Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Maret 2018

Matori Abdul Djalil Meninggal Dunia

Jakarta, Bupati Tegal

Mantan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Matori Abdul Jalil meninggal dunia pada Sabtu (12/5) malam di Jakarta setelah menderita sakit pada beberapa bulan terakhir. Politisi dari kalangan Nahdlatul Ulama itu meninggal dalam usia 64 tahun.

Sejumlah karangan bunga bertuliskan ucapan duka cita berjejer di depan rumah almarhum Jl Elang Emas Prima, Tanjung Barat Jakarta Selatan, antara lain dari Ketua Dewan Syura DPP PKB KH Abdurrahman Wahid dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno putri.

Selasa, 30 Januari 2018

Kopisoda, Komunitas Pecinta KH Sholeh Darat

Semarang, Bupati Tegal

Sekelompok orang yang mencintai dan berusaha mendalami keilmuan KH Sholeh bin Umar as-Samarani alias Mbah Sholeh Darat membentuk sebuah komunitas bernama “Kopisoda” (Komunitas Pecinta KH Sholeh Darat). Mereka menggelar pengajian rutin, mempelajari sejarah, serta menelursuri karya-karya salah satu mahaguru ulama Nusantara itu.

Ahad (20/3) kemarin, Kopisoda menggelar pengajian perdana kitab Hidayatur Rahman. Kitab yang berisi tafsir surat al-Fatihah dan al-Baqarah ini merupakan ringkasan dari salah satu karya Mbah Sholeh Darat, kitab Faidurrahhman, yang konon pernah dihadiahkan kepada RA Kartini sebagai kado pernikahan.

Kopisoda, Komunitas Pecinta KH Sholeh Darat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kopisoda, Komunitas Pecinta KH Sholeh Darat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kopisoda, Komunitas Pecinta KH Sholeh Darat

Pembacaan kitab yang dipandu H. Inamuz Zahidin tersebut diselenggarakan di Masjid Kyai Sholeh Darat Jalan Kakap Darat Tirto Nomor 212 Semarang Utara. Kegiatan maulid Nabi dan peringatan haul Mbah Sholeh Darat juga telah digelar empat kali di masjid ini.

Bupati Tegal

Agus Taufik, keluarga KH Sholeh Darat, mengapresiasi pembentukan Kopisoda sebagai sarana melestarikan dan mengaji kitab-kitab KH Sholeh Darat. Ia yakin, masih banyak keilmuan guru pendiri NU KH Muhammad Hasyim Asy’ari dan pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan tersebut yang masih terpendam bersamaan dengan kitab-kitabnya yang belum ditemukan.

Bupati Tegal

"Ikhtiar kami bagian dari keluarga dan jamaah ingin melestarikan perjuangan Mbah Sholeh Darat," tutur Agus Taufiq. Menurutnya, kegiatan seperti ini perlu dikembangkan secara istiqamah.

Acara pengajian dimulai dengan pembacaan tahlil dipimpin K. Mukri selaku sesepuh takmir masjid. Hadir dalam kesempatan ini H Ashom (ketua PCNU Kota Semarang), H. Inamuzzahidin (koordinator Kopisoda), Hj Sri Suhanjati Sukri (tokoh Aisyiyah), H Imam Taufiq dari MUI Jateng, M. Rikza Chamami (dosen UIN Walisongo), dan pecinta kajian Mbah Sholeh Darat lainnya. Rencananya, kegiatan serupa diadakan rutin tiap Ahad minggu ketiga saban bulan.

Menurut Sri Suhanjati Sukri yang menggeluti penelitian mengenai Mbah Sholeh Darat berharap ke depan ada Mbah Sholeh Darat Center untuk menampung dan mengambangkan pemikiran dan hasil karya Mbah Sholeh Darat.

Tercatat 13 kitab yang telah ditemukan Kopisoda. Dan pada pertemuan kali ini Agus Taufiq memperlihatkan temuan kitab tambahan, yakni Aqiqatut Tajwid dan Fil Biladil Mukarramah al-Musyarrafah.

Para anggota Kopisoda yang aktif berkominikasi melalui media sosial ini akan berkunjung ke berbagai masjid dan lintas organisasi untuk mengenalkan lebih dalam sosok Mbah Sholeh Darat. Pertemuan mendatang 17 April bertempat di masjid Kauman Agung Semarang.

"Tidak ada sekat diantara kita, mbah Sholeh Darat milik kita semua," kata Agus Taufiq. (Mukhamad Zulfa/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Tegal, Kajian Bupati Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

PMII Bangkalan Jadikan Zikir dan Pikir Landasan Gerakan

Jakarta, Bupati Tegal - Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bangkalan menyatakan komitmen untuk zikir dan pikir sebagai titik tolak gerakannya. Mereka meyakini keduanya dapat mengantarkan gerakan mereka pada kesalehan individu dan kesalehan sosial.

Demikian disampaikan Ketua PMII Bangkalan Mufti Shohib dalam peringatan Harlah Ke-56 dan Isra Mi’raj di altar Stadion Gelora Bangkalan, Senin (25/4) malam.

PMII Bangkalan Jadikan Zikir dan Pikir Landasan Gerakan (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Bangkalan Jadikan Zikir dan Pikir Landasan Gerakan (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Bangkalan Jadikan Zikir dan Pikir Landasan Gerakan

“Dengan semangat dzikir sebagai maifestasi penghambaan kader, dengan semangat berpikir sebagai manifestasi tanggung jawab intelektualitas kader, dan dengan semangat amal sholih sebagai manifestasi PMII selaku insan pergerakan, PMII Bangkalan berkomitmen mengawal realisasi nilai zikir, pikir dan amal saleh di kalangan mahasiswa, birokrasi, kalangan politisi, akademi, dan masyarakat secara umum,” kata Mufti Shohib di hadapan ratusan kader PMII Bangkalan.

Pada peringatan harlah ini mereka mengangkat tema Meneguhkan Semangat Jihad PMII dengan Zikir, Pikir, dan Amal Sholeh. Mereka membaca shalawat bersama. Mereka juga menggelar tabligh akbar yang diisi da’i alumnus PMII KH Farmadi Hasyim. Peringatan ini  dimeriahkan oleh jam’iyah shalawat Nasyid Islami Bangkalan.

Bupati Tegal

Bupati Tegal

Mufti Shohib meyakini tema yang diusung ini dapat menggerakan aktivis PMII Bangkalan menuju arah yang lebih baik.

Peringatan ini merupakan acara puncak dari sejumlah rentetan acara yang diselenggarakan PMII Bangkalan dalam rangka peringatan Harlah Ke-56 PMII. Sebelumnya mereka mengadakan lomba karya ilmiah, lomba debat, pembinaan jurnalistik, publik speacking, dan temu alumni PMII Bangkalan.

Wakil Bupati Bangkalan Ir KH Mondir Rofii menyampaikan apresiasinya atas peringatan ini. “Kegiatan ini merupakan langkah yang sangat bagus oleh PMII Bangkalan. Mudah-mudahan PMII Bangkalan semakin berjaya dan mampu menjadi jawaban atas maraknya persoalan kebangsaan kita,” kata Ir KH Mondir Rofii. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kajian, Santri Bupati Tegal

Senin, 22 Januari 2018

Usai Bom di Samarinda, Para Ulama Sulbar Diminta Tingkatkan Kepedulian

Mamuju, Bupati Tegal - Setelah kasus bom gereja di Samarinda, Badan Nasional Penanggulangan Teroris langsung melakukan langkah dalam menghambat ajaran radikalisme dan terorisme di Indonesia. Kali ini BNPT melibatkan ulama dan dai se-Sulawesi Barat untuk ikut serta dalam melakukan proses pencegahan paham kekerasan dalam masyarakat.

Kegitan ini menghadirkan Direktur Deradikalisasi BNPT Irfan Idris sebagai pembicara nasional. Dalam paparnya ia menyampaikan bahwa, "Kita dikuasai kelompok radikalisme, untuk itu kita harus sharing informasi dalam menghambat paham kekerasan ini," ujarnya, Kamis (17/11) itu di hadapan 150 peserta dialog pelibatan dai FKPT Sulbar di Hotel DMaleo.

Usai Bom di Samarinda, Para Ulama Sulbar Diminta Tingkatkan Kepedulian (Sumber Gambar : Nu Online)
Usai Bom di Samarinda, Para Ulama Sulbar Diminta Tingkatkan Kepedulian (Sumber Gambar : Nu Online)

Usai Bom di Samarinda, Para Ulama Sulbar Diminta Tingkatkan Kepedulian

Irfan mengatakan, kelompok teroris adalah kelompok kecil tapi memiliki rencana yang besar, dan masyarakat adalah kelompok besar tapi tidak memiliki rencana yang besar. "Untuk itu saya mengajak kepada seluruh Indonesia khususnya masyarakat Sulawesi Barat dalam meningkatkan kepeduliannya dalam menghadapi tejangan kelompok kekerasan ini" pintanya.

Bupati Tegal

Menurutnya, dunia pendidikan dan tokoh pendidikan juga menjadi ujung tombak dalam melakukan tindakan pencegahan terhadap paham anti toleransi, khususnya bagi generasi muda negeri ini.

"Kehadiran BNPT dalam melakukan pencegahan dengan menggunakan pendekatan lunak perlu kita apresiasi dengan ikut terlibat dalam menghalau paham radikalisme dan terorisme dengan mengedepankan prinsip-prinsip moderat dan toleransi," tutupnya. (Mahbib)



Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kajian Bupati Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

IPNU-IPPNU Jepara Gelar Lomba Cipta Puisi

Jepara, Bupati Tegal . Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU kabupaten Jepara dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda dan Pahlawan menggelar Lomba Cipta Puisi. Perlombaan ini mengangkat tema “Sumpah Pemuda Bangkitkan Semangat Jiwa Kepahlawan Kader Bangsa”.

Puisi mesti dikirim peserta selambat-lambatnya Rabu (5/11) mendatang. Persyaratan lomba, di antaranya, peserta merupakan pelajar MTs atau sederajat, MA atau sederajat, serta Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU se-Kabupaten Jepara dengan usia 12-23 tahun; peserta juga mesti mendapat rekomendasi dari instansi terkait; serta menyertakan fotokopi kartu pelajar/ KTP.

IPNU-IPPNU Jepara Gelar Lomba Cipta Puisi (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Jepara Gelar Lomba Cipta Puisi (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Jepara Gelar Lomba Cipta Puisi

Persyaratan lain peserta adalah individu, setiap instansi diperbolehkan mengirimkan lebih dari 1 peserta dan setiap peserta hanya diperbolehkan mengirim satu puisi.

Bupati Tegal

 

Ketua IPNU Jepara, Muhammad Khoironi menyatakan kegiatan bertujuan untuk membangkitkan semangat menulis pelajar NU. Disamping itu, untuk mendorong kepedulian terhadap sejarah dan kemajuan bangsa.

Bupati Tegal

Bagi pemenang lanjut Khoironi 3 juara akan memperoleh tropi, sertifikat dan buku. “InsyaAllah karya terbaik akan kami bukukan dan publikasikan di web IPNU-IPPNU Jepara, tambahnya.

Info lanjut mengenai lomba silakan menghubungi 085 290 462 092 / 085 641 158 922/ 085 225 192 933. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kajian, Internasional Bupati Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

MWCNU Semin Pilih Kepengurusan periode 2012-2017

Gunungkidul, Bupati Tegal. Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Semin menggelar konferensi di Komplek Pondok Pesantren Al-Jauhar Sunan Pandanaran Dusun Tlepok Desa Semin Kecamatan Semin Kabupaten Gunungkidul, Ahad (22/4).?

Konferensi kali ini bertemakan “Menjalin Persaudaraan Untuk Membangun Kesadaran Bermasyarakat Berbangsa Dan Bernegara Yang Rohmatan Lil ‘ Alaminn.” Acara ini dibuka langsung oleh Camat semin.?

MWCNU Semin Pilih Kepengurusan periode 2012-2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Semin Pilih Kepengurusan periode 2012-2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Semin Pilih Kepengurusan periode 2012-2017

Selain itu Pengurus Muhammadiyah serta berbagai kalangan pemerintahan Kecamatan Semin baik sipil maupun militer Juga ikut serta dalam acara pembukaan konferensi tersebut. Konferensi MWCNU Semin Ke 10 ini diikuti 150 peserta dari PRNU se-Kecamatan Semin, Pengurus MWCNU Kecamatan Semin masa khidmat 2007-2012 dan dari PCNU Kabupaten Gunungkidul.

Bupati Tegal

“Rencananya acara pelantikan pengurus terpilih ? MWCNU Kecamatan Semin masa khidmat 2012-2017 akan dilaksanakan Pengajian Akbar yang Insyaallah akan dihadiri oleh Al-Habib Syeikh Bin Abdul Qodir Assegaf pada bulan Juni 2012,” tutur Mulyadi selaku Ketua panitia.

Dalam pemilihan Rais Syuriyah dilakukan dengan musyawarah yang memilih KH Mustajib Muhyi. Pemilihan Ketua Tanfidziyah juga dilakukan dengan musyawarah dan berhasil memilih Mulyadi ? sebagai Ketua Tanfidziyah MWCNU Semin Periode 2012 – 2017.

Bupati Tegal

Untuk penyempurnaan kepengurusan dibentuk Badan Formatur yang terdiri dari wakil Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama’ Kabupaten Gunungkidul, KH Mustajib Muhyi Sebagai Rois Syuriah terpilih, Mulyadi dan dibantu oleh 11 anggota yang terdiri dari wakilPengurus MWCNU demisioner dan ranting NU se-Kecamatan Semin.

Redaktur ? ? ? : Syaifullah Amin

Kontributor : ? Khairul Rasyid

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal PonPes, Kajian Bupati Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

Rem Kaki

Salah satu kegemaran Gus Dur adalah berkunjung dan berbincang dengan para kiai di berbagai pelosok, bahkan yang terpencil sekalipun. Suatu kali, Gus Dur berkunjung ke salah seorang kiai di Rembang, yakni Kiai Sulang Wahab.

Kiai yang namanya nyetrik ini cukup populer di kalangan pengikutnya. Istrinya adalah seorang anggota DPRD.

Saat itu istri Kiai Wahab mendapat jatah sepeda motor dinas yang kemudian langsung saja dijajal oleh kiai itu. Dan ternyata akibatnya lumayan, dia menabrak sebuah rumah. Sepeda motornya rusak sana-sini dan dia sendiri luka-luka.

“Kenapa Kiai bisa nabrak begitu?” tanya Gus Dur.

Rem Kaki (Sumber Gambar : Nu Online)
Rem Kaki (Sumber Gambar : Nu Online)

Rem Kaki

“Habis saya ngeremnya pakai rem kaki,”? jawabnya.

“Loh, bukannya memang musti pake rem kaki?” tanya Gus Dur heran.

Bupati Tegal

“Maksudnya, remnya pakai kaki saya, karena saya nggak tahu itu cara ngeremnya bagaimana,”

“Besok lagi jangan diulang, kiai! Rumah yang ditabrak bisa roboh,” kata Gus Dur. (Moh. Lilik Wijanarko Nawawi)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Tokoh, Kajian Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock