Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Februari 2018

Gusdurian Lampung Siapkan 70 Kado Untuk Peserta Riungan Kebangsaan

Bandar Lampung, Bupati Tegal. Gusdurian Lampung akan membagikan 70 kado secara cuma-cuma pada acara "Riungan Kebangsaan" di lantai tiga gedung B aula pascasarjana, kampus Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya, Lampung. Forum yang akan diadakan pada Kamis 20 Agustus 2015 ini membahas terkait pandangan agama-agama terhadap masalah lingkungan hidup.

"Jumlah kado dibagikan sesuai usia kemerdekaan bangsa Indonesia, satu kado isinya dua titik-titik," ujar pegiat Gusdurian Lampung Gatot Arifianto di Bandar Lampung, Selasa (18/8).

Gusdurian Lampung Siapkan 70 Kado Untuk Peserta Riungan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusdurian Lampung Siapkan 70 Kado Untuk Peserta Riungan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gusdurian Lampung Siapkan 70 Kado Untuk Peserta Riungan Kebangsaan

Terkait lebih jelas kado dimaksud, Gatot enggan menjelaskan. "Kalau diberitahu tidak surprise. Datang saja jika mau berminat dan harus awal karena persediaan hanya 70," kata dia.

Bupati Tegal

Riungan Kebangsaan kali ini merupakan energi dan sinergi cinta Gusdurian Lampung, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Bandar Lampung, The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) atau Masyarakat Jurnalis Lingkungan Hidup, GP Ansor, Justice Peace Integrity of Creation Fransiskanes Santo Georgius Martir (JPIC-FSGM), De Most (Motivasi Sidik Jari), Yayasan Shuffah B lambangan Umpu, Majelis Semaan Al-Quran wa Dzikrul Ghofilin Jantiko Mantab, IBI Darmajaya dan Alumni Sanlat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) Waykanan 2015.

Berdasarkan data Walhi Lampung, bukit yang ada di Bandar Lampung di tahun 2008 berjumlah 33, namun saat ini yang tersisa 11 bukit. Dalam waktu empat tahun atau di tahun 2014, 22 bukit di Bandar Lampung habis oleh penambangan batu.

Bupati Tegal

"Kerusakan dan perusakan alam atau lingkungan hidup harus ditanggulangi bersama. Negara dan masyarakat harus hadir. Solusinya dicari bersama, semoga dari diskusi kecil tersebut menghasilkan kesepakatan positif yang baik dan maslahat," ujar Gatot lagi.

Riungan Kebangsaan akan menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT AJI ke 21 yang jatuh pada 7 Agustus lalu. Selain itu, donor darah sebagai bagian acara juga siap digelar. Pelajar dan masyarakat yang berminat mendonorkan darahnya bisa menghubungi Ketua Alumni Sanlat BPUN Waykanan 2015 Disisi Saidi Fatah di nomor 082377505585.

"Kami mengundang jurnalis, aktivis lingkungan hidup, tokoh agama, mahasiswa pecinta alam, lembaga mahasiswa keagamaan, serta para pelajar untuk hadir bersilaturahmi dan menyumbangkan pemikirannya dalam Riungan Kebangsaan,” kata Pejabat Sementara Sekretaris AJI Bandar Lampung Wandi Barboy Silaban.

Pihaknya sengaja mengundang orang-orang yang aktif di bidang keagamaan untuk memberi perspektif bagaimana menjaga dan melestarikan lingkungan dari sisi agama. (Teddy Heriyanto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pondok Pesantren, Santri Bupati Tegal

Sabtu, 10 Februari 2018

Dirikan Basecamp, Pelajar NU Mojoduwur Ajak Anggota Lebih Kreatif

Jombang, Bupati Tegal. Pengurus Ranting (PR) Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdhatul Ulama (IPPNU) Desa Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno, Jombang, Jawa Timur mengajak setiap divisi kepengurusan agar lebih kreatif dengan adanya basecamp ranting IPNU-IPPNU setempat, khususnya dibidang kerajinan tangan dan pengembangan bakat lainnya.

Sebelumnya, mereka telah merutinkan kegiatan kerajinan tangan membuat aksesoris setiap pekan kurang lebih selama dua bulan terahir sebelum adanya basecamp. Dalam perkembangannya hasil kerajinan inimampu menarik beberapa pedagang aksesorisuntuk menjadi pelanggan mereka, bahkan tidak kurang dari 10 orangsetiap pekan.?

Dirikan Basecamp, Pelajar NU Mojoduwur Ajak Anggota Lebih Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)
Dirikan Basecamp, Pelajar NU Mojoduwur Ajak Anggota Lebih Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)

Dirikan Basecamp, Pelajar NU Mojoduwur Ajak Anggota Lebih Kreatif

“Kita sebelumnya memang sudah intensif mengadakan kerajinan tangan membuat aksesoris. Ya lumayan, hasilnya juga memuaskan dan banyak pedagang-pedagang yang sudah mulai memesannya,” kata Lila Aiziyah, Ketua PR IPPNU Mojoduwur, kepada Bupati Tegal saat dihubungi, Ahad (6/12).

Bupati Tegal

Ia berharap keberadaan basecamp itu menjadi motivasi tersendiri bagi semua anggota dan pengurus ranting lebih aktif dan sungguh-sungguh dalam menjalankan program-programnya. “Selama ini yang menjadi prioritas kita adalah basecamp. Basecamp kita sudah punya, tugas kita sekarang adalah memanfaatkannya sebaik mungkin, termasuk menjalankan program-program kita ke depan,” ungkapnya.

Kantor IPNU-IPPNU ini diresmikan pada Ahad pagi, (6/12/2015) bersama segenap pengurus ranting Kecamatan Mojowarno. Sebelum diresmikan mereka memanjatkan doa dan tahlil bersama kemudian dilanjutkan dengan acara tumpengan (makan bersama). “Semoga dengan adanya basecamp ini kita bisa rutin dan semangat menggagas ide-ide dalam berkarya,” harapnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pondok Pesantren, Santri, AlaSantri Bupati Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Tegaskan Perlunya NU Perkuat Spirit Agama

Madiun, Bupati Tegal. Sering “terseretnya” organisasi masyarakat dalam berbagai kepentingan, seolah membuat Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj berkepentingan menekankan tugas yang sebenarnya. Dijelaskan, ormas seperti NU memiliki kewajiban membangun manusia.

“Kewajibannya adalah membangun manusia, masyarakat. Tidak lagi mempersoalkan agama. Agar lebih maju, bermanfaat, membangun kekuatan budaya moral agama akhlak ekonomi politik,” paparnya saat menjadi pembicara dalam Halal Bi Halal Pengurus Cabang PCNU Kota Madiun, Jawa Timur, di Wisma Haji Kota, Sabtu (18/11) lalu.

Tegaskan Perlunya NU Perkuat Spirit Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Tegaskan Perlunya NU Perkuat Spirit Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Tegaskan Perlunya NU Perkuat Spirit Agama

Menurut Kang Said--begitu panggilan akrabnya--ada beberapa hal yang harus diperkuat langkahnya oleh ormas, termasuk NU. Yakni, spirit agama. “Dengan selalu melakukan pendalaman, pemahaman ilmu agama. Saat ini, sudah banyak dilakukan NU. Pokoknya kalau ada masalah agama, nggak usah khawatir, tanya ke NU,” ujarnya.

Yang menarik, menurutnya, jika yang ditanyakan atau yang harus diperbuat, adalah hal lain seperti dunia politik. “Lha kalau masalah politik, sulit. Biasanya nggak sedep (tidak sedap), atau rasane (rasanya) hambar, sering kasinen (terlalu asin), kepedesen (terlalu pedas),” kelakarnya sambil tersenyum dan disambut ger-geran hadirin.

Kebesaran Islam, menurutnya, adalah karena akidah dan syariatnya, sejak 14 abad lalu tidak berubah alias original. “Ini tidak terjadi pada agama lain. Yang berubah, adalah manusianya. Yang harus diperbarui, ditingkatkan, dituntut perubahan, adalah cara bagaimana berakidah, bersyariat, bangun kebersamaan, saling melengkapi dan saling menghargai,” paparnya.

Bupati Tegal

Penguatan lain yang harus dilakukan, adalah ruhul wathaniyah atau spirit nasionalis. “NU harus memperkuat semangat nasional mempertahankan, mencintai, menjaga dan mengawal keutuhan ber-Indonesia,” tutur Kang Said. Menurut catatan sejarah, lanjutnya, spirit nasionalisme sudah bergelora sejak lama, bahkan sebelum sumpah pemuda. (gpa/sam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Nahdlatul, Makam, Pondok Pesantren Bupati Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Seperti Mitsaq Madinah, NKRI Perjanjian Masyarakat Majemuk

Jombang, Bupati Tegal - Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) Jombang, Jawa Timur bersama Ikatan Remaja Muslim (Ikram) berkomitmen untuk menguatkan Islam yang menebar kasih sayang kepada semua (rahmatan lil ‘alamin).

Hal itu tercermin dari penyelenggaraan acara Muhasabah Tahun Baru 1438 H dengan tema “Mewujudkan Karakter Remaja Muslim dengan Spirit Islam rahmatan lil Alamin” di Islamic Center Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang, Ahad pagi (30/10). Kegiatan diiringi dengan iringan shalawat al-Banjari.

?

Seperti Mitsaq Madinah, NKRI Perjanjian Masyarakat Majemuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Seperti Mitsaq Madinah, NKRI Perjanjian Masyarakat Majemuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Seperti Mitsaq Madinah, NKRI Perjanjian Masyarakat Majemuk

"Acara ini dimaksudkan agar para siswa didampingi pemahaman Islam yang mainstream, yaitu Islam yang ramah dan moderat dan terlindungi dari sementara kalangan Muslim yang ekstrem," ujar Ketua MGMP PAI Jombang, Shalahuddin.

Direktur Aswaja NU Center Jombang Yusuf Suharto mengatakan bahwa muhasabah atau introspeksi diri adalah sebuah keniscayaan.

Bupati Tegal

"Kita muhasabah dalam banyak kesempatan antara lain, di Ramadhan, di Syawal, dan di bulan Muharram. Muharram adalah bulan pertama dalam hitungan tahun hijriah. Momentum Muharram sebagai bulan introspeksi adalah tepat karena bulan ini adalah awal bulan tahun hijriah, dan bulan yang setelah bulan haji di mana banyak berkumpul kaum muslimin dari seluruh dunia untuk ibadah haji," ujarnya di hadapan para siswa, dan guru MGMP PAI se-Jombang.

?

Menurutnya, tahun baru Islam ini disebut dengan hijriah karena ditandai dengan peristiwa hijrah Nabi Muhammad ke Madinah. Hijrah ini adalah gerakan nyata yang perlu dicatat sejarah. Hijrah Nabi disepakati sebagai penanda penting kalender Islam pada masa kepemimpinan Umar bin Khatab.

Bupati Tegal

"Di antara yang dilakukan Rasulullah adalah beliau membuat Mitsaq Madinah atau Piagam Madinah, dan itu mengikat tidak hanya kepada masyarakat Madinah yang muslim, tapi juga nonmuslim. Inilah penghargaan kemajemukan yang dicontohkan Rasulullah," kata pengurus Dewan Pendidikan Jombang ini.

Yusuf juga mengatakan, NKRI adalah bentuk perjanjian bersama antarmasyarakat Indonesia yang majemuk. “Islam rahmatan lil alamin dalam konteks berbangsa dengan demikian adalah Islam yang merahmati tidak hanya kepada sesama muslim, tetapi bahkan kepada seluruh masyarakat Indonesia," imbuhnya.

Ia mengingatkan bahwa semangat cinta tanah air sudah diajarkan oleh para ulama Nusantara, antara lain oleh KH Abdul Wahab Chasbullah dengan Nahdlatul Wathan (Kebangkitan Tanah Air) pada tahun 1916, dan gubahan lagu Ahlal Wathan pada 1934.

“Karakter Islam Nusantara adalah karakter Islam yang moderat. Mari kita menjadi bagian dari Muslim negeri ini, dengan prinsip Islam yang rahmat, Islam yang lembut pada tempatnya dan tegas pada tempatnya," pungkas dosen Aswaja Institut Pesantren KH. Abdul Chalim (IKHAC) Pacet Mojokerto Jatim ini. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pondok Pesantren, Habib, Amalan Bupati Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Gus Dur Dikerjain Habib

Sejak berada di Mesir, Habib Abu Bakar bin Hasan al-Atthas berteman baik dengan Gus Dur. Jarak dan rasa sungkan sudah lama putus di antara keduanya.

Suatu hari Gus Dur dan Habib menginap di sebuah hotel di Jawa Barat. Habib tahu, teman karibnya ini selalu minta dibayar tiap kali di hotel atau rumah makan. Kali ini, ia ingin menguji “kebakhilan” Gus Dur.

Gus Dur Dikerjain Habib (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Dikerjain Habib (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Dikerjain Habib

Saat tiba waktu check-out, Habib keluar kamar lebih dulu.

“Tolong nanti yang bayar penginap di kamar nomor ini. Namanya KH Abdurrahman Wahid,” ucap Habib kepada kasir hotel.

Bupati Tegal

Bupati Tegal

Dengan dituntun, Gus Dur ke arah pintu keluar sambil celingukan.

“Di mana habib itu?” sergahnya.

Sejenak kemudian, langkahnya tertahan.

“Maaf Pak Yai, urusan kamar Pak Yai sama Habib belum beres,” kata kasir hotel.

Cucu pendiri NU ini bingung, “Maksudnya?”

“Pembayarannya.”

“Waduh…” Gus Dur menepuk jidat. “Mana bawa uang aku. Ya udah utang dulu aja, ya,” tutur Gus Dur sembari menyodorkan KTP.

Di depan pintu hotel, Habib cekikikan dari dalam taxi yang sedang diam di pelataran. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pondok Pesantren, Kajian Sunnah, Quote Bupati Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

Said Aqil: Kita Malu Memiliki Pemimpin Parlemen Langgar Etika

Jakarta, Bupati Tegal. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan dirinya malu memiliki pemimpin parlemen yang terindikasi melakukan pelanggaran etika sebagaimana diperdengarkan dalam rekaman pada sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

Said Aqil: Kita Malu Memiliki Pemimpin Parlemen Langgar Etika (Sumber Gambar : Nu Online)
Said Aqil: Kita Malu Memiliki Pemimpin Parlemen Langgar Etika (Sumber Gambar : Nu Online)

Said Aqil: Kita Malu Memiliki Pemimpin Parlemen Langgar Etika

“Kita semua malu, memiliki pemimpin parlemen seperti itu. Memalukan. Kita tersinggung,” tandasnya kepada Bupati Tegal.?

Ia menegaskan, dalam rekaman tersebut, sudah cetho welo-welo (terang benderang) bahwa pertemuan antara Setya Novanto, Riza Chalid, dan Dirut Freeport Maroef Sjamsoeddin tersebut mempunyai maksud untuk melakukan permufakatan jahat.

“Soal belum terlaksana, ya memang belum. Masak masih menunggu action dulu,” imbuhnya.?

Bupati Tegal

Sebagai pengadilan etika, Kiai Said berharap agar para anggota mahkamah tersebut mengambil keputusan berdasarkan hati nurani dan aspirasi publik, tidak didasarkan atas kepentingan politik kelompok tertentu.?

Bupati Tegal

Hari ini, Rabu, 16 Desember 2015 17 anggota MKD akan mengambil keputusan apakah Setya Novanto terbukti melanggar etika atau tidak. Selasa kemarin, sejumlah anggota DPR lintas fraksi menuntut agar Setyo Novanto turun dari jabatannya sebagai pimpinan DPR. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pondok Pesantren, Tegal Bupati Tegal

Senin, 08 Januari 2018

Ketika Tokoh NU dan Muhammadiyah Bicara Stanting

Jakarta, Bupati Tegal. Rais Syuriah PBNU, KH Ahmad Ishomudin (Gus Ishom) mengungkapkapkan tidak ada hal dari agama dan kepercayaan lain yang bertentangan dengan ajaran Islam sepanjang dapat diterima akal sehat. 

“Nilai-nilai universal yang dikembangkan Islam adalah yang sesuai akal sehat, misalnya tentang pentingnya kasih sayang yang juga ada di setiap agama, termasuk persoalan kesehatan,” kata Gus Ishom, pada Dialog Nasional Lintas Agama Cegah Stanting di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (14/11).

Ketika Tokoh NU dan Muhammadiyah Bicara Stanting (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Tokoh NU dan Muhammadiyah Bicara Stanting (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Tokoh NU dan Muhammadiyah Bicara Stanting

(Baca juga: Tokoh Lintas Agama Bersatu Cegah Stanting)

Bupati Tegal

Disampaikan pula, dalam Islam ada hal-hal yang disebut kemaslahatan atau sesuatu yang bermanfaat yang berasal dari Tuhan bagi para hamba-Nya. Untuk mewujudkan kemaslahatan tersebut ada lima hal yang harus dijaga. 

“Pertama adalah menjaga agama terlaksana dalam kehidupan sehari-hari untuk mengarahkan kebahagiaaan dan selamat dunia akhirat. Kedua adalah menjaga jiwa manusiawi. Ketiga adalah penjagaan akal, jangan sampai tidak cerdas. Keempat menjaga keturunannya.  Kelima penjagaan akan harta benda yang dimiliki,” papar Gus Ishom.

Bupati Tegal

Terkait dengan isu stanting, Gus Ishom menegaskan Islam sangat concern dalam upaya pencegahannya. Upaya tersebut bahkan dilakukan salah satunya sebelum pernikahan, sangat penting orang yang belum menikah untuk mencari (pasangan) yang terbaik. 

“Ketika sudah menikah saat melakukan hubungan suami istri didahului dengan doa agar dijauhkan dari setan. Setan adalah makhluk yang jauh dari kasih sayang Allah,” lanjut Gus Ishom.

Kemudian, saat istri mengalamai masa nyidam, seorang suami wajib memberi perhatian lebih.

“Kalau istri nyidam makanan tertentu dan suami tidak memenuhinya, bisa membayakan diri dan janin,” Gus Ishom menambahkan.

Senada, Wawan Gunawan Abdul Wahid dari Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah menegaskan upaya mencegah stanting merupakan jihad bersama yang harus dilakukan semua agama.

“Mencegah stanting adalah kewajiban semua agama,” kata Gunawan.

Hal itu dibenarkan dalam Islam karena Islam berkewajiban memberi asih untuk semua manusia.

“Pembenar bahwa Islam memberi asih untuk semuanya. Bahasa asih tadi diwujudkan lewat berbagai bentuk pelayanan kepada semua umat manusia,” ungkapnya.

Ia menegaskan mukmin yang kuat lebih dicintai daripada mukmin yang lemah. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Khutbah, Pondok Pesantren, Sunnah Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock