Kamis, 27 Juli 2017

Dua Alasan Pendidikan Agama Tetap Diajarkan di Sekolah

Jakarta, Bupati Tegal. Pertentangan terkait apakah pelajaran pendidikan agama itu perlu atau tidak diajarkan di sekolah atau kampus terus muncul. Masing-masing memiliki argumentasinya masing-masing. Tapi satu hal yang pasti, sampai saat ini pelajaran agama masih terus diajarkan di sekolah-sekolah.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Kamaruddin Amin mengatakan, tujuan diajarkannya pelajaran pendidikan agama di sekolah ada dua. Pertama, membentuk pribadi yang saleh dan bertakwa kepada Tuhan. 

“Kedua bagaimana (pendidikan agama) bisa menjadi instrumen perekat sosial, memperkuat nasionalisme,” kata Kamaruddin di Hotel Le Meridien Jakarta, Rabu (8/11).

Dua Alasan Pendidikan Agama Tetap Diajarkan di Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Alasan Pendidikan Agama Tetap Diajarkan di Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Alasan Pendidikan Agama Tetap Diajarkan di Sekolah

Ia berpendapat bahwa tujuan-tujuan tersebut sudah terakomodasi dan terfleksikan di dalam konsep kurikulum 2013.   

Meski demikian, dia mengakui untuk mencapai dua tujuan utama diadakannya pelajaran agama di sekolah atau kampus tersebut ada hambatan dan tantangannya. Pertama, kekurangan guru yang profesional dan berkualitas. Untuk menerjemahkan visi pendidikan agama di sekolah diperlukan, maka diperlukan guru atau dosen yang benar-benar berkualitas dan kompeten. Bagaimana agama diajarkan sebagai sebagai pembentuk pribadi yang saleh dan menciptakan kesalehan sosial.

Bupati Tegal

“Ini benar-benar menjadi tantangan kita. Kita kekurangan guru agama profesional untuk pendidikan agama itu sekitar dua puluh satu ribu,” tegasnya.

Dia menerangkan, saat ini tidak sedikit guru yang tidak berlatar belakang pendidikan agama menjadi guru agama di sekolah-sekolah.

“Seperti guru biologi mengajarkan agama dan seterusnya,” ucap lulusan Madrasah Aliyah Asadiyah Sengkang itu.

Kedua, waktu yang sedikit. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa pelajaran agama di sekolah itu hanya dua hingga tiga jam seminggi di sekolah. Sedangkan, untuk mendalami pelajaran agama yang mendalam tentu waktu dua hingga tiga jam seminggu itu sangat lah tidak cukup.

Bupati Tegal

Untuk mengatasi tantangan-tantangan itu, saat ini Pendidikan Agama Islam Kemenag RI sedang melakukan pelatihan kepada sepuluh ribu guru agama. Mereka dipersiapkan sebagai upaya untuk mengarusutamakan pemahaman keagamaan yang moderat dan toleran. 

“Kita sudah melakukan upaya-upaya kreatif untuk bisa mengantisipasi potensi penetrasi radikalisme di lingkungan sekolah,” jelasnya. (Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Bahtsul Masail, Pertandingan, Meme Islam Bupati Tegal

Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Dua Alasan Pendidikan Agama Tetap Diajarkan di Sekolah di Bupati Tegal - Kabupaten tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock