, Sabtu malam (3/12).?

Maulid Nabi atau Maulud Nabi? Ini Penjelasan Kiai Said (Sumber Gambar : Nu Online)
Maulid Nabi atau Maulud Nabi? Ini Penjelasan Kiai Said (Sumber Gambar : Nu Online)

Maulid Nabi atau Maulud Nabi? Ini Penjelasan Kiai Said

Menurut kiai asal Cirebon, Jawa Barat tersebut, ketika sebagian orang menyebut maulid nabi, berarti yang dihormati adalah hari kelahirannya. Sementara ketika menyebut maulud berarti isim maf’ul. Dengan demikian yang diperingati, dimuliakan adalah bayi yang dilahirkan, yaitu Nabi Muhammad SAW.?

“Dua-duanya boleh,” ungkapnya lagi.?

Sampai berita ini ditulis ceramah Kiai Said masih berlangsung di hadapan hadirin yang memenuhi halaman dan masjid An-Nahdlah. Hadir pada kesempatan tersebut Bendahara Umum PBNU Bina Suhendra, Ketua PBNU H Aizuddin Abdurrahman, Katib Syuriyah KH Nurul Yaqin Ishaq danH Sa’dullah Affandy, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU H Imam Pituduh dan H Andi Najmi, Ketua LD PBNU KH Maman Imanul Haq Faqih, dan lain-lain. (Abdullah Alawi)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal AlaNu, Nahdlatul, Ubudiyah Bupati Tegal

Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock