Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

Anis Malik: Halal Bihalal Tradisi Khas Nusantara

Jepara, Bupati Tegal. Rektor Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, H Anis Malik Thoha berkesempatan hadir dalam Halal Bihalal yang diselenggarakan Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara yang berlangsung di Gedung Haji MWCNU Tahunan, Kompleks Unisnu Jepara, awal pekan kemarin.

Dalam kesempatan tersebut Anis menjelaskan mengenai tradisi halal bihalal di Indonesia, lantaran ada sebagian pihak yang mengkritisi tradisi yang telah mengakar tersebut sebagai bid’ah.

Anis Malik: Halal Bihalal Tradisi Khas Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Anis Malik: Halal Bihalal Tradisi Khas Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Anis Malik: Halal Bihalal Tradisi Khas Nusantara

Menurutnya tidak semua hal dihukumi sesat. Demikian halnya tradisi halal bihalal atau saling maaf-memaafkan. Tradisi tersebut memang hanya ditemukan di Indonesia.

Bupati Tegal

Tradisi halal bihalal menurut Katib Syuriyah NU Cabang Istimewa Malaysia sudah ada sejak zaman pangeran Mangku Negara I sekitar abad ke-18. Pangeran Samber Nyowo memperkenalkan tradisi baru tersebut dengan bersalam-salaman setelah shalat Id yang dilaksanakan di Keraton bersama seluruh abdi dalem.

Oleh ulama tradisi tersebut kemudian dihidupkan sebagai halal bihalal. Sebagai momentum saling memaafkan. Halal bihalal sebagai tradisi nasional masih dilestarikan hingga sekarang. (Syaiful Mustaqim/Anam)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kyai, Nahdlatul Ulama, Bahtsul Masail Bupati Tegal

Sabtu, 17 Februari 2018

Katib Syuriyah PBNU Hadiri Perpisahan Kelas Internasional STAINU di Rabat

Rabat,Bupati Tegal. Program Mahasiswa Kelas Internasional mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAINU) Jakarta di Universitas Ibnu Tufail Kenitra berakhir. Setelah 11 bulan menimba ilmu di kampus itu, mereka harus kembali ke tanah air.  

Katib Syuriyah PBNU Hadiri Perpisahan Kelas Internasional STAINU di Rabat (Sumber Gambar : Nu Online)
Katib Syuriyah PBNU Hadiri Perpisahan Kelas Internasional STAINU di Rabat (Sumber Gambar : Nu Online)

Katib Syuriyah PBNU Hadiri Perpisahan Kelas Internasional STAINU di Rabat

Perpisahan program tersebut digelar di Griya Mahasiswa Kenitra pada Kamis malam 11 Desember 2014. Pada kesempatan itu, hadir Katib Syuriah PBNU KH Mujib Qulyub, H. Husnul Amal Mas’ud dan Prabowo Wiratmoko Jati mewakili Dewan Mustasyar PCINU. Hadir pula perwakilan KBRI, anggota PPI Maroko serta beberapa warga Maroko.

Kia Mujib yang juga Ketua Badan Pengawas Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama mengatakan bahwa Maroko merupakan salah satu pusat keilmuan Islam. Hal itu ditunjukkan dengan banyaknya literatur- keislaman.

Bupati Tegal

Di negara Maroko pula, tambah dia, tempat lahirnya para cendekiawan islam yang menyebarkan Islam hingga ke berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia. “Di Indonesia ada beberapa kuburan yang tidak diketahui identitas jelasnya. Tetapi di nama-nama, di batu nisannya bertuliskan maghribi yang berarti berasal dari Maroko”.

Bupati Tegal

Ia berpandangan, tidak menutup kemungkinan, corak keislaman Indonesia memang sebagian dibawa oleh ulama Maroko.

Ketua rombongan mahasiswa STAINU Ooz Fauzi menyampaikan permohonan maaf dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah turut membantu dan melancarkan kegiatan tersebut.

Ia mengutip adagium yang sudah masyhur di Maroko “idza kunta fil maghrib fala tastaghrib”. Apabila kamu berada di maghrib (Maroko) maka janganlah kamu terheran-heran (dengan apa yang terjadi di sini). “Seyogyanya kita (kawan-kawan STAINU) agar mengambil segala hal yang baik dari Maroko dan membuang hal-hal yang tidak baik dari sini,” ujarnya.

Sementara Abdul Karim Jariri, ustadz di Maroko, menutup doa perpishan itu. Ia mengaku senang berinteraksi dengan para mahasiswa yang belajar di Maroko. (Fairuz Ainun Naim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Aswaja, Ubudiyah, Bahtsul Masail Bupati Tegal

Rabu, 07 Februari 2018

Lakpesdam NU Fasilitasi Petani Garam

Sumenep, Bupati Tegal. Petani garam yang menjadi kuli sejumlah perusahaan garam di kampung halamannya menjadi perhatian Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Sumenep. Melepas ketergantungan mereka terhadap investor, Lakpesdam NU mengadakan pengorganisasian petani garam di Aula Pusdiklat PCNU Sumenep lantai II, Gedungan Sumenep, Sabtu-Senin (4-6/2).

Lakpesdam NU Fasilitasi Petani Garam (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Fasilitasi Petani Garam (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Fasilitasi Petani Garam

Pelatihan tersebut diikuti 25 petani garam asal desa Gersik Putih, Gapura, Sumenep. Bertindak sebagai fasilitator Mantan Direktur Lakpesdam NU Sumenep, A. Dardiri Zubairi.

Pelatihan tersebut sebagai pintu awal untuk membuka wawasan mereka pentingnya berorganisasi. Sehingga nanti mereka mampu mengorganisir dan melepas diri dari belenggu kemiskinan yang mereka hadapi.

Bupati Tegal

"Membuka kesadaran pentingnya berorganisasi," kata Direktur Lakpesdam NU Sumenep kepada Bupati Tegal. "Selain itu saya berhadap (mereka) mampu mengorganisasi diri sendiri," lanjut A. Warits.

Bupati Tegal

Dardiri, panggilan akrab A. Dardiri Zubairi, kepada petani garam banyak memaparkan cara menguatkan kapasitas kelompok dengan belajar pengorganisasian dan manajemen.

Dari belajar organisasi dan manajemen, nantinya mereka diharapkan mampu mengepak dan mendistribusikan sendiri home industry garam yudium yang sedang mereka gagas. Semoga berhasil!

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: M Kamil Akhyari

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Bahtsul Masail Bupati Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

Aliran Sesat Diindikasikan untuk Pecah Belah Muslim

Pati, Bupati Tegal. Rais Aam PBNUKH Sahal Mahfudh mengingatkan agar umat Islam Indonesia mewaspadai berbagai upaya dari pihak lain yang ingin memecahbelah sesama muslim. Sebab disinyalir munculnya paham-paham atau aliran baru belakangan ini yang tidak sejalan dengan syariat Islam sengaja diskenario untuk mengacak-acak kehidupan beragama Islam di Tanah Air.

"Kita harus waspada, karena ada skenario besar yang bermaksud untuk mengacak-acak kita," kata KH Sahal, ketika menerima silaturahmi pengurus Yayasan Pendidikan Islam Nasima Semarang, di Ponpes Maslakul Huda, Pati, Sabtu (27/10).

KH Sahal mengatakan yang menjadi sasaran dari sebuah skenario besar untuk mengacak-acak kehidupan umat Islam itu tidak saja terjadi di Indonesia, tetapi dilakukan secara global. "Namun nampaknya Indonesia menjadi sasaran utama."

Aliran Sesat Diindikasikan untuk Pecah Belah Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)
Aliran Sesat Diindikasikan untuk Pecah Belah Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)

Aliran Sesat Diindikasikan untuk Pecah Belah Muslim

Menurut dia, pemerintah seharusnya segera melakukan tindakan untuk mengatasi masalah tersebut. Terutama Departemen Agama harus proaktif menangani masalah itu. "Tidak perlu takut. Yang punya pakemnya kan Depag. Maka departemen ini harus segera turun tangan, jangan diam saja. Yang tidak sesuai pakem ya ditertibkan, " katanya.

Kondisi umat Islam di Indonesia pada umumnya masih rentan terhadap upaya memecahbelah sesama muslim. Dia memuji ketahanan lembaga pondok pesantren yang tangguh dalam menghadapi provokasi itu.  Bahkan aliran-aliran atau paham yang tidak baik itu tidak batal mampu menembus pondok pesantren.

Bupati Tegal

Menyinggung tentang peran dari sekolah-sekolah yang berbasis Islam, menurut dia, dari segi kuantitas jumlahnya cukup banyak tapi kualitasnya masih perlu ditingkatkan. Rendahnya kualitas sekolah itu dalam membentuk insan yang islami, karena agama masih sebatas digunakan sebagai pembelajaran, bukan sebagai pendidikan. (suaramerdeka)



Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Tegal, Bahtsul Masail, PonPes Bupati Tegal

Kamis, 01 Februari 2018

Selamatkan Lingkungan, LPBINU Serukan Perubahan Perilaku

Jakarta, Bupati Tegal. Menyambut Hari Lingkungan Hidup, Ahad (10/5), Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) melakukan kampanye perubahan perilaku dan pola konsumsi untuk selamatkan lingkungan.

“Dalam rangka menyambut Hari Lingkungan Hidup tahun ini, kami menjalankan komitmen lembaga kami dalam pelestarian lingkungan hidup melalui program kampanye perubahan perilaku dan pola konsumsi demi kelestarian lingkungan,” kata Ketua Pengurus Pusat LPBINU Avianto Muhtadi.

Selamatkan Lingkungan, LPBINU Serukan Perubahan Perilaku (Sumber Gambar : Nu Online)
Selamatkan Lingkungan, LPBINU Serukan Perubahan Perilaku (Sumber Gambar : Nu Online)

Selamatkan Lingkungan, LPBINU Serukan Perubahan Perilaku

Avianto juga mengatakan bahwa ini merupakan program tahunan dari LPBINU sebagai wujud keikutsertaan untuk menjaga kelestarian lingkungan. LPBINU sendiri telah menerapkan berbagai kebijakan untuk kantor yang hijau dan bersahabat dengan lingkungan.

Bupati Tegal

Pengurus Pusat LPBINU menyerukan kepada seluruh LPBINU di daerah untuk melakukan kampanye ke pesantren dan masyarakat untuk terus menjaga lingkungan dengan berbagai cara sesuai kearifan lokal masing-masing.

Bupati Tegal

“Di setiap daerah binaan, kami melakukan pelatihan dan penguatan kelembagaan, sehingga masyarakat dan pesantren di daerah siap siaga dalam menghadapi segala bencana dampak dari kerusakan lingkungan,” kata Avianto.

Sebagai lembaga di bawah Nahdlatul Ulama (NU), LPBINU memberikan perhatian khusus pada kelestarian lingkungan hidup. Hal ini tertuang melalui program-program jangka pendek dan jangka panjang sebagai wujud tata kelola berkelanjutan pada aspek lingkungan.

“Kelestarian lingkungan merupakan kepentingan bersama yang juga berdampak luas pada kehidupan masyarakat, sehingga LPBINU merasa perlu untuk ikut ambil bagian dalam pemeliharaannya,” tutup Avianto. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Sholawat, Bahtsul Masail Bupati Tegal

Jumat, 26 Januari 2018

Khatamkan Al-Qur’an 100 Kali untuk KH Abdussomad Rahman Fadil

Depok, Bupati Tegal. Peringatan haul pendiri Pesantren Ar-Rahmaniyah, Pondok Terong, Cipayung, Almaghfurlah KH Abdussomad Rahman Fadil bin KH Abdur Rahman dan almarhumah Ny Hj Aminah Binti H.Mohammad Sholeh berlangsung cukup khidmat. Selama sepekan, para santri mengikuti acara Khotmil Quran sebanyak 100 kali.

Menurut salah satu Pengasuh Pesantren Ar-Rahmaniyah KH Mohammad Abduh, rangkaian khotmil Quran tersebut bagian dari acara haul.?

"Puncaknya adalah dengan semaan Al-Quran oleh Jamiyyatul Qurro Wal Huffadz (JQH) NU kota Depok. Selepas sholat Isya dilanjutkan dengan dzikir, pembacaan maulid dilanjutkan dengan Tabligh Akbar oleh KH Manarul Hidayat dan Habib Abu Bakar. Acara Minggu malam untuk Bapak-bapak dan hari Senin pagi untuk Ibu-ibu," kata Abduh di Pesantren Ar-Rahmaniyah, Pondok Terong, Cipayung, Ahad, (14/5).

Khatamkan Al-Qur’an 100 Kali untuk KH Abdussomad Rahman Fadil (Sumber Gambar : Nu Online)
Khatamkan Al-Qur’an 100 Kali untuk KH Abdussomad Rahman Fadil (Sumber Gambar : Nu Online)

Khatamkan Al-Qur’an 100 Kali untuk KH Abdussomad Rahman Fadil

Abduh mengungkapkan, peringatan haul juga bersamaan dengan tasyakuran Pesantren Ar-Rahmaniyah yang ke-69. Menurutnya, kiprah pesantren yang sudah lama berdiri di Kota Depok ini tetap konsisten dalam melestarikan tradisi ke-NU-an dan Aswaja NU. Ia mengungkapkan, dengan peringatan haul dan acara khotmil quran tersebut pihaknya mengingikan berdirinya pesantren tahfidz di Gadog, Bogor.?

"Kita berharap dengan acara haul tersebut bagian dari mengirim doa untuk almaghfurlah dan keberkahan bagi yang membacanya. Tentunya, bagi Pesantren Ar-Rahmaniyah sendiri bisa terus berkiprah di tengah masyarakat," harapnya.

Bupati Tegal

Ia mengungkapkan, di usia yang ke-69 Pesantren Ar-Rahmaniyah tetap konsisten di dunia pendidikan agama dan umum secara formal maupun non formal. Sampai saat ini, lanjutnya, ? telah berkembang dan memiliki 11 unit pendidikan mulai dari RA atau TK sampai dengan Program Pascasarjana.

"Kita terus berupaya dalam mengembangkan pendidikan perguruan tinggi berbasis agama Islam. Dalam ? Pendidikan, ? kita tetap dalam rangka mewujudkan warga negara yang baik keindonesiaan mapun keislaman berpegang pada ajaran Aswaja NU," terangnya.

Bupati Tegal

Dalam acara tersebut, juga dihadiri jajaran Pengurus PC NU Kota Depok dan para tokoh masyarakat. (Aan Humaidi/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kajian Sunnah, Habib, Bahtsul Masail Bupati Tegal

Senin, 22 Januari 2018

Masrizal Mahasiswa STIE Sumbar Terpilih Ketum PMII Kota Pariaman

Pariaman, Bupati Tegal. Ketua Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sekolah Tinggi Ilmu EKonomi (STIE) Sumbar Masrizal terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PC ? PMII Kota Pariaman periode 2016-2017 pada Konferensi Cabang PMII Ke-VI, Ahad (17/4) dini hari. Masrizal maju sebagai kandidat ketua umum bersama enam kader PMII lainnya.

Masrizal Mahasiswa STIE Sumbar Terpilih Ketum  PMII Kota Pariaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Masrizal Mahasiswa STIE Sumbar Terpilih Ketum PMII Kota Pariaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Masrizal Mahasiswa STIE Sumbar Terpilih Ketum PMII Kota Pariaman

Konfercab yang berlangsung di Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum, Desa Kajai Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman, dibuka oleh Ketua Umum PKC PMII Sumbar ? Defi Mulyadi, dihadiri oleh Mabincab PMII Kota Pariaman Ory Sativa Sakban, Idris dan kader PMII yang tergabung pada komisariat STIT Syekh Burhanuddin dan STIE Sumbar.

Masrizal putra Desa Kampung Gadang Padusunan, Kecamatan Pariaman Timur ini termasuk kader yang aktif dalam berbagai kegiatan. Masrizal dinilai berhasil membesarkan PMII di kampus STIE. Selain itu, sudah mengikuti pelatihan Bela Negara selama satu bulan yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan RI di Lantamal II, Padang.

Usai terpilih, Masrizal menyebutkan akan fokus terhadap peningkatan kualitas dan penguatan organisasi PMII di Kota Pariaman.?

Bupati Tegal

"PMII harus lebih baik hari ini daripada hari kemarin," katanya optimis.

"PMII Kota Pariaman harus melakukan revolusi mental agar mampu memposisikan diri sesuai dengan fungsi mahasiswa sebagai agent of change (agen perubahan) dan social control di tengah masyarakat. Mahasiswa sebagai kelompok masyarakat yang memiliki intelektual tentu harus bisa tampil di tengah kehidupan masyarakat," tutur Masrizal menambahkan.

Masrizal juga menyebutkan, kader PMII Kota Pariaman terus bergerak melawan penghancuran masa depan generasi muda Kota Pariaman melalui penyalahgunaan narkoba yang terus merusak anak bangsa. Korban narkoba terus berjatuhan. Ini terbukti semakin banyak warga binaan di LP Pariaman yang tersangkut masalah narkoba.

Selain itu, kata Masrizal, mahasiswa juga sasaran empuk gerakan radikalisme. Anak-anak muda yang tingkat pemahaman keagamaannya minim, dengan mudah dirayu untuk bertindak radikal. PMII sebagai organisasi mahasiswa yang berpahamkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah tentu tidak setuju dengan gerakan radikal tersebut.

Sedangkan untuk penyusunan kepengurusan lengkap PMII Kota Pariaman, ditetapkan tim formatur sebanyak lima orang. Masing-masing Masrizal ketua terpilih, Jupmaidi Ilham (ketua demisioner), Sovia (Sekretaris PK STIE Sumbar), Faisal Amri Tanjung (Ketua PK STIT SB) dan Rahim Saputra (Ketua I PMII sebelumnya). Tim Formatur diberi tugas paling lambat 5 kali 24 jam menyusun pengurus lengkap PC PMII Kota Pariaman satu tahun mendatang. (Armaidi Tanjung/Mukafi Niam)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Bahtsul Masail, Sejarah, Internasional Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock