Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

Rais Aam PBNU: Ayat Perang Tak Relevan Dipakai di Indonesia

Jakarta, Bupati Tegal

Rais Aam PBNU KH Maruf Amin mengatakan bahwa masalah radikalisme sudah merupakan bahaya global. Radikalisme harus ditangkal melalui berbagai cara tak terkecuali di dunia maya yang saat ini sudah menjadi bagian hidup masyarakat khususnya generasi muda.

Ia mengajak kepada seluruh media online untuk bersatu dan serentak menyuarakan konten-konten damai kotra-radikalisme agar masyarakat paham serta dapat menerima konten yang benar dan yang seharusnya mereka terima.

Rais Aam PBNU: Ayat Perang Tak Relevan Dipakai di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam PBNU: Ayat Perang Tak Relevan Dipakai di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam PBNU: Ayat Perang Tak Relevan Dipakai di Indonesia

"Radikalisme dan terorisme berasal dari pemahaman yang keliru khususnya memahami makna jihad," tegas Kiai Maruf yang juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia saat memberikan pengarahan pada peserta Workshop Pencegahan Propaganda Radikal Terorisme didunia Maya Bersama OKP dan Ormas, Rabu (22/3) malam.

Bupati Tegal

Kiai Maruf menjelaskan, jihad bukan hanya perang namun jihad bisa bermakna perbaikan segala aspek seperti sosial, budaya, politik, dan sebagainya. "Banyak ayat Al-Qur’an tentang perang yang dipakai di daerah damai. Indonesia negara damai dan ayat itu tidak berlaku," jelasnya.

Bupati Tegal

Apalagi di Indonesia, sebuah negara yang dibangun di atas kesepakatan dan perjanjian dari berbagai agama dan suku, radikalisme dan terorisme harus dilawan. "Indonesia merupakan darussalam, negara damai yang bukan dalam wilayah perang," tegasnya.

Ia menegaskan, non-Muslim yang sudah membuat kesepakatan dengan Muslim tidak boleh dimusuhi dan dibunuh. Menurutnya, siapa saja membunuh non-Muslim yang sudah sepakat hidup dalam perjanjian maka ia tidak akan mencium bau surga.

Oleh karenanya NU sebagai ormas keagamaan mengedepankan prinsip ukhuwah (kebersamaan) yang ia sebut sebagai tri ukhuwah, yaitu ukhuwah wathaniyyah (kebersamaan dalam bernegara), ukhuwah islamiyyah (kebersamaan dalam agama islam) dan ukhuwah insaniyyah (kebersamaan sesama manusia). (Muhammad Faizin/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Sholawat, Berita, Ahlussunnah Bupati Tegal

Sabtu, 10 Februari 2018

Hikayat Perang Sabil

Perang Sabil berasal dari kalimat jihad fi sabilillah adalah sebutan untuk peperangan melawan musuh yang dianggap memusuhi Islam. Seluruh perang melawan musuh Islam adalah perang sabil termasuk perang Diponegoro di Jawa dan perang Aceh.?

Kisah-kisah perang melawan Belanda di Aceh tertulis dalam hikayat yang dikenal dengan nama Hikayat Perang Sabil atau Hikayat Prang Sabi.?

Di Aceh Hikayat Prang Sabi adalah nama yang diberikan kepada sejumlah teks, baik yang diberi judul Hikayat Perang Sabil maupun tidak, yang isinya membicarakan tentang perang sabil. Hikayat Perang Sabil merupakan karya sastra perang karena memang diciptakan pada masa perang dan memberi semangat kepada para prajurit untuk bertahan melawan musuh.

Hikayat Perang Sabil (Sumber Gambar : Nu Online)
Hikayat Perang Sabil (Sumber Gambar : Nu Online)

Hikayat Perang Sabil

Hikayat dapat dikatakan sebagai sebuah kisah atau cerita naratif yang ditulis dalam bentuk berirama yang bertujuan untuk memberi nasihat dan semangat kepada orang-orang untuk terjun ke medan peperangan melawan orang-orang kafir. Isinya juga mengandung muatan ajaran dan petuah untuk bertakwa kepada Allah.

Berbeda dengan sastra Melayu yang mengenai hikayat sebagai prosa, dalam sastra Aceh hikayat adalah puisi di luar jenis pantun, nasihat, dan kisah. Hikayat ditulis dalam bentuk sajak. Kata hikayat berasal dari bahasa Arab yang artinya cerita, namun ? bagi orang Aceh tidak hanya berisi cerita fiksi belaka, tetapi berisi pula butir-butir yang menyangkut pengajaran moral.

Bupati Tegal

Orang Aceh sangat senang mendengarkan pembacaan hikayat yang sampai pada awal abad 20 merupakan hiburan yang utama. Pembacaan hikayat perang sabil dilakukan sebelum orang maju ke medan pertempuran. Tradisi membaca hikayat sebelum orang terjun ke dalam peperangan adalah tradisi dalam kebudayaan Melayu. Ketika perang melawan Belanda, masyarakat Aceh membaca hikayat perang sabil di dayah-dayah atau pesantren, di meunasah, di rumah, maupun di tempat lain ? sebelum orang pergi berperang.

Bupati Tegal

Sejauh ini baru diketahui dua naskah yang menyebut sumber hikayat perang sabil. Pertama adalah ? naskah dalam Bahasa Aceh tertulis pada 11 Syaban 1122H ? (5 Oktober 1710) yang tersimpan di Perpustakaan Universitas Negeri Leiden Belanda. Meskipun nama pengarangnya tidak tercantum di dalam naskah hikayat perang sabil yang tertua itu, penggubahnya menyebutkan karangan yang disusunnya itu bersumber pada sebuah kitab berjudul Mukhtasar MuthiriI-gharam. Pengarang juga menyebutkan bahwa ? sumber untuk menyusun kitab ini berasal dari Syaikh Ahmad Ibn Musa, yang mungkin sekali adalah penulis kitab Mukhtasar tersebut di atas.?

Sumber yang kedua adalah hikayat perang sabil yang juga tertulis dalam Bahasa Aceh pada tahun 1834, beberapa puluh tahun sebelum pecahnya perang melawan Belanda pada tahun 1873. Meskipun nama pengarang juga tidak tersebut dalam naskah, namun penggubah hikayat ini menyebutkan bahwa sumbernya berasal dari kitab karangan ulama besar Syaikh Abdussamad al-Palimbani yang pada awal tahun 1760-an bertempat tinggal di Mekah. Syaikh Abdussamad al-Palimbani menulis berbagai kitab di Mekah. Salah satu di antaranya adalah Nasihat al-Muslimin atau lengkapnya Nasihat al-Muslimin wa Tadhkirat al-Muminin fi Fadhail al-Jihad fi Sabilillah wa-Karamat al-Mujahidin fi Sabilillah.

Dari segi genre atau jenis, Hikayat Perang Sabil mempunyai dua genre, yakni tambeh dan epos. Hikayat Prang Sabil bergenre tambeh kebanyakan ditulis oleh para ulama yang berisi nasihat, ajakan, dan seruan untuk terjun ke medan jihad fi sabilillah, menegakkan agama Allah dari rongrongan kafir demi mendapatkan imbalan pahala yang besar.

Hikayat Perang Sabil berjudul Hadzihi Qishshah Nafsiyyah yang merupakan saduran dari risalah ? Abdus Samad al-Palimbani ? berjudul Nashihatul Muslimin tersebut di atas adalah hikayat yang bergenre tambeh. Sedangkan hikayat berjudul Hikayat Prang Sabi adalah karya Teungku Chik Pante Kulu yang ditulis atas perintah kakaknya. Diduga yang dimaksud dengan kakaknya tersebut adalah Teungku Cik Ditiro karena pada tahun 1881 ia diangkat menjadi panglima perang sabilillah, sedangkan Teungku Chik Pante Kulu sendiri merupakan tangan kanannya.

Sedangkan yang bergenre epos adalah hikayat yang melukiskan peristiwa perang yang berlangsung di berbagai tempat di Aceh. Hikayat ini menggambarkan keberanian dan keperkasaan perlawanan para pejuang Aceh hingga tewas sebagai syuhada.?

Kisah-kisah kepahlawanan itu lalu dikisahkan dalam bentuk epos, seperti Hikayat Prang Sigli (1878), Hikayat Prang Geudong (1898), dan lain-lain. Dalam hikayat-hikayat perang yang terdapat di Aceh ini dikisahkan bahwa mati dalam berperang melawan Belanda yang dianggap kaphe (kafir) adalah mati syahid dan orang yang syahid akan diampuni segala dosanya serta dimasukkan oleh Allah ke dalam surga.

Dari segi isi, hikayat-hikayat perang sabil dapat dibagi dalam tiga kategori, yaitu: pertama, yang berisi anjuran untuk berperang sabil dengan menunjukkan pahala, keuntungan, dan kebahagiaan yang akan diraih. Kedua, yang berisi berita mengenai tokoh atau keadaan perang di suatu tempat yang patut disampaikan kepada masyarakat agar mendorong semangat orang-orang muslimin yang sedang berjihad. Ketiga, yang mencakup kedua kategori yang tersebut di atas. (Sumber: Ensiklopedi NU)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Berita, Nusantara, Daerah Bupati Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

Habib Luthfi: Shalawat Dapat Mendinginkan Suhu Politik

Brebes, Bupati Tegal. Rais Aam Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah (Jatman) Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Yahya Pekalongan memandang shalawat bisa mendinginkan suhu politik Indonesia yang mulai memanas.

Habib Luthfi: Shalawat Dapat Mendinginkan Suhu Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi: Shalawat Dapat Mendinginkan Suhu Politik (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi: Shalawat Dapat Mendinginkan Suhu Politik

Menurut Habib Luthfi, tetesan shalawat membuat bumi subur. Bumi yang subur dalam artian tidak ada gejolak apapun. “Daerah yang mudah tawuran, jadi kondusif. Gunung batuk-batuk tidak lagi meletus,” katanya saat ceramah pada Brebes Bersholawat di Kelurahan Pasarbatang Brebes, Kamis (24/4) malam.

Ibarat mobil, kata Habib Luthfi, harus ada pendingin yang berfungsi untuk menstabilkan kondisi mesin. Maka dalam segala suasana dan acara apapun harus digalakan shalawatan. Di dalam jamaah shalawat ada tali silaturahmi.

Bupati Tegal

Ia mengimbau, jangan sampai, masyarakat mudah dipecah belah hanya gara-gara persoalan politik. Beda pandangan dalam dukung mendukung calon presiden, jangan sampai membikin runyam. “Kita harus bersatu dalam satu barisan jamaah shalat. shalat kita pasti diterima bila dikerjakan berjamaah. Begitupun dalam menegakan NKRI harus merekatkan persatuan dan kesatuan.”

Bupati Tegal

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti yang hadir pada kesempatan itu untuk menguatkan masyarakat dalam  satu nusa, satu bangsa, satu bahasa untuk Indonesia Pusaka, meskipun berbeda pandangan, kepentingan, dan latar belakang.

“Kesadaran dan tanggung jawab perlu diciptakan dengan komunikasi yang harmonis dalam suasana saling menghargai demi kemaslahatan umat. Upaya provokasi dari berbagai pihak yang tidak bertanggung jawab, harus kita waspadai,” tandasnya.

Ketua panitia Teguh Iman Santoso menjelaskan, kegiatan Brebes Bersholawat digelar setiap tahun dengan menghadirkan Habib Lutfi dan puluhan Habib Brebes, Tegal, dan Slawi.

Turut berceramah pada kesempatan itu pengasuh Pondok Pesantren Assalafiyah Luwungragi Brebes KH Subkhan Makmun dan Mubalig Kocak H Dirjo Abdul Hadi. Tampak hadir para Kepala SKPD, ulama, tokoh masyarakat Brebes serta ribuan pengunjung. (Wasdiun/Abdullah Alawi)  

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal RMI NU, Berita Bupati Tegal

Sabtu, 27 Januari 2018

Setelah Tentara Menempeleng Sufi

Sejarah ulama-ulama sufi ternama periode klasik menyimpan dengan baik nama Syekh Abu Ishaq Ibrahim bin Adham. Kepribadiannya dipuji banyak kalangan lantaran sikap zuhud dan tawaduknya.

Siapa tak takjub, ketika jabatan elit sebagai Raja Balkh (Iran) ia tinggalkan demi kehidupan serba sederhana di jalan tasawuf. Kisah Syekh Ibrahim bin Adham sering terekam dalam sumber-sumber Arab dan Persia, seperti Imam Bukhari dan lainnya., sebagai tokoh sufi yang pernah bertemu dengan Nabi Khidzir.

Salah satu inspirasi yang dapat ditimba dari Syekh Ibrahim bin Adham adalah peristiwa di gurun pasir yang lapang. Dalam sebuah perjalanan, Syekh Ibrahim mendadak dihampiri seorang tentara berwatak kasar.

Setelah Tentara Menempeleng Sufi (Sumber Gambar : Nu Online)
Setelah Tentara Menempeleng Sufi (Sumber Gambar : Nu Online)

Setelah Tentara Menempeleng Sufi

”Dimana kampung yang paling damai?” tanya tentara itu.

Syekh Ibrahim menjawab dengan isyarat telunjuk yang mengarah ke lokasi pemakaman. Tak puas dengan jawaban ini, si tentara pun menghantamkan kepalan tangannya tepat ke arah kepala Syekh Ibrahim. Aksi tentara itu berhenti setelah mengetahui bahwa yang ia pukul adalah Syekh Abu Ishaq Ibrahim bin Adham, tokoh sufi dari Khurasan.

”Maafkan kekhilafan saya, wahai Syekh.”

”Saat kamu memukulku, aku berdoa kepada Allah agar memasukanmu kedalam surga,”

Bupati Tegal

“Mengapa?”

”Aku tahu bahwa aku akan memperoleh pahala karena pukulanmu. Aku tidak ingin nasibku menjadi baik dengan kerugianmu, dan perhitungan amalmu menjadi buruk karena diriku.”

Akhlak Syekh Ibrahim bin Adham seketika melelehkan hati batu si tentara. Cara Syekh Ibrahim menasihati dan ketulusannya menerima risiko menyadarkannya untuk lebih serius dalam mencari kebenaran. (Mahbib Khoiron)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Berita Bupati Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

IPNU-IPPNU Universitas Jember Gelar Makesta

Jember, Bupati Tegal. Dalam rangka penggodokan kader-kader NU, Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) IPNU-IPPNU Universitas Jember menggelar Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) “Pendidikan Aswaja” selama tiga hari di kompleks pesantren Nuris, Jl. Sarangan, Antirogo, Jember.?

Pembukaan Makesta yang diikuti 42 peserta tersebut dilakukan oleh Ketua Bagian Minat dan Bakat PW. IPNU Jawa Timur, Indra Subiyantoro, Jum’at sore (15/2).?

IPNU-IPPNU Universitas Jember Gelar Makesta (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Universitas Jember Gelar Makesta (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Universitas Jember Gelar Makesta

Dalam sambutannya, Indra menegaskan pentingnya anggota IPNU-IPPNU mendalami dan memahami soal ke-NU-an. Sebagai generasi penerus NU, anggota IPNU-IPPNU dituntut untuk mensosialisasikan sekaligus membentengi ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah.?

Bupati Tegal

“Karena itu, adik-adik sekalian harus paham dulu dan kuat dulu pondasinya,” tukas Indra.

Bupati Tegal

Indra mewanti-wanti anggota IPNU-IPPNU agar jeli dalam membaca perkembangan zaman, termasuk perkembangan ideologi. Saat ini, katanya, ideologi dan aliran baru tengah marak di kampus-kampus. Aliran-aliran tersebut bertentangan dengan ajaran Aswaja, sehingga perlu disikapi dengan hati-hati dan bijaksana.?

“Dan ini (Makesta) cukup bagus untuk pembekalan untuk menyikapi aliran-aliran yang menyimpang. Karena itu saya, mengapresiasi kegiatan ini,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua IPNU PKPT Universitas Jember, Ahmad Ainun Najib menyatakan bahwa kegiatan Makesta tak ubahnya bagai ajang penggemblengan para kader NU.?

“Mereka digembleng dan dibiasakan menjadi NU yang baik. Menjadi NU yang baik, pasti menjadi warga negara Indonesia yang baik pula,” tuturnya kepada Bupati Tegal.

Dalam jadwal yang dirilis panitia, ada sejumlah nara sumber yang dihadirkan, misalnya Prof Dr H Muhamamd Sholeh, SE (etos kerja), H Afton ILman Huda (keorganisasian), Idrus Ramli (gerakan islamisme di Indonesia) dan KH Muhyiddin Abdusshomad (pengajian kitab kuning).

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Aryudi A Razaq

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal PonPes, Habib, Berita Bupati Tegal

Senin, 22 Januari 2018

NU CARE LAZISNU Jombang Luncurkan Koin Peduli

Jombang, Bupati Tegal



NU Care Lazisnu Jombang melakukan konsolidasi organisasi untuk memenuhi target penyaluran ZIS selama Ramadhan sebesar 600 juta atau naik 300 persen dibanding tahun sebelumnya. Untuk tujuan itu, NU Care LAZISNU Jombang meluncurkan Gerakan Koin Peduli di TPQ Al Ishlah Desa Jombok, Kecamataan Kesamben, Sabtu ( 19/5).

NU CARE LAZISNU Jombang Luncurkan Koin Peduli (Sumber Gambar : Nu Online)
NU CARE LAZISNU Jombang Luncurkan Koin Peduli (Sumber Gambar : Nu Online)

NU CARE LAZISNU Jombang Luncurkan Koin Peduli

Pengurus UPZIS PRNU Desa Jombok Nur Khojin mengatakan, peluncuran Koin Peduli merupakan bukti kesungguhan warga NU untuk menyalurkan Zakat Infaq Sedekah (ZIS) melalui lembaga NU.?

"Untuk tahap awal kami siapkan 100 kaleng koin, dan segera kita kabarkan keberadaan UPZIS PRNU Desa Jombok ke takmir mushala dan masjid. Dengan harapan mereka akan bersinergi dengan kami," tutur Khojin.

Ketua NU Care LAZISNU Jombang Didin A Sholahudin menambahkan, upaya pencatatan muzakki dan munfiq menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan di Ramadhan 1438 H ini.?

Ia juga meminta pengurus LAZISNU PCNU Jombang untuk terus menerus bisa bekerja secara profesional, akuntabel, dan dapat dipercaya. Dikarenakan kepercayaan merupakan hal penting dalam pengurusan zakat.

Bupati Tegal

"Alasan utama mengapa LAZISNU selalu kalah dalam nilai pentasaruffan dibanding Lembaga Amil Zakat lain, tiadanya pencatatan dan pelaporan dari mushala atau masjid NU yang selama ini menjadi panitia zakat," sesalnya.

Bupati Tegal

Kabid PAIS Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Jatim H. Husnul Maram meminta NU Care LAZISNU Jombang untuk mengoptimalkan potensi zakat yang selama ini tak terhimpun.

? "Sesuai data BAZNAS potensi zakat nasional di tahun 2015 sebesar Rp 286 triliun. Untuk Jatim sekitar 25 trilliun. Tetapi untuk penyalurannya, LAZ dan BAZDA di Jawa Timur tidak sampai 20 Milyar," paparnya.

Turut hadir pula dalam acara tersebut, Kasie Kepenyuluhan Kanwil Kemenag Jatim Abdul Wahid Effendi, Kakankemenag Jombang Abdul Haris, dan sejumlah kader Nahdlatul Ulama. (Syamsul Arifin/Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Berita Bupati Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

MAU WH Jombang Berikan Kiat Sukses Jelang Ujian Nasional

Jombang, Bupati Tegal

Meskipun tidak lagi menjadi satu-satunya penentu kelulusan, keberadaan Ujian Nasional (UN) tetaplah menjadi pertimbangan sejumlah madrasah untuk  menerima siswa baru. Karenanya, Madrasah Aliyah Unggulan Wahab Hasbulloh (MAU WH) Tambakberas Jombang Jawa Timur memberikan pelatihan kepada siswa agar mampu meraih sukses ketika menghadapi UN yang akan digelar dalam waktu dekat.

Kegiatan tersebut bernama Training Motovasi dan Tips Sukses UN 2016 Tingkat SLTP, dan dilaksanakan di aula madrasah. "Dengan kegiatan ini diharapkan para siswa dapat melewati UN dengan baik," kata Faizun Amir, kepala sekolah setempat, Selasa (1/3). Dan selanjutnya mereka yang hadir akan semakin tertarik melanjutkan studi di sekolah kami, lanjutnya.

MAU WH Jombang Berikan Kiat Sukses Jelang Ujian Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
MAU WH Jombang Berikan Kiat Sukses Jelang Ujian Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

MAU WH Jombang Berikan Kiat Sukses Jelang Ujian Nasional

Peserta dibekali masukan dalam menatap dan menata masa depan pada jenjang pendidikan selanjutnya, termasuk memberikan motivasi dan kiat sukses UN. "Ini merupakan kali pertama kegiatan diadakan dan langsung mendapat sambutan luar biasa dari peserta," kata Bapak Faiz, sapaan akrabnya. Dan melihat antusias peserta, tidak menutup kemungkinan jika tahun depan kegiatan serupa akan diadakan lagi, lanjut alumnus pasca sarjana Universitas Islam Malang ini.

Pada kegiatan yang dihadiri sekitar 150 murid dari MTS Plus Bahrul Ulum dan MTsN Tambakberas tersebut, peserta semakin bersemangat dengan paparan Bagus Sulaksono dari Lembaga Bimbingan Belajar Sony Sugema College.

Di kesempatan berbeda, Binti Muslikah yang juga panitia kegiatan mengemukakan bahwa sebenarnya banyak peserta yang berkeinginan mendaftar untuk mengikuti kegiatan ini. "Tapi agar kegiatan berjalan kondusif, sehingga kami batasi kuota hanya 150 siswa baik dari MTs Negeri maupun MTs Plus Barul Ulum," katanya

Bupati Tegal

Training tersebut sebagai tindaklanjut dari program sosialisasi yang diadakan madrasah ini sebulan lalu. Dan acara juga diselingi sejumlah hiburan dari murid MAU WH sembari memberikan semangat bagi peserta yang hadir.

Anaziyatul Maghfiroh dan Nailvira Zahwa, sebagai pengendali suasana menandaskan bahwa para peserta adalah generasi penerus bangsa, yaitu generasi pintar, benar,dan profesional, sebagaimana motto MAU WH. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Syariah, Berita Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock