Tangerang Selatan, Bupati Tegal. KH Abdul Wahab Chasbullah merupakan rujukan dalam konsep politik Nusantara. Dia adalah seorang yang mampu merumuskan pemikiran-pemikiran keislaman tentang politik yang ada di dalam kitab-kitab kuning dan Al-Qur’an dan mengontekstualisasikan pemikiran tersebut sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada di Indonesia.
Demikian disampaikan Zastrouw Al-Ngatawi saat menjadi Penanggap dalam acara Bedah Buku Tambak Beras: Menelisik Sejarah, Memetik Uswah di UIN Jakarta, Selasa (19/12).
“(Pemikiran) Dibawa ke Indonesia untuk dikontekstualisikan,” imbuhnya.
| ‘Kalau Bicara Konsep Politik Nusantara, Mbah Wahab Adalah Rujukannya’ (Sumber Gambar : Nu Online) |
‘Kalau Bicara Konsep Politik Nusantara, Mbah Wahab Adalah Rujukannya’
Zastrouw menerangkan, Mbah Wahab menerima Nasakom (Nasionalis, Agama, dan Komunis) nya Soekarno bukan tidak ada alasan. Mbah Wahab menerima konsep itu setelah menelusuri rujukan-rujukan yang ada di kitab kuning seperti kitab kaidah fikih Asybah wa al-Nadzoir.Begitu pun ketika ulama Nahdlatul Ulama (NU) menerima Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Bagi Zastrouw, itu adalah bentuk kontekstualisasi pemikiran politik Islam.
Mbah Wahab, lanjut Zastrouw, juga sangat menguasai khazanah kebudayaan lokal seperti Mahabarata, Ramayana, dan lainnya. Pada saat Sidang Konstitante, Mbah Wahab menjelaskan intrik politik dalam kisah Mahabarata dengan fasih.
Bupati Tegal
“Bukan hanya kitab kuning, Mbah Wahab juga menguasai Mahabarata, Ramayana,” tuturnya.Menurut KH Maman Imanul Haq yang juga menjadi Penanggap dalam acara ini, alasan Mbah Wabah menerima Nasakom adalah bersifat strategis. Ketika NU ada di dalam koalisi, maka NU bisa mempengaruhi Soekarno agar tidak terbawa arus dan menjadi Komunis. Dari dalam, NU juga meyakinkan bahwa Komunis itu berbahaya bagi keutuhan Indonesia.
Bupati Tegal
“Kita dihina NU pro Komunisme dan sebagainya, tapi hari ini Indonesia terbebas dari Komunisme,” ujarnya. (Muchlishon Rochmat)Dari Nu Online: nu.or.id
Bupati Tegal Cerita, Pondok Pesantren, Santri Bupati Tegal
