Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

Pelajar NU Kudus Siapkan Seleksi Panjang Jelang Lakut

Kudus, Bupati Tegal - Puluhan kader muda Nahdlatul Ulama mengikuti tes penyaringan untuk menjadi peserta Latihan Kader Utama (Lakut) Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU). Tes berlangsung di aula gedung NU Kudus, Jawa Tengah, 16-17 Januari 2015, untuk masing-masing pimpinan anak cabang.

Tes tersebut terdiri dari beberapa tahap, yakni kelengkapan administrasi oleh panitia, tes tertulis tentang ke-NU-an dan ke-IPNU-IPPNU-an, tes makalah tentang gerakan kaum muda NU ke depan yang berhadapan dengan para pengurus harian PC IPNU dan IPPNU Kudus, serta wawancara ihwal organisasi dan paham Ahlussunnah wal Jamaah oleh para dewan alumni pengurus cabang.

Pelajar NU Kudus Siapkan Seleksi Panjang Jelang Lakut (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Kudus Siapkan Seleksi Panjang Jelang Lakut (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Kudus Siapkan Seleksi Panjang Jelang Lakut

Sebelumnya, Pimpinan Cabang telah menggelar pertemuan bersama para pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) dari sembilan kecamatan di Kudus. Pertemuan yang dilaksanakan pada Selasa sore (13/1) di aula gedung NU itu merupakan sosialisasi sekaligus penyamaan persepsi ihwal Lakut.

Bupati Tegal

"Kami harapkan nanti peserta yang didelegasikan memang benar-benar kader yang diseleksi bahkan sejak dari PAC. Dan setelah sampai sini peserta akan diuji dengan tes tertulis, presentasi makalah dan intervew oleh alumni," kata Wakil Ketua bidang Pengkaderan IPNU Kudus, Muhammad Syaroni.

?

"Lakut merupakan tingkat pengkaderan tertinggi. Semua kader dari semua PAC berpeluang bisa ikut. Namun tidak menutup kemungkinan Ketua PAC pun gagal ikut jika ia tidak lulus seleksi sesuai prosedur rekrutmen yang ditentukan oleh cabang," imbuh Muhammad Said, pengurus harian yang lain.

?

Namun tes seleksi ini beda dengan Lakut pada periode sebelumnya. Jika biasanya tes di atas sudah cukup untuk menentukan kader yang berhak menjadi peserta Lakut, kali ini tidak semudah itu. Calon peserta masih harus mengikuti Sekolah Kader Utama (SKU). SKU sendiri terdiri dari dua tahap, yakni tanggal 23 dan 30 bulan ini. Dalam pertemuan dua hari itu akan dipaparkan materi pendahuluan Lakut.

Bupati Tegal

?

Hidayah juga berterima kasih kepada para alumni. "Dukungan dari majelis alumni sebagai tim screening yang senantiasa mendampingi pelaksanaan dari awal hingga nantinya, menjadi semangat bagi SC dan OC. Ini juga yang kami harapkan, agar peserta termotivasi mereka yang telah berpengalaman. Dari screening ini nantinya akan terlihat nilai-nilai hasil tes untuk menjadi calon peserta Lakut," papar Ketua IPPNU Kudus, Futuhal Hidayah.

?

"Babak selanjutnya yakni SKU yang dilaksanakan dua Kali, sehingga nantinya didapatkan data final peserta yang akan mengikuti Lakut ini. Besar harapan kami, kader yang didelegasikan memang punya komitmen menjadi kader utama untuk Kudus. Komitmen yang berasal dari kemauan kuat dari diri sendiri dan bukan formalitas mewakili PAC-nya. InsyaAllah Lakut akan dilaksanakan 4-8 Februari mendatang di desa wisata wonosoco," ungkapnya.(Istahiyyah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pertandingan, Nasional Bupati Tegal

Senin, 29 Januari 2018

Atasi Kerawanan Sosial, Banser Jakbar dan Polri Siap Sinergi

Jakbar, Bupati Tegal - Tingkat kerawanan sosial di Jakarta Barat cukup tinggi terutama yang terkait dengan generasi muda. Banser Jakarta Barat siap bersinergi dengan aparat kepolisian untuk mengatasi masalah tersebut.

Demikian pernyataan Kepala Satuan Koordinasi cabang (Satkorcab) Banser Jakarta Barat Nurhamim pada acara Diklat Terpadu Dasar (DTD) Banser Jakarta Barat di SMK Pariwisata Kembangan Jakarta Barat (8-10/9).

Atasi Kerawanan Sosial, Banser Jakbar dan Polri Siap Sinergi (Sumber Gambar : Nu Online)
Atasi Kerawanan Sosial, Banser Jakbar dan Polri Siap Sinergi (Sumber Gambar : Nu Online)

Atasi Kerawanan Sosial, Banser Jakbar dan Polri Siap Sinergi

Pada kesempatan DTD ini hadir Kasat Intel Polres Jakarta Barat Museni yang mempresentasikan titik kerwanan sosial di Jakarta khususnya Jakarta Barat yang melibatkan generasi muda.

Bupati Tegal

“Banyak anak muda nongkrong tidak jelas tujuannya terlibat tawuran, balapan liar, narkoba dan lain-lain di beberapa titik di Jakbar, terutama malam Ahad. Ini menjadi keprihatinan kita serta membutuhkan partisipasi dan dukungan dari masyarakat untuk mengatasinya termasuk Ansor dan Banser,” kata Museni.

Merespon Kasat Intel Polres Jakbar ini, Ketua GP Ansor Jakbar Al-Fany menyatakan Ansor Jakbar siap bersinergi dengan Polres Jakbar untuk mengatasi masalah-masalah sosial di generasi muda.

Bupati Tegal

“Fokus gerakan Ansor memang pada generasi muda usia 20-40 tahun, karena saat ini Indonesia alami bonus demografi yaitu banyaknya jumlah usia 20-40 tahun yang sesungguhnya merupakan usia produktif. Oleh karena itu, Ansor Jakbar benyak melakukan aktivitas yang melibatkan generasi muda seperti pelatihan kewirausahaan, ziarah ke makam ulama, pengajian Rijalul Ansor, dan lain sebagainya,” kata Alfanny.

DTD Banser Jakbar yang diikuti 60-an peserta juga diikuti belasan satpam dan mahasiswa yang diutus Universitas Indonesia (UI) sebagai bagian dari upaya UI memberikan pengetahuan deteksi dini radikalisme kepada para satpam dan mahasiswa UI.

Ketua Panitia DTD Suheri mengucapkan terima kasih kepada pihak Pembinaan Lingkungan Kampus (UPT PLK) UI yang telah mempercayakan anggotanya untuk dilatih di DTD Banser Jakbar.

DTD Banser Jakbar di SMK Primawisata Kembangan kali ini dihadiri sejumlah instruktur dan narasumber antara lain Ketua PCNU Jakbar KH Fahrurozi, mantan Satkorwil  Banser DKI Jakarta Avianto Muhtadi, mantan Wakil  Ketua GP Ansor DKI Yusuf Kosim, Indra, dan Ibu Vera yang memberikan motivasi kewirausahaan, serta sejumlah pengurus GP Ansor DKI yang ditutup oleh Kapolsek Kembangan Kompol Supriadi yang menjadi inspektur upacara penutupan DTD Banser Jakbar. (Nahraji Zen/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Ubudiyah, Pertandingan Bupati Tegal

Sabtu, 27 Januari 2018

Ziarahi Makam, Siswa Kenang Perjuangan Pendiri

Solo, Bupati Tegal

Ratusan siswa SD, MI dan SMP Ta’mirul Islam Surakarta, Jawa Tengah, mengikuti kegiatan ziarah ke beberapa makam para ulama setempat, akhir pekan kemarin (13/3). Rombongan dengan berjalan kaki berangkat dari kompleks Masjid Tegal Sari Laweyan dengan membawa spanduk bertuliskan “Ziarah Kyai”.

Ziarahi Makam, Siswa Kenang Perjuangan Pendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Ziarahi Makam, Siswa Kenang Perjuangan Pendiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Ziarahi Makam, Siswa Kenang Perjuangan Pendiri

Kegiatan ini dilakukan untuk mendekatkan dan mengenalkan siswa kepada para pendiri sekolah. “Kita ingin mengenalkan kepada para siswa, para pendiri dan tokoh ulama terkemuka yang ada di Kota Solo, seperti KH Ahmad Shofawi, Prof. KH Adnan, Simbah Kiai Umar dan lainnya. Agar mereka dapat mengambil teladan dari para ulama tersebut,” terang koordinator tim Al-Qur’an SD Ta’mirul Islam, Mukhlisin, di sela acara ziarah.

Ditambahkan Mukhlisin, ziarah ini juga sebagai bagian dari tradisi pesantren, di mana sebelum mengikuti prosesi ujian dan khataman, para santri berziarah untuk berdoa kepada Allah agar diberikan kelancaran dan keberkahan.

Bupati Tegal

Rombongan terlebih dahulu berziarah ke makam KH Naharussurur di Kompleks Pondok Pesantren Ta’mirul Islam Tegalsari, setelah itu dilanjutkan ke makam KH Umar Abdul Mannan di Kompleks Pondok Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan.

Lebih lanjut, dikatakan Mukhlisin, kegiatan ziarah sebagai salah satu rangkaian acara khataman Alquran yang akan dilaksanakan, Sabtu (19/3) mendatang.

Bupati Tegal

“Insyallah ada 200 lebih siswa yang akan diwisuda, yakni mereka yang sudah menyelesaikan hafalan bil ghaib juz 1, 27, 28, 29, dan 30,” ungkap dia. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pertandingan, Ahlussunnah Bupati Tegal

Senin, 22 Januari 2018

Ketum PBNU Paparkan Tantangan Indonesia kepada Kader PMII

Jakarta, Bupati Tegal. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menyampaikan sambutan dalam penyelenggaraan Hari Lahir (Harlah) Ke-57 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan peresmian Graha Mahbub Djunaidi, Senin (17/4) di Kantor PB PMII Jalan Salemba Tengah Paseban Jakarta Pusat.

Ketum PBNU Paparkan Tantangan Indonesia kepada Kader PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU Paparkan Tantangan Indonesia kepada Kader PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU Paparkan Tantangan Indonesia kepada Kader PMII

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan ini menerangkan, di setiap zaman tidak akan terlepas oleh adanya tantangan dan hambatan. Memasuki era yang sangat menantang ini, merupakan agenda sebagai warga NU untuk menangkal radikalisme dan paham-paham yang berusaha merongrong Pancasila dan NKRI.

Kiai Said memaparkan, bangsa Indonesia saat ini berada di era yang sangat menantang dan liar, seperti gerakan radikal. Menurutnya, ini tidak kebetulan. ISIS punya agenda global dan ingin masuk ke berbagai belahan dunia.

"Menurut survei yang dirilis Kompas, simpatisan ISIS jumlahnya 4 persen, yang berarti kurang lebih 8 sampai 10 juta," paparnya di hadapan para kader PMII yang memadati Graha Mahbub Djunaidi.

Guru Besar Ilmu Tasawuf ini berharap, dengan adanya tantangan yang dapat memecah belah NKRI, perlu ada penyatuan prinsip. Karena Indonesia salah satu tempat yang aman dan nyaman, serta mudah dimasuki paham-paham transnasional.

Bupati Tegal

"Saya kurang yakin kalau bukan kiai-kiai pesantren yang membentengi negeri ini,” tegas Kiai Said.

Terdapat sisi positif dari para kiai-kiai pesantren yang dapat masyarakat ambil. Kiai mempunyai karakter yang kokoh prinsip dan sikap yang tegas, teguh berpendirian, dan berakhlakul karimah.

Di akhir pidatonya, Kiai Said menyampaikan nilai-nilai yang terkandung dalam Ahlussunnah Wal Jamaah.

"Saya tidak pernah bergeser dari tawasuth (moderat) dan tasamuh (toleran)," paparnya menegaskan.

Bupati Tegal

Selain itu, warga pergerakan harus mampu mengimbangi nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jamaah dengan terwujudnya intelektual yang berkualitas.

"Prinsip tawasuth, tidak akan terwujud bila tidak dibarengi dengan intelektual. Tanpa kecerdasan tidak mungkin tawasuth. Warga NU harus berilmu dan cerdas," tegas diakhir pidatonya.

Sedangkan prinsip tasamuh, tandasnya, warga NU harus toleran dibarengi dengan akhlakul karimah. “Saya yakin bila ber-NU akan bermanfaat," tutupnya. (Robiatul Adawiyah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pertandingan, Doa Bupati Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

Gubernur Jatim: Ekspedisi Islam Nusantara, Pekerjaan Raksasa

Surabaya, Bupati Tegal - Gubernur Jawa Timur Sukarwo mengatakan, ekspedisi Islam Nusantara sangat penting dilakukan untuk mempelajari proses transformasi Islam dan akulturasi budaya yang dilakukan para wali yang membuahkan kebudayan yang luar biasa.

Ia menyampaikan hal itu di gedung Grahadi, Jalan Gubernur Suryo No 7, Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (14/4) ketika menyambut tim Ekspedisi Islam Nusantara dipimpin Wasekjen PBNU H Imam Pituduh yang baru tiba di kota pahlawan tersebut.

Gubernur Jatim: Ekspedisi Islam Nusantara, Pekerjaan Raksasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Gubernur Jatim: Ekspedisi Islam Nusantara, Pekerjaan Raksasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Gubernur Jatim: Ekspedisi Islam Nusantara, Pekerjaan Raksasa

Menurut dia, ekspedisi tersebut merupakan pekerjaan raksasa yang seharusnya bisa menghasilkan bagaimana model lama yang bagus ini menjadi model baru yang lebih bagus. Isinya tidak berubah, tapi kemasannya menjadi menarik terutama untuk anak muda yang telah terjangkit sikap pragmatis dan liberalis.

"Saya sangat memberikan apresiasi, dukungan, agar anak muda ini tidak jenuh dengan pekerjaan ini karena ini membangun tata nilai. Tidak bisa dirasakan sekarang manfaatnya," ungkapnya yang didampingi Wakil Gubernur Jatim H. Safullah Yusuf.

Bupati Tegal

Bupati Tegal

Ia menambahkan pekerjaan raksasa ini bisa jadi dicemooh orang-orang yang pragmatis. "Mengapa harus payah-payah muter kayak gini, tapi orang yang punya pikiran mendalam, ideologis, keagamaan yang kuat, pasti tidak lelah. Ini tidak boleh lelah," tegasnya.

Kepada tim Ekspedisi Islam Nusantara ia meminta setelah berkeliling Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua harus bertemu lagi di ruang-ruang diskusi, bagaimana memperkuat Islam Nusantara dalam keseharian.

Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo ini mengaku mengamati keputusan muktamar di Jombang. Salah satu keputusan penting meletakkan NU sebagai pemegang panji-panji Islam Nusantara.

Subtansi paling mendasar dari muktamar tersebut adalah bagaimana Islam rahmatan lil-alamin yang dijabarkan dengan pengertian Islam Nusantara, Islam sangat akrab, sangat khas yang menyatukan kultur yang tidak merusak agama. Tetapi justru yang membikin kultur menjadi kebersamaan dengan agama Islam.

"Saya kira ini tagline besar," katanya. Ia berharap? Islam model seperti itu menjadi contoh Islam di belahan dunia yang lain. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nasional, Pertandingan Bupati Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Gelar Konferensi, Pelajar NU Kota Yogyakarta Siap Bentuk Anak Cabang

Yogyakarta, Bupati Tegal - Pimpinan Cabang IPNU dan IPNU Kota Yogyakarta melangsungkan konferensi cabang di kompleks Pesantren Al-Munawir Krapyak pada Sabtu-Ahad (26-27/3). Pengurus baru organisasi pelajar NU ini bertekad untuk menghidupkan anak cabang di kecamatan yang ada di Kota Yogyakarta.

Kasi Pembinaan Kepemudaan Kesbang Kota Yogyakarta Husni Eko Prabowo yang turut hadir menyampaikan bahwa IPNU dan IPPNU adalah mitra bagi Pemkot Yogyakarta terutama dalam merespon permasalahan di tingkatan pemuda seperti narkoba dan ancaman ideologi yang mengarah kepada terorisme.

Gelar Konferensi, Pelajar NU Kota Yogyakarta Siap Bentuk Anak Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Konferensi, Pelajar NU Kota Yogyakarta Siap Bentuk Anak Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Konferensi, Pelajar NU Kota Yogyakarta Siap Bentuk Anak Cabang

Konfercab kali ini mengusung tema Hompimpa Alaium Gambreng yang merujuk pada jargon permainan tradisional anak-anak yang kini mulai terlupakan. “Ada filosofi dari permainan ini bahwa pasti ada yang kalah dan menang dalam persaingan, tetapi yang penting adalah bagaimana semua bisa rela legowo dan menerima keputusan bersama siapa yang nantinya memimpin organisasi,” kata Ketua panitia konferensi Saiful Al-Ayyubi.

Tema ini juga megingatkan para kandidat ketua pimpinan cabang untuk senantiasa bersikap adil dan legowo dalam menyikapi suksesi kepemimpinan organisasi. Forum ini memilih Shofwan Hadi sebagai Ketua IPNU Kota Yogyakarta periode 2016-2018. Sidang pemilihan dipimpin oleh Ketua IPNU DI Yogyakarta Nova Andriyanto.

Bupati Tegal

Shofwan berencana untuk fokus pada pembenahan kaderisasi dan struktur. Ia menekankan rencananya pada pembentukan struktur Pimpinan Anak Cabang IPNU di tingkat kecamatan di Kotamadya Yogyakarta dan memperluas jejaring kepada pelajar-pelajar di sekolah umum.

Bupati Tegal

“Ukuran keberhasilan organisasi adalah bagaimana struktur bekerja, maka pembentukan PAC harus jadi target utama IPNU-IPPNU ke depan,” ujar Shofwan.

Sementara Konferensi IPPNU mengamanahkan Wardatul Miskiyah sebagai Ketua IPPNU Kota Yogyakarta periode 2016-2018. Wardatul ditunjuk dalam musayawarah oleh peserta konferensi.

“Konfercab ini adalah momentum mengisi ulang energi bagi semua kader IPNU-IPPNU Kota Yogyakarta untuk melanjutkan perjuangan dan pencapaian yang belum tercapai. Semoga Ketua terpilih IPNU-IPPNU bisa mengemban amanah sebaik-baiknya,” kata Lutfi Ainun Najib, Ketua demisioner IPNU Kota Yogyakarta. (Rifki Fairuz/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Daerah, Pertandingan Bupati Tegal

Sabtu, 23 Desember 2017

Hidangan yang Berlebihan untuk Acara Tahlilan

Assalamu’alaikum wr. wb. Bagaimana hukum upacara kematian (7 harian kematian) yang penyuguhannya atau upacara sangat istimewa sehingga menghabiskan dana yang tidak wajar, sehingga dengan upacara tersebut menyisihkan hutang yang bayarnya memakai harta warisan yang semestinya milik ahli waris. Bisa juga sampai ahli waris tidak dapat warisan karena tersebut. mohon penjabarannya ustad/Kyai. Wassalamualaikum wr. wb. (Syaiful Amri)

Wa’alaikum salam wr. wb

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Setelah kami mencermati pertanyaan Anda maka sebenarnya ada dua hal yang berbeda. Pertama soal tahlilan itu sendiri, kedua soal berlebih-lebihan dalam memberikan penyuguhan kepada orang-orang yang mengikuti tahlilan.

Dua hal ini harus diletakkan pada porsinya masing-masing karena memang keduanya berbeda. Yang pertama, soal status hukum tahlilan jelas sangat dianjurkan. Bahkan Ibnu Taimiyyah sendri yang sering dipersepsikan menolak tahlilan berpendapat bahwa berkumpul bersama-sama untuk berdzikir kepada Allah, mendengarkan Al-Qur`an dan berdoa adalah termasuk amal saleh.

Hidangan yang Berlebihan untuk Acara Tahlilan (Sumber Gambar : Nu Online)
Hidangan yang Berlebihan untuk Acara Tahlilan (Sumber Gambar : Nu Online)

Hidangan yang Berlebihan untuk Acara Tahlilan

Jawaban Ibnu Taimiyah ini merupakan respon tindakan seseorang mengingkari ahl adz-dzikr (orang-orang yang rajin dan tekun berdzikir). Menurut seseorang tadi, model dzikir mereka adalah bid`ah karena mereka memulai dan mengakhiri dzikirnya denga Al-Qur`an, kemudian mendoakan orang-orang muslim baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia, mengumpulkan antara tasbih, tahmid, tahlil, takbir, hauqalah (la hawla wa la quwwata illa billah), dan bershalawat kepada Nabi Muhammad saw. Bagaimana tanggapan Ibnu Taimiyah?

 ?: ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?...... ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Bupati Tegal

“Ibn Taimiyah ditanya tentang seseorang laki-laki yang mengikari ahli dzikir (berjamaah), ia berkata berkata kepada mereka, “Dzikir kalian ini adalah bid’ah, mengeraskan suara yang kalian lakukan juga bid’ah”. Mereka memulai dan mengakhri dzikirnya dengan al-Qur’an. Kemudian mendoakan orang-orang muslimin yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Mereka mengumpulkan antara tasbih, tahmid, tahlil, takbir, hauqalah (laa haula wa laa quwwata illaa billaah) dan bershalawat kepada Nabi SAW.?”…… Lalu Ibn Taimiyah pun menjawab: “Berkumpul bersama-sama untuk berdzikir, mendengarkan al-Qur’an dan memanjatkan doa adalah amal saleh, termasuk bagian dari mendekatkan diri kepada Allah swt (qurbah) dan ibadah yang paling afdal pada setiap waktu. Dalam hadits shahih Nabi SAW, beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah swt memiliki malaikat-malaikat yang selalu bepergian di muka bumi. Apabila mereka menjumpai sekumpulan orang yang berdzikir kepada Allah swt, maka mereka pun memanggil, “Silahkan utarakan hajat kalian”. Imam al-Bukhari menyebutkan dalam hadist ini dan didalamnya terdapat redaksi redaksi, “Kami menemukan mereka mengumandangkan tasbih dan tahmid untuk-Mu” (Ibn Taimiyah, Majmu’ al-Fatawa, Mesir-Dar al-Wafa`, cet ke-3, 1426 H/2005, juz 22, hal. 520).”

Selanjutnya soal status hukum yang kedua, yaitu berlebih-lebihan dalam memberikan jamuan kepada orang yang mengikuti tahlilan. Dalam hal ini jelas tidak diperbolehkan. Kita makan saja kalau berlebih-lebihan tidak diperbolehkan.

Namun sepanjang yang kami ketahui terutama di kalangan warga NU baik di desa maupun di kota, jika ada warga yang meninggal dunia para tetangga dengan suka rela memberikan bantuan kepada keluarga yang ditinggal. Ada yang memberikan beras, uang, makanan, maupun dana.

Bupati Tegal

Bahkan bantuan itu bukan hanya datang pada hari pertama, tetapi bahkan ada yang sampai hari ketujuh. Begitu juga pada saat empat puluh hari, seratus hari, dan seribu hari. Bantuan tersebut mereka berikan secara sukarela sebagai ungkapan bela sungkawa, dan digunakan oleh pihak keluarga yang ditinggal untuk menjamu orang-orang yasinan dan tahlilan dalam rangka mendo`akan orang yang meninggal dunia. Bahkan sering kali, bantuan itu berlebih, dan diberikan kepada fakir miskin di lingkungan sekitar.

Berangkat dari penjelasan di atas maka pada dasarnya persoalan tahlilan dan pemberian jamuan kepada orang yang turut serta dalam tahlilan harus dilihat sebagi dua hal yang berbeda. Tahlilalnya diperbolehkan, namum menjamu orang yang turut serta tahlilan secara berlebihan sehingga memberatkan diri sendiri itu harus dihindari.  Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan, semoga kita bukan termasuk orang berlebih-lebihan.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq, wassalamu’alaikum wr. wb. (Mahbub Ma’afi Ramdlan) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kajian Sunnah, Pertandingan Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock