Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Maret 2018

UNU Sidoarjo Sediakan Beasiswa Tahfidz dan Santri dengan Pelbagai Jurusan

Sidoarjo, Bupati Tegal - Untuk memaksimalkan program pengabdian masyarakat, Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo menyediakan beasiswa bagi tahfidz, santri pesantren, dan santri panti asuhan. Pihak kampus membuka pendaftaran beasiswa pada 25 Agustus lalu hingga 16 September 2016.

Kabag Humas Universitas NU Sidoarjo Achmad Wahyudi menjelaskan, pelaksanaan salah satu item Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian Masyarakat di Universitas NU Sidoarjo dilakukan dengan cara memberikan beasiswa bagi tahfidz, santri pesantren, dan santri panti asuhan.

UNU Sidoarjo Sediakan Beasiswa Tahfidz dan Santri dengan Pelbagai Jurusan (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU Sidoarjo Sediakan Beasiswa Tahfidz dan Santri dengan Pelbagai Jurusan (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU Sidoarjo Sediakan Beasiswa Tahfidz dan Santri dengan Pelbagai Jurusan

"Universitas NU Sidoarjo menjalankan program pengabdian masyarakat dengan cara memberikan beasiswa untuk tahfidz Al-Quran, santri pondok, dan santri panti asuhan," kata Achmad Wahyudi saat ditemui di Universitas NU Sidoarjo, Selasa (6/9).

Publik bisa mendapatkan informasi lebih lanjut pada laman? www.unusida.ac.id atau menghubungi nomor 085102633369. Mereka yang sudah mendaftarkan diri akan menjalani beberapa tes yang dilaksanakan pada 19 September 2016.

Bupati Tegal

Bupati Tegal

Calon mahasiswa yang mendaftarkan diri melalui jalur tahfidz dapat memilih semua jurusan di Universitas NU Sidoarjo. Sedangkan pada jalur santri, mereka hanya disediakan Program Studi Sistem Informasi, Teknik Lingkungan, dan Teknik Kimia. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Tokoh Bupati Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Awak Redaksi NU Online Rutin Kaji Ushul Fiqih

Jakarta, Bupati Tegal ?

Para redaktur Bupati Tegal melakukan kajian rutin kitab Al-ijtihad an-Nash al-Waqi al-Mashlahah karangan Prof DR Ahmad Raisuni dari Maroko. Pengajian tersebut merupakan agenda rutin mingguan.

Awak Redaksi NU Online Rutin Kaji Ushul Fiqih (Sumber Gambar : Nu Online)
Awak Redaksi NU Online Rutin Kaji Ushul Fiqih (Sumber Gambar : Nu Online)

Awak Redaksi NU Online Rutin Kaji Ushul Fiqih

Pengajian kitab kuning tersebut diselenggarakan di kantor Redaksi Bupati Tegal lantai 5 gedung PBNU, Jakarta Pusat setiap Selasa pukul 16.00 WIB.

Menurut salah seorang redaktur Bupati Tegal Alhafiz Kurniawan, kajian mingguan ini digelar untuk menyegarkan kembali pelajaran-pelajaran yang dulu pernah diajarkan sewaktu di pesantren.

Bupati Tegal

“Teman-teman di sini (redaktur Bupati Tegal) masih membutuhkan kajian terhadap tema-tema tertentu,” katanya, Rabu (27/1).

Kitab yang tebalnya 90-an halaman ini berisi tentang metode pengambilan keputusan di dalam hukum Islam (Ushul Fiqih). Misalkan tentang hukum berijtihad, ijma, qiyas, dan bagaimana penerapan teori tersebut pada kasus-kasus riil demi mencari mashlahat tanpa mengabaikan nash atau realitas.

Metode kajian yang dilakukan oleh para redaktur ini bukan sekadar mendengarkan pengkaji, namun ada sesi tanya-jawab dan diskusi. Hal itu menambah suasana menjadi hidup.

Forum kajian ini terlihat santai dan para peserta bisa sambil ngopi. Moderator dengan bebas memfasilitasi para peserta yang berlatarbelakang dari berbagai pesantren dan perguruan tinggi.

Bupati Tegal

“Sebenarnya kegiatan ini merupakan hal yang sudah biasa dilakukan oleh warga NU, sebagaimana biasa disebut bahtsul masail. Dalam bahtsul masail terkandung unsur musyawarah. Dan apabila ada pembahasan yang kurang dipahami dari isi kitab tersebut, maka akan diajukan kepada Rais Syuriyah PBNU,” ? tambah Hafiz.

Kajian kitab selama satu jam ini diikuti oleh sekitar 10 awak redaktur Bupati Tegal. (Izzi Maulana/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Ahlussunnah, AlaNu, Tokoh Bupati Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

LKSB Sebut Kekayaan Budaya Indonesia Modal Membangun Bangsa

Jakarta, Bupati Tegal. Selain sumber daya alam yang melimpah, kekayaan tradisi dan budaya Indonesia menjadikan bangsa majemuk ini dipandang unik oleh sejumlah negara di dunia. Bahkan tak sedikit keunikan bangsa Indonesia untuk dijadikan fokus studi dan penelitian oleh para peneliti mancanegara.

LKSB Sebut Kekayaan Budaya Indonesia Modal Membangun Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
LKSB Sebut Kekayaan Budaya Indonesia Modal Membangun Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

LKSB Sebut Kekayaan Budaya Indonesia Modal Membangun Bangsa

Hal inilah yang dipandang oleh Lembaga Kajian Strategis Bangsa (LKSB) sebagai modal strategis membangun manusia Indonesia. Pembahasan tersebut mengemuka ketika LKSB menggelar diskusi refleksi 72 tahun Indonesia merdeka, Senin (28/8) di Gedung PBNU Jakarta.

Mendatangkan sejumlah narasumber dan aktivis pergerakan, Direktur Eksekutif LKSB Abdul Ghopur mengungkapkan, saat ini tidak sedikit generasi muda yang tak kenal dengan identitas budayanya. Bahkan banyak yang terlena oleh perkembangan teknologi digital sehingga menggerus kearifan lokal.

“Ternyata sekarang sebagian masyarakat bangsa ini mulai lemah dan tercerabut dari akar kultur dan naturnya sebagai bangsa Indonesia (Nusantara). Mulai tak mengenali Pancasila sebagai falsafah atau pandangan hidup berbangsa dan bernegara,” ujar Ghopur yang dalam diskusi kali ini mengambil tema Membangun Manusia Indonesia yang Adil dan Beradab.

Bupati Tegal

Mengingat falsafah agung Pancasila, forum LKSB juga menyayangkan ketika ada sejumlah kelompok yang anti-Pancasila. Di sisi lain, perlakuan tidak adil juga kerap dialami oleh kelompok tertentu yang berusaha mempertahankan tanah adat tempat tinggalnya salama bertahun-tahun, namun justru tergusur karena kepentingan korporasi dan politik.

“Di sinilah kita bersama mencoba menjawab secara komprehensif seluruh persoalan bangsa. Kita ingin menjelaskan betapa pentingnya Pancasila menjadi kompas dalam perjalanan berbangsa dan bernegara yang kian mengalami dekadensi moral dan distorsi bangsa,” jelas intelektual muda NU ini.

Ia menegaskan, begitu pentingnya Pancasila dihadirkan kembali dalam ruang publik yang belakangan sarat kontaminasi oleh kepentingan kelompok, nilai, maupun ideologi-ideologi privat.

Bupati Tegal

Hadir memberikan pengarahan Bendahara Umum PBNU Bina Suhendra. Di antara narasumber yang hadir ialah Ketua Umum Pengurus Besar Korps PMII Putri (Kopri) Septi Rahmawati, Ketua Umum GMNI Chrisman Damanik, Pengurus Pusat GMKI Korneles Galanjinjinay, Social Entrepreneur Moses Latuihamalo, dan Candra (GEMA Perhimpunan Indonesia-Tionghoa). (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal RMI NU, Ahlussunnah, Tokoh Bupati Tegal

Rais Syuriah NU Cepogo KH Muhammad Suparno Wafat

Boyolali, Bupati Tegal



Kabar duka kembali datang dari NU Soloraya. Beberapa hari lalu, Mustasyar PCNU Sukoharjo KH Agung Syuhada wafat. Kini, Senin (28/8), Rais Syuriah MWCNU Cepogo Boyolali KH Muhammad Suparno berpulang ke Rahmatullah.

Menurut keterangan dari pihak keluarga, almarhum meninggal pada pukul 00.30 WIB di kediamannya Sambungrejo Mliwis Cepogo Boyolali, karena sakit.

Rais Syuriah NU Cepogo KH Muhammad Suparno Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Syuriah NU Cepogo KH Muhammad Suparno Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Syuriah NU Cepogo KH Muhammad Suparno Wafat

Ketua PC GP Ansor Boyolali Khoirudin Ahmad mengungkapkan, semasa hidupnya Kiai Suparno dikenal sebagai sosok yang teguh dalam memperjuangkan dakwah Islam, khususnya di Cepogo.

“Selain di menjadi Rais Syuriah NU di Cepogo selama dua periode, beliau juga mengasuh beberapa majelis ta’lim mujahadah Asmaul Husna dan Jamuna,” terang Khoirudin.

Saat berita ini ditulis, diperoleh keterangan jenazah Kiai Suparno yang juga pengasuh Pesantren Bani Syansuri akan dimakamkan pada Senin Pukul 13.00 WIB di Pemakaman Kampung Sambungrejo.

Bupati Tegal

Lahu alfatihah! (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Sejarah, Tokoh Bupati Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Swara Nahdlatoel Oelama

Majalah bulanan Swara Nahdlatoel Oelama diterbitkan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Belum diketahui sejak kapan majalah ini terbit. Dokumentasi Perpustakaan PBNU dan Perpustakaan Nasional di Jakarta hanya menyimpan dari No. 6 Tahun ? ke-1, yang terbit pada bulan Jumadits Tsani 1346 H, hingga No. 12 Tahun ke-3, yang terbit bulan Dzul Hijjah 1348 H.?

Dengan data ini, berarti No. Tahun ke-1 terbit pada bulan Muharom 1346 atau Juni 1927. Alamat redaksi berpindah-pindah, nomor 6 tahun ke-1 di Jalan Kertopaten, Kebondalem No. 6, Surabaya. Terbitan nomor 12 tahun ke-1 di Jalan Bubutan Gang 1, Surabaya, dan lain-lain.

Swara Nahdlatoel Oelama (Sumber Gambar : Nu Online)
Swara Nahdlatoel Oelama (Sumber Gambar : Nu Online)

Swara Nahdlatoel Oelama

Tertera nama Hasan Gipo sebagai mudir atau direktur (foto samping kanan). Ahmad Dahlan bin Muhammad Ahid duduk sebagai sebagai anggota. Pada No. 12 Tahun ke-3, Abdul Wahab Hasbullah Tambakberas sebagai redaktur dan administrasi tercantum nama Dahlan bin Abdul Qohhar Kertosono.?

Rubrikasi majalah ini tidak jelas. Antara satu tulisan dengan tulisan lain hanya dipisahkan dengan baris dan dengan dua huruf hijaiyah “alif” dan “ha”, singkatan dari kata intaha, artinya habis.

Bupati Tegal

Sebagian besar artikel tidak mencantumkan nama penulisnya. Di antara penulis yang memunculkan namanya adalah Mas Alwi bin Abdul Aziz, Abdul Wahab Hasbullah.

Bupati Tegal

Majalah ini menggunakan bahasa Jawa dengan huruf pego atau pegon. Tapi, pada No. 11 Tahun je-3, ada satu tulisan yang diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu dengan aksara latin, yakni keputusan kongres NU ke-10.

Dalam menampilkan iklan, majalah tersebut menggunakan huruf latin berbahasa Melayu atau Belanda. Di antara Iklan yang muncul adalah iklan bank, hotel, toko pakaian, toko kitab, biro perjalanan haji, hingga toko tempat tidur Hadji Sirat.?

Jumlah halaman tidak pasti, nomor enam tahun pertama terdiri dari delapan halaman, halaman iklan terpisah, tidak ada nomor halamannya. Belum diketahui secara jelas kapan majalah ini mengakhiri terbitannya. Koleksi paling akhir yang dimiliki perpustakaan PBNU No. 12 Tahun ke-3, terbit pada bulan Dzul Hijjah 1348 H. (Hamzah Sahal)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Tokoh, Hadits Bupati Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Doa saat Terjerat Utang

Seorang sahabat mengadu kepada Rasulullah SAW terkait utang yang dideritanya. “Kenapa tidak amalkan Sayyidul Istighfar?” kata Rasulullah. Rasulullah menganjurkan sahabatnya untuk membaca tasbih berikut antara terbit fajar dan shalat Shubuh.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Doa saat Terjerat Utang (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa saat Terjerat Utang (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa saat Terjerat Utang

Subhânallâhi wa bi hamdih, subhânallâhil ‘azhîm, astaghfirullâh 100 kali.

Bupati Tegal

Artinya, “’Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya. Mahasuci Allah yang Maha Agung. Aku memohon ampun kepada Allah,’ 100 kali,” (Lihat Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas Al-Maliki, Ma Dza fi Sya‘ban, 1424 H, halaman 63). Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Tokoh, Nahdlatul Ulama, Humor Islam Bupati Tegal

Bupati Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Klinik LAZISNU ini Dibangun dari Iuran Warga Rp 500 Setiap Hari

Sukabumi, Bupati Tegal. Klinik warga NU Desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi diresmikan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar ditandai dengan potong tumpeng, penandatanganan plakat di halaman klinik tersebut pada Sabtu (30/5).

Klinik tersebut dibangun dari iuran warga Rp 500,- setiap hari selama dua tahun. Lembaga kesehatan ini dinamai Klinik Lazisnu, dari nama Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU).

Klinik LAZISNU ini Dibangun dari Iuran Warga Rp 500 Setiap Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
Klinik LAZISNU ini Dibangun dari Iuran Warga Rp 500 Setiap Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

Klinik LAZISNU ini Dibangun dari Iuran Warga Rp 500 Setiap Hari

Dalam kesempatan itu Wagub mengapresiasi sekali upaya warga yang luar biasa. Karena manfaat dan dampak sosialnya akan besar bagi warga sendiri.

Bupati Tegal

Di desa Nanggerang, yang tak jauh dari pasar Kecamatan Cicurug, warga kebanyakan bermata pencaharian buruh tani. Dengan iuran Rp 500,- per hari tersebut, mereka mampu mengumpulkan uang 24 juta per bulan dan 300 juta per tahun.

Bupati Tegal

Sementara, menurut Dedy Mizwar, untuk desa, pemerintah mampu menganggarkan 100 juta per tahun. “Jangan-jangan desa Naggerang tidak perlu ada pemerintah,” kelakarnya. ?

Program tersebut diinisiasi oleh Ketua PCNU Kabupeten Sukabumi KH R Abdul Basith yang tinggal di desa itu dan Kepala Desa Nanggerang.

Kesamaan visi pembangnan desa ini, antara ulama dan pemerintah desa, menurut Dedy Mizwar akan seperti pemerintahan Umar Abdul Aziz. Pada masa itu hampir tidak ditemukan orang yang berhak menerima zakat.

Tapi jika semua desa seperti itu, apakah kewajiban Allah mengenai zakat terhapus? Dedy Mizwar menjawab sendiri, pasti ada yang kekurangan desa lain, kabupaten lain, provinsi lain, atau negara lain.

“Nah, sekarang ada poliklinik, ibu-ibu PKK harus bersinergi dengg ZIS ini untuk memberdayakan lebih jauh lagi,” pintanya di hadapan ratusan warga.

Sambil berseloroh, ia mengatakan, dengan adanya klinik tersebut, warga Desa Naggerang jangan sampai ada yang bercita-cita ingin sakit. Supaya tidak gampang sakit, harus dijaga lingkungannya. Sampah harus dikelola dan diambil manfaatnya. Misalnya untuk pupuk organik.

Ia juga mengimbau untuk melakukan pemberdayaan ekonomi di masyarakat, meningkatkan penghasilannya. Salah satu caranya dengan menggerakkan koperasi.

Setelah peresmian klinik, Dedy Mizwar juga meresmikan pembangunan pesantren lansia Husnul Khotimah yang dikelola Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi KHR Abdul Basith.

Hadir pada dua peresmian tersebut Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Sukabumi KH Mahmud Mudrikah Hanafi beserta beberapa pengurus NU lain, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Tokoh Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock