Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

Dua Pesan dari Sesepuh Buntet Pesantren

Buntet, Bupati Tegal. Sesepuh Pondok Pesantren Buntet KH Nahduddin Royandi Abbas dalam sambutannya pada puncak acara haul almarhumin sesepuh wan Warga Pondok Buntet Pesantren Cirebon, Sabtu (15/4/2017) menyampaikan dua pesan, yakni ikhlas dan jujur.

Dua Pesan dari Sesepuh Buntet Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Pesan dari Sesepuh Buntet Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Pesan dari Sesepuh Buntet Pesantren

“Saya selalu berwasiat kepada pesantren, saya selalu berusaha untuk pesantren, saya selalu sangat mengharapkan agar pesantren supaya tetap ikhlas, jujur,” ujar putra bungsu KH Abbas Abdul Jamil itu.

Kiai yang sejak tahun 1958 tinggal di London, Inggris, itu beralasan bahwa santri harus menjadi contoh.

“Karena kita di pesantren ini menjadi contoh, karena kita di pesantren ini harus bisa dilihat, harus memperlihatkan, harus bisa mencontohkan, bahwa pendidikan pesantren itu dimulai dan dijalankan untuk jujur untuk ikhlas yang sebesar-besarnya,” kata kiai kelahiran 1935 itu.

Hal ini pun disampaikan kepada para alumni yang tergabung dalam Forum Silaturahim Buntet Pesantren Cirebon (Forsila BPC) Jakarta Raya saat sowan kepadanya, Jumat, (14/4/2017).

Bupati Tegal

“Kalau kita ikhlas dan jujur, sebentar saja Indonesia akan makmur,” ujarnya. ( M Syakir Niamillah/Mukafi Niam)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Meme Islam Bupati Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

Wisuda IV, STAINU Jakarta Komit Jaga Tanggung Jawab Nahdliyah

Jakarta, Bupati Tegal. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta menggelar Wisuda IV (Ke-4), Selasa (29/9) di Gedung Sasono Langen Budoyo, TMII, Jakarta Timur. Dengan jumlah total lulusan yang sudah mencapai 1033 orang, Perguruan Tinggi yang berada di bawah naungan PBNU ini akan terus berkomitmen menjaga tanggung jawab Nahdliyah.

Wisuda IV, STAINU Jakarta Komit Jaga Tanggung Jawab Nahdliyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Wisuda IV, STAINU Jakarta Komit Jaga Tanggung Jawab Nahdliyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Wisuda IV, STAINU Jakarta Komit Jaga Tanggung Jawab Nahdliyah

Demikian disampaikan oleh Kepala Badan Pelaksana dan Penyelenggara Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (BP3TNU), Drs KH Mujib Qulyubi, MH saat menyampaikan sambutan di depan 386 wisudawan dan wisudawati, serta para tamu undangan yang memadati Gedung Sasono Langen Budoyo.

“Tanggung jawab Nahdliyah ini akan terus melekat kepada para lulusan STAINU Jakarta dengan selalu memegang teguh dan mengamalkan ajaran-ajaran Aswaja ala NU,” terang pria yang juga menjabat Katib Syuriyah PBNU itu sesaat setelah Ketua STAINU Jakarta, dr H Syahrizal Syarif, MPH, PhD menyampaikan sambutan.

Bupati Tegal

Kiai Mujib juga menegaskan, lulusan STAINU Jakarta jelas statusnya dan jelas sanad kelimuannya. Hal ini ditegaskan dengan hadirnya beberapa pejabat tinggi di lingkungan Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI serta Ketua Umum PBNU beserta jajaran ketua lainnya.

Bupati Tegal

“Hal ini saya sampaikan terkait informasi wisuda ilegal sebuah perguruan tinggi yang tersebar di media beberapa waktu lalu,” jelas mantan Ketua STAINU Jakarta ini.

Dia melanjutkan, sanad kelimuan yang terbangun secara akademik di STAINU Jakarta juga sangat jelas. Karena kelimuan yang berasal dari Hadlratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, pendiri NU, tegas Kiai Mujib, dijamin menyambung hingga kepada Nabi Muhammad saw.

Dalam kegiatan wisuda ini, hadir Ketua Umum PBNU, Prof Dr KH Said Aqil Siroj, Ketua PBNU, KH Abdul Manan Ghani dan Dr H Marsudi Syuhud, serta Wakil Ketua Kopertais I DKI Jakarta, Dr Abdul Wahid Hasyim. Hadir juga menyampaikan orasi ilmiah, Dirjen Pendidikan Islam, Kemenag RI, Prof Dr Kamaruddin Amin, beserta jajaran pejabat Kemenag lainnya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Tegal, Meme Islam, RMI NU Bupati Tegal

Banser Makassar Amankan Pawai Muharram Santri

Makassar, Bupati Tegal. Peringatan Tahun Baru Islam dengan Pawai Muharram yang dilakukan oleh Pesantren Se-Utara Makassar yang dimulai di pesantren MDIA Bontoala (Jl. Lamuru No. 65) mendapatkan pengawalan dari Banser Ansor Makassar, Rabu (14/10).

Kepala Satuan Koordinator Cabang (Satkorcab) Banser Ansor Makassar, Haryono memimpin langsung pengamanan pawai tersebut.

Banser Makassar Amankan Pawai Muharram Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Makassar Amankan Pawai Muharram Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Makassar Amankan Pawai Muharram Santri

Di depan puluhan pasukannya yang berpakaian lengkap, Ono sapaan akrab Haryono memberikan instruksi agar pasukannya betul-betul mengatur dan mengamankan kegiatan tersebut.

Bupati Tegal

"Kita harus menyukseskan kegiatan ini sebagai wujud kecintaan kita terhadap kiai dan pesantren, kita harus memastikan kegiatan ini berjalan aman dan lancar," tegas Mahasiswa Hukum Pascasarjana UMI ini.

Bupati Tegal

Sementara itu untuk memperingati pergantian tahun Hijriyah, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Mataram berkumpul membaca doa akhir tahun menjelang Magrib kemudian dilanjutkan dengan shalat Magrib berjamaah lalu dilanjutkan dengan pembacaan doa awal tahun. 

Setelah dilanjutkan dengan Yasinan bersama hingga diskusi. Keigiatan ini di berikan tema "Alhamdulillah... 1436 H dan Bismillah...1437 H". 

"Kegiatan ini sebagai wujud pelestarian budaya dan tradisi Islam Ahlussunah wal Jamaah," kata Hasan Basri Ketua Ansor Mataram di Aula Kantor PWNU NTB Jl Pendidikan No 6 Mataram (15/10).

Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa Ansor memiliki dua agenda besar dalam waktu dekat yaitu agenda internal dan eksternal. 

Agenda internal menurut Hasan akan dilaksanakannya Konferwil ke VII GP Ansor NTB, prakongres di Surabaya dan kongres di Yogyakarta pada bulan November mendatang. 

Sedangkan secara internal lanjutnya  mantan aktivis PP IPNU ini, Ansor Mataram akan menyambut hari Santri (22 Oktober) dan tanggal 28 Oktober akan menyambut hari Sumpah Pemuda dan gelar doa lintas agama.  

Sementara itu Suaeb Qury Ketua PW GP Ansor NTB berharap agar semua banom NU bersinergi dalam berkegiatan "Semua banom seperti IPNU-IPPNU Fatayat dan lainnya termasuk PMII juga harus senergi dengan Ansor," katanya.

Lebih lanjut Ketum PMII Mataram tahun 2000-2001 ini menyebutkan bahwa generasi Ansor ke depan adalah IPNU-IPPNU maupun PMII saat ini.   

Puluhan pimpinan Ansor dan banom lainnya tampak serius mengikuti agenda satu kali setahun ini. (Rahman Hasanuddin/Hadi/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nahdlatul Ulama, Meme Islam, AlaSantri Bupati Tegal

Selasa, 09 Januari 2018

Banser Pastikan Menjaga Gereja Tidak Mengurangi Sedikit pun Kadar Keimanan

Jakarta, Bupati Tegal. Kepala Satuan Koordinasi Wilayah (Kasatkorwil) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Jawa Timur, HM Syafiq Syauqi menegaskan, Banser sama sekali tidak canggung menjaga gereja, karena pihaknya mengklaim umat Kristiani adalah saudara. 

Menantu Bupati Tuban itu menegaskan, turunnya Banser pada perayaan Natal tahun ini atas permintaan aparat hukum untuk membantu pengamanan. Pihaknya berharap, Natal tahun ini membawa kedamaian dan kebahagiaan untuk semua umat.

Banser Pastikan Menjaga Gereja Tidak Mengurangi Sedikit pun Kadar Keimanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Pastikan Menjaga Gereja Tidak Mengurangi Sedikit pun Kadar Keimanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Pastikan Menjaga Gereja Tidak Mengurangi Sedikit pun Kadar Keimanan

"Menjaga dan mengamankan gereja tidak mengurangi sedikit pun kadar keimanan kita, bahkan memupuk persaudaraan dengan umat Nasrani sebagai sesama anak bangsa," Gus Syafiq dengan tegas.

Di Kabupaten Tuban misalnya, Gerakan Pemuda Ansor mengerahkan ratusan Banser untuk mengamankan perayaan Natal 2017. Mereka ditugaskan di beberapa gereja di dalam kota dan di kecamatan-kecamatan di kabupaten yang sohor dengan sebutan Bumi Wali

Data yang berhasil diterima Bupati Tegal dari Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab) Banser Tuban, Ahmad Syafii, menyebutkan pasukan Banser yang tersebar di gereja-gereja wilayah kota sebanyak dua pleton. Mereka terdiri dafi 70 orang dan ditambah 10 tim intel dari Banser.

Bupati Tegal

"Khusus di kota ada dua pleton Banser. Kalau ditotal yang ikut mengamankan di seluruh kecamatan kurang lebih bih 300 personil," terang Komandan Syafii, Senin (25/12) pagi.

Pengamanan saat Natal, kata Syafii rutin dilakukan setiap tahun. Pimpinan GP Ansor telah menginstruksikan seluruh Banser terjun ke lapangan membantu mengamankan hari raya umat Nasrani ini.

Pihkanya mengklaim, turunnya Banser di kegiatan ini karena mereka dari institusi keamanan di tubuh Nahdlatul Ulama. Untuk itulah pihaknya ikut mengamankan dalam mewujudkan perdamaian dan ketenteraman di bumi pertiwi.

Syafii mengajak msyarakat agar tetap bersatu saling menjaga keutuhan NKRI. Sesama anak bangsa diharapkan bisa menjaga persatuan antar ummat beragama, saling membantu dan tolong menolong demi tercapainya perdamaian dunia.

Bupati Tegal

"Sudah tidak zamannya kita egois ingin menang sendiri," Syafii menandaskan.

Banser Subang Terjunkan 50 Anggota Amankan Natal

Dari Subang, Jawa Barat dilaporkan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Subang siap mengerahkan pasukan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dalam pengamanan Hari Raya Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.

"Sebanyak 50 anggota Banser di Kabupaten Subang kami siapkan dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru," ujar Ketua PC GP Ansor Kabupaten Subang Asep Alamsyah Heridinata usai mengikuti Rakor Lintas Sektoral Operasi Lilin Lodaya Tahun 2017 bersama Polres Subang di Aula Pemda Subang, Kamis (21/12).

Dikatakan, keterlibatan anggota Banser akan ditempatkan di berbagai titik rawan keramaian. 

"Dalam hal ini kami juga koordinasi dengan aparat Kepolisian Resort Subang dalam penempatan anggota Banser tersebut," katanya.

Kapolres Subang, AKBP Muhammad Joni mengapresiasi atas keterlibatan elemen masyarakat dalam pengamanan hari besar.

"Melalui Rakor Linsek Operasi Lilin Lodaya 2017 ini kita tingkatkan sinergi Polri dengan instansi terkait dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman pada Perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018," kata Kapolres.

Hadir dalam Rakor tersebut, Bupati Subang, Imas Aryumningsih, Ketua DPRD Subang, Beni Rudiono dan jajaran Muspida Subang serta beberapa instansi terkait. (Mochamad Nur Rofiq/Ade Mahmudin/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal News, Meme Islam Bupati Tegal

Sabtu, 30 Desember 2017

PMII Kupang Minta PB PMII Perhatikan Pengurus di Wilayah Timur

Kupang, Bupati Tegal. PC PMII Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta Ketua Umum PB PMII, Aminuddin Ma’aruf dan jajarannya hadir dalam pelantikan kepengurusan baru PMII Kupang yang akan berlangsung pada 25 Maret 2015 mendatang.  

PMII Kupang Minta PB PMII Perhatikan Pengurus di Wilayah Timur (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Kupang Minta PB PMII Perhatikan Pengurus di Wilayah Timur (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Kupang Minta PB PMII Perhatikan Pengurus di Wilayah Timur

“Pasalnya, sejak PMII Cabang Kupang berdiri tahun 2007, belum ada pengurus BPH PB PMII datang melantik kepengurusan Cabang Kupang, hanya anggota biro,” ungkap Ketua Demisioner PMII Kupang Tajudin M. Nur kepada Bupati Tegal di Kupang, Rabu (18/3) di Kupang.

Pihaknya berharap PB PMII memberikan perhatian seperti cabang atau wilayah di pulau jawa, sumatera, sementara cabang yang berada di wilayah bagian timur tidak pernah disentuh.

Bupati Tegal

Ketua Panitia Pelantikan PMII Kupang, Syamsul A. Rahman, mengatakan, sesuai informasi kemungkinan besar dalam pelantikan pengurus cabang kali tidak dihadiri oleh Ketua PB PMII. "Belum ada kepastian Aminudin Ma’ruf datang ke Kupang," ungkapnya. (Ajhar Jowe/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Hadits, Tegal, Meme Islam Bupati Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

Pengurus KMNU UPI Resmi Dilantik

Bandung, Bupati Tegal. Pengurus Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama Universitas Pendidikan Indonesia atau KMNU UPI periode 2013/2014 resmi dilantik oleh pembina KMNU UPI Achmad Samsudin di Masjid Al-Furqan UPI.

Para pengurus yang dilantik, Selasa (4/4) kemarin merupakan hasil oprec recruitment calon pengurus KMNU UPI 15-23 Maret 2013 dan menindaklanjuti Musyawarah Anggota ke-4 di Madrasah Diniyyah Al Falah, Panorama, Bandung pada Sabtu-Ahad (9-10/3) lalu.

Pengurus KMNU UPI Resmi Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus KMNU UPI Resmi Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus KMNU UPI Resmi Dilantik

Ketua Umum KMNU UPI Rifa Anggyana mengharapkan pengurus KMNU UPI yang baru bisa lebih baik dan dapat menyusun program kerja sesuai dengan prioritas dan kebutuhan organisasi, juga semua pengurus menandatangi pakta integritas kepengurusan KMNU UPI periode 2013/2014 dengan tujuan untuk menjaga komitmen dan loyalitas terhadap KMNU UPI.

Bupati Tegal

Dalam sambutanya, pembina KMNU UPI Achmad Samsudin berharap pengurus baru akan memicu semangat baru bagi pengurus KMNU UPI.

Turut hadir dalam pelantikan, pembina KMNU UPI Azzi Hasan, Asep Jamaludin, Ketua Pengawas KMNU UPI Topikin Abdullah, Ketua Umum KMNU UPI periode 2012/2013 Faisal Ramdan dan warga KMNU UPI.

Bupati Tegal

Para pengurus baru dalam kesempatan itu juga menandatangani “Pakta Integritas Kepengurusan KMNU UPI Periode 2013/2014”

Redaktur : A. Khoirul Anam

Sumber    : KMNU UPI

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Ubudiyah, Meme Islam Bupati Tegal

Kamis, 21 Desember 2017

Lumpur Lapindo Bagai Lingkaran Setan

Surabaya, Bupati Tegal. Terus molornya penyelesaian kasus lumpur Lapindo Sidoarjo, sangat mengecewakan warga Kota Petis itu. Apalagi proses verifikasi tanah yang semakin rumit dan semakin banyak saja persyaratan yang diminta oleh pihak PT Minarak, perusahaan yang diminta Lapindo membayar ganti rugi. Warga semakin kecewa. “Penanganan lumpur selama ini sangat-sangat-sangat kurang maksimal,” kata Drs H Abdi Manaf, Ketua PCNU Sidoarjo di Surabaya, Sabtu.

Ia mencontohkan, kalau dulu, Lapindo belum mengakui tanah yang berstatus petok D dan letter C, lalu minta disetujui Bupati. Ketika Bupati dan pemerintah pusat sudah mengakui, bahkan bupati bersedia menjadi jaminan, ternyata Minarak menambah syarat lagi, yaitu riwayat tanah. “Ini jelas semakin mempersulit warga,” lanjut Gus Manaf. “Tampaknya memang ada kesan Lapindo sengaja mengulur-ulur waktu pembayaran ganti rugi pada warga,” lanjutnya.

Lumpur Lapindo Bagai Lingkaran Setan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lumpur Lapindo Bagai Lingkaran Setan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lumpur Lapindo Bagai Lingkaran Setan

Yang membuat hati alumnus Pesantren Tebuireng Jombang itu tidak enak, ternyata selama ini pihak Lapindo masih belum merasa bersalah atas musibah itu, sekalipun sudah ribuan orang hidup di pengungsian dan kehilangan harta benda. Kesimpulan itu diterima Gus Manaf ketika bertemu langsung dengan Andi Darussalam dari PT Minarak. Kalaupun Lapindo selama ini mau mengeluarkan uang, hal itu semata-mata hanya karena tanggung jawab sosial.

Penyelesaian lumpur Lapindo yang diinginkan warga, menurut Gus Manaf, sebenarnya tidak muluk-muluk. Pemerintah memberikan jaminan ganti rugi kepada warga, lalu seluruh aset Lapindo dijadikan jaminan kepada pemerintah. Selesai. “Kalau pemerintah bilang tidak punya uang, buyar saja negara ini, masak negara kok tidak punya uang untuk memberikan ganti rugi warganya,”? terang putra Bawean itu.

Tapi sayang, pemerintah tampaknya tidak punya keberanian untuk melangkah ke sana. Sedangkan pihak Lapindo hanya mengobral janji-janji terus, nyaris tak ada pembuktian. Pemerintah juga tidak berani mengambil langkah lebih tegas lagi pada perusahaan milik keluarga Bakrie itu.

Bupati Tegal

Gus Manaf tidak bisa membayangkan sampai kapan proses verifikasi tanah warga akan selesai. Sebab, dari 16 ribu warga yang akan diverifikasi, hanya terselesaikan 10 sampai 15 orang setiap harinya. Itupun belum termasuk yang harus dikembalikan berkasnya, karena dinilai belum lengkap. “Terus kapan selesainya?” tanyanya tak habis mengerti.

Di sisi lain, ia menilai peranan empat orang anggota DPD asal Jawa Timur dalam soal Lumpur Lapindo masih sangat kurang. Sebab mereka baru datang ke lokasi lumpur setelah musibah itu berlangsung lebih dari satu tahun. Tepatnya sekitar tiga hari lalu. “Katanya sih untuk menyerap aspirasi,” tutur Gus Manaf.

Bupati Tegal

Penanganan lumpur selama ini, kata Gus Manaf, ibarat lingkaran setan. Pemerintah tidak berani menjadi jaminan, sedangkan Lapindo yang menyatakan sanggup membayar ganti rugi, ternyata hanya mengobral janji. “Kalau begini terus, kan kasihan orang-orang itu,” tegasnya. (sbh)



Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Meme Islam, Pesantren, Khutbah Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock