Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Maret 2018

PMII Perkuat Kaderisasi

Pontianak, Bupati Tegal. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dikenal sebagai organisasi pencetak pemimpin hebat di negeri ini.?

Salah satu kadernya adalah, Menteri Tenaga Kerja, Muhaimin Iskandar. PMII terus mencetak pemimpin baru dengan cara memperkuat kaderisasi.

PMII Perkuat Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Perkuat Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Perkuat Kaderisasi

“Kita memperkuat doktrin kaderisasi. Mahasiswa yang telah melewati kaderisasi PMII, dia harus lebih peka terhadap masyarakat dan negeri ini. Kepekaan sosial inilah yang terus kita tanamkan agar kader PMII memberikan manfaat bagi negara dan bangsa,” kata Ketua Umum PB PMII, Addin Jauharuddin saat temu kader di Pondok Nelayan Pontianak, Jumat (10/5) lalu.

Bupati Tegal

Dijelaskan pria kelahiran Cirebon ini, PMII memiliki basis di kampus-kampus. Untuk itu, ada tiga hal yang saat ini diperkuat, yakni taat organisasi, kaderisasi, dan memperkuat basis di kampus. Masuk PMII itu berarti masuk dunia organisasi. Seorang kader PMII harus memahami seluk beluk berorganisasi.

“Kalau sudah memahami tata cara berorganisasi, di masyarakat akan mudah bergaul dan masuk ke dunia apa saja. Bukan tidak mungkin, kader PMII akan menjadi pemimpin di masyarakatnya,” ujar Addin.

Bupati Tegal

Salah satu kekuatan organisasi adalah militansi. Saat melakukan sebuah pergerakan untuk mencapai tujuan, diperlukan militansi dan kekompakan. Untuk mendapatkan militansi, diperlukan kaderisasi yang mantap.?

“Kemudian, kita memperkuat basis di kampus terutama yang umum. Maksudnya, PMII tidak lagi memiliki basis di kampus Islam, melainkan juga di perguruan tinggi umum. Tujuannya, PMII tak lagi membicarakan masalah agama an sich, melainkan persoalan apa saja yang dihadapi masyarakat,” beber pria yang sedang kuliah S2 di Universitas Nasional Jakarta.

Sosok kader PMII nantinya tidak hanya hebat dalam berbicara agama, melainkan juga politik, ekonomi makro, ekonomi mikro, kedokteran, pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. Dengan keragaman kader seperti itu akan membuat PMII semakin kuat di masyarakat.?

“Selain itu, kita juga meminta seluruh kader dalam melaksanakan agenda formal harus di kampus. Sebab, PMII basis utamanya di kampus. Jangan lari dari kampus,” instruksi Addin.?

PMII bisa dikatakan sebagai organisasi kemahasiswaan yang sangat besar di Indonesia. Hampir seluruh kampus di Indonesia ada PMII-nya. Wajar apabila pemerintah banyak menaruh harapan pada PMII untuk bisa mengkader mahasiswa jadi pemimpin hebat.

“Pemerintah telah mempercayai kita untuk menyelenggarakan ASEAN Youth Assembly. Kepercayaan tersebut sebagai wujud nyata PMII untuk pemuda dan Indonesia. Kita terus berkiprah agar bisa melahirkan pemimpin masa depan Indonesia,” tekad Addin.?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Rosadi Jamani?

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pendidikan Bupati Tegal

Selasa, 20 Februari 2018

Gus Mus: Bangsa Kita Punya Karakter, Jangan Jadi Bebek

Boyolali, Bupati Tegal. Presiden Soekarno pernah mengatakan pada hakikatnya setiap bangsa memiliki karakternya masing-masing. Begitu juga dengan bangsa Indonesia memiliki sebuah karakter yang terwujud dalam pelbagai hal. Dalam kebudayaannya, dalam perekonomiannya, dalam wataknya dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita mesti jaga betul karakter yang dimiliki bangsa ini. “Bangsa kita punya karakter sendiri, Jangan hanya terus menjadi bebek yang mudah terpengaruh hal yang datang dari luar,” tegas Rais Aam PBNU KH Mustofa Bisri di depan jamaah Pengajian Akbar yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Boyolali Jawa Tengah di Masjid Kabupaten, Senin (16/3) malam lalu.

Gus Mus: Bangsa Kita Punya Karakter, Jangan Jadi Bebek (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Bangsa Kita Punya Karakter, Jangan Jadi Bebek (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Bangsa Kita Punya Karakter, Jangan Jadi Bebek

Gus Mus menilai, beberapa fenomena yang terjadi belakangan ini, seperti halnya beberapa WNI yang hendak bergabung dengan ISIS dan lain sebagainya, merupakan sebuah pertanda akan kurangnya pemahaman karakter yang dimiliki bangsa Indonesia.

Bupati Tegal

“Tidak semua yang datang dari luar itu baik. Jangan dikira mereka yang mengibarkan bendera ‘La ilaha illallah’ pasti bagus. Yang terjadi justru sebaliknya, mereka banyak berbuat kekerasan,” kata kiai yang juga budayawan ini.

Bupati Tegal

Sikap yang mesti dipegang oleh bangsa ini, lanjut Gus Mus, yakni sikap sak madyo (Jawa: sedang) atau tawasuth. “Itulah akhlak yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw,” tutur Pengasuh Pesantren Roudlotut Tolibin Rembang itu.

Hal lain yang disampaikan Gus Mus kepada para jamaah, yakni untuk senantiasa bersyukur kepada nikmat hidayah yang diberikan Allah kepada kita.?

“Bayangkan seorang paman Nabi yang tidak diberikan hidayah dan tetangga Nabi yang justru membenci Nabi. Tapi kita yang jauh di Boyolali ini, alhamdulillah dapat diberikan rasa cinta kepada Nabi. Maka wajib bagi kita untuk bersyukur atas nikmat tersebut,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Bupati Boyolali dan beberapa jajaran PCNU Kabupaten Boyolali. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal News, Sholawat, Pendidikan Bupati Tegal

Sabtu, 10 Februari 2018

Apel Ribuan Anggota Banser Batang Diwarnai Sejumlah Atraksi

Batang, Bupati Tegal. Menyambut Harlah Gerakan Pemuda Ansor ke-81 Tahun 2015, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Batang menyelenggarakan kegiatan Apel Banser. Kegiatan yang dilaksanakan di Tanah Wakaf Warga NU Batang di Desa Clapar Kecamatan Subah tersebut diikuti oleh jajaran pengurus Ansor dan ribuan anggota banser serta 200 anggota Fatayat Serbaguna (Fatser).

Apel Ribuan Anggota Banser Batang Diwarnai Sejumlah Atraksi (Sumber Gambar : Nu Online)
Apel Ribuan Anggota Banser Batang Diwarnai Sejumlah Atraksi (Sumber Gambar : Nu Online)

Apel Ribuan Anggota Banser Batang Diwarnai Sejumlah Atraksi

Hadir dalam acara yang digelar akhir pekan (9/5) tersebut Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor Yaqut Kholil, Kasatkornas Banser Alfa Isnaeni, PW GP Ansor Jateng beserta Kasatkorwil, Jajaran Muspida dan Muspika se-Kabupaten Batang, anggota DPRD, pengurus PCNU Batang, perwakilan Badan Otonom dan Lembaga NU, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta berbagai tamu undangan lainnya. Bertugas sebagai pimpinan apel, sahabat Casmito dari Satkoryon Banser Gringsing.

Menurut penuturan ketua panitia penyelenggara, Mahfud Syaefudin, kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan harlah yang keempat. Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut menyukseskan kegiatan tersebut, khususnya kepada ribuan anggota Banser yang nampak begitu kompak.

Bupati Tegal

Ketua GP. Ansor Kabupaten Batang, Umar Abdul Jabar dalam sambutannya menyampaikan bahwa Banser merupakan garda depan sekaligus benteng ulama dan umaro. Maka menjaga Pancasila dan keutuhan NKRI adalah harga mati. Karena itulah mental dan fisik harus disiapkan, terlebih dengan maraknya gerakan ISIS saat ini.

Bupati Tegal

Berbagai atraksi juga disuguhkan dalam kegiatan ini. Di antaranya adalah unjuk kekebalan tubuh, seni beladiri, berkendara dengan tutup kepala, Parkour dan Capuera yang merupakan olahraga tren budaya Brasil juga tampak apik ditampilkan oleh sahabat-sahabat Banser.

“Dalam acara ini sekaligus pemberian hadiah pada lomba voli, Simtuddurar dan akreditasi antar PAC,” imbuhnya.

Kasatkornas Banser, Sahabat Alfa Isnaeni dalam paparannya menyampaikan bahwa sahabat-sahabat Banser tidak perlu minder karena kesan kampungan dan lain sebagainya yang menyudutkan. Perlu diketahui bersama bahwa saat ini banyak dari kalangan Pejabat, Pengusaha, Anggota legislatif, Anggota TNI/Polri ikut menjadi Anggota Ansor dan Banser.

Rais Syuriah PCNU Batang, KH Abdul Manap juga mengimbau bahwa Banser harus menggandeng TNI dan Polri untuk bersama-sama menjaga keutuhan NKRI. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pendidikan, Nusantara, Ubudiyah Bupati Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

RMI Jateng Ajak Santri Sadar Investasi

Surakarta, Bupati Tegal

Rabithah Maahid Islamiyah NU (RMI-NU) Jawa Tengah menggelar Silaturahim Daerah (Silatda) “Gerakan Ayo Mondok” di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, 17-19 Oktober 2017. Dalam rangkaian Silatda turut dihelat Seminar Pasar Modal Syariah dengan tema Santri Sadar Investasi, Rabu (18/10).



Seminar tersebut diikuti sekitar 200 santri, dengan menghadirkan pembicara Supervisor Sharia Capital Market Development Indonesia Stock Exchange, 
Derry Yustria; dan perwakilan Panin Sekuritas Solo H Subiyanto. 

RMI Jateng Ajak Santri Sadar Investasi (Sumber Gambar : Nu Online)
RMI Jateng Ajak Santri Sadar Investasi (Sumber Gambar : Nu Online)

RMI Jateng Ajak Santri Sadar Investasi

Pada sesi pertama, para santri diajak untuk mengenal pasar modal syariah, khususnya ajakan untuk berinvestasi di saham syariah. Derry menjelaskan bahwa saham adalah tanda bukti kepemilikan terhadap suatu perusahaan.

"Dengan berinvestasi di saham syariah, seorang investor akan mendapatkan capital gain dan deviden," kata Derry.

Perusahaan yang menawarkan saham di Bursa Efek Indonesia dan sahamnya termasuk sebagai saham syariah sebenarnya ada di sekitar kita.

Bupati Tegal

"Selama ini kita hanya bertindak sebagai konsumen, tetapi belum banyak menyadari bahwa keuntungan dari hasil penjualan produk-produk perusahaan yang sahamnya ditawarkan di Bursa Efek Indonesia juga akan dinikmati oleh investor dalam bentuk deviden dan kenaikan harga saham perusahaan tersebut," lanjutnya.

Selain itu, para santri dikenalkan dengan istilah IHSG yaitu Indeks Harga Saham Gabungan serta makna dari naik turunnya nilai IHSG yang selama ini sering kita ketahui melalui media-media nasional baik cetak maupun eletronik. 

Para santri juga diajak untuk mengenal istilah inflasi. Pentingnya kesadaran untuk berinvestasi di pasar modal syariah bagi para santri adalah bahwa dengan berinvestasi nilai uang pada saat ini lama-lama akan tergerus oleh waktu akibat inflasi. Oleh sebab itu penting bagi para santri untuk melindungi nilai uang saat ini dengan berinvestasi agar nilai uang pada saat ini tidak tergerus oleh inflasi di masa depan dengan ikut mensukseskan Gerakan Yuk Nabung Saham Syariah.

Bupati Tegal

Pada akhir tahun 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) mencatatkan kinerja yang lebih tinggi dibandingkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara Year to Date dimana ISSI mencatatkan kenaikan 18,6% sementara IHSG mencatatkan kenaikan sebesar 15,3%.

Hal tersebut menandakan, kinerja saham-saham syariah lebih tinggi dibanding keseluruhan kinerja saham yang ada di Bursa Efek Indonesia. Oleh sebab itu, partisipasi santri dalam mengembangkan pasar modal syariah menjadi elemen yang penting dalam upaya memajukan keuangan syariah di Indonesia. Per Okober 2017 menurut materi presentasi yang disampaikan, tercatat sudah ada 345 saham syariah yang ditawarkan oleh Bursa Efek Indonesia sebagai pilihan instrumen investasi.

Sementara itu, H Subiyanto memaparkan bertransaksi di pasar modal melalui aplikasi POST Syariah (PaninSekuritas Online Stock Trading Syariah). Panin Sekuritas Online Stock Trading Syariah atau POST Syariah adalah sistem perdagangan saham melalui internet (online stock trading), saham-saham yang bisa ditransaksikan adalah saham-saham yang sesuai dengan prinsip syariah sebagaimana yang diatur dalam Fatwa Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (“DSN-MUI”) dan peraturan OJK mengenai pasar modal syariah.





POST Syariah telah memperoleh Sertifikasi dari Dewan Syariah Nasional berdasarkan Surat Keputusan Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia No. 007.18.02/DSN-MUI/XI/2012 tanggal 12 November 2012 tentang Kesesuaian Syariah atas Sistem POST Syariah untuk PT Panin Sekuritas Tbk. Dengan demikian POST Syariah dapat digunakan untuk melakukan transaksi saham secara syariah. Saham-saham yang tidak termasuk dalam saham syariah tidak dapat ditransaksikan. Di akhir sesi, lima peserta seminar mendapatkan hadiah berupa pembukaan akun dari Panin Sekuritas.  (Muhammad Alan Nur/Kendi Setiawan). Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pendidikan, Internasional, Kiai Bupati Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Sidang Pertama, Ahok Menangis di Hadapan Majelis Hakim

Jakarta, Bupati Tegal



Terdakwa kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menangis saat menjelaskan hubungan dekatnya dengan keluarga angkatnya yang beragama Islam di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara dalam sidang perdana perkara penistaan agama.

Sidang Pertama, Ahok Menangis di Hadapan Majelis Hakim (Sumber Gambar : Nu Online)
Sidang Pertama, Ahok Menangis di Hadapan Majelis Hakim (Sumber Gambar : Nu Online)

Sidang Pertama, Ahok Menangis di Hadapan Majelis Hakim

"Saya lahir dari pasangan non-Muslim, tapi saya juga diangkat oleh keluarga Muslim," ujar Ahok di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa.

"Ayah saya dengan ayah angkat saya bersumpah untuk menjadi saudara sampai akhir hayatnya. Kecintaan ayah angkat saya terhadap saya sangat berbekas terhadap diri saya sampai dengan hari ini," kata Ahok seraya terisak.

Kemudian, Ahok yang mengenakan batik panjang bernuansa cokelat itu terlihat diberikan sehelai tisu oleh panitia sidang.

Bupati Tegal

"Bahkan uang pertama S2 saya dibayar oleh kakak angkat saya," lanjut Ahok.

"Saya seperti orang yang tidak tahu berterima kasih apabila saya tidak menghargai agama dan kitab suci orang tua dan kakak angkat saya Islam yang sangat taat," kata Ahok.

"Saya sangat sedih saya dituduh menista agama Islam. Tuduhan itu sama saja dengan saya mengatakan saya menista orang tua angkat dan saudara-saudara angkat saya sendiri yang sangat saya sayangi dan juga sangat sayang kepada saya," tambah dia.

Dalam kehidupan pribadinya, Ahok mengatakan banyak berinteraksi dengan teman-teman yang beragama Islam, termasuk dengan keluarga angkatnya almarhum H. Andi Baso Amir yang dia sebut merupakan keluarga Muslim yang taat.

Selain belajar dari keluarga angkat, Ahok mengatakan juga belajar dari guru-guru yang taat beragama Islam dari kelas 1 SD Negeri sampai dengan kelas 3 SMP Negeri.

Bupati Tegal

Calon Gubernur Jakarta bernomor urut dua tersebut menjelaskan dia tidak berniat menista agama Islam dan menghina para ulama dalam pidato yang ia sampaikan saat kunjungan kerja ke Pulau Seribu, tepatnya 27 September 2016.

Dalam tanggapannya, ia membacakan salah satu subjudul dari buku yang ia tulis tentang penyalahgunaan surat Al Maidah ayat 51 oleh para politisi.

"Bisa jadi tutur bahasa saya yang memberikan persepsi atau tafsiran yang tidak sesuai dengan apa yang saya lihat dan yang saya maksud. Ada oknum atau elite yang berlindung di balik ayat suci. Mereka menggunakan surat Al Maidah ayat 51 yang isinya melarang kaum nasrani dan yahudi menjadi pemimpin mereka," kata Ahok. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pendidikan, Internasional Bupati Tegal

Senin, 01 Januari 2018

Nurul Musthofa Hegarmanah Sosialisasikan Ayo Mondok

Garut,Bupati Tegal. Menyambut bulan suci Ramdhan, Pesantren Nurul Musthofa Hegarmanah menggelar kegiatan “Sambut Ramdhan dengan Berbagi”. Acara tahunan tersebut diisi dengan santunan yatim dhuafa, gema sholawat oleh Ikatan Hadroh Marawis Garut (IHMAGA), ceramah Da’i Jinak (ngaji bersama anak).

Tak hanya itu, pesantren tersebut menyosialisasikan gerakan Ayo Mondok yang dipimpin pengasuh pesantren tersebut Uststadz Nuroni Yusron Fauzi.

Nurul Musthofa Hegarmanah Sosialisasikan Ayo Mondok (Sumber Gambar : Nu Online)
Nurul Musthofa Hegarmanah Sosialisasikan Ayo Mondok (Sumber Gambar : Nu Online)

Nurul Musthofa Hegarmanah Sosialisasikan Ayo Mondok

“Telah kita mafhumi bahwa pesantren mencetak generasi berakhlak. Ketika sekolah mencetak manusia pintar, pesantren tampil sebagai basis pendidikan pencetak orang-orang benar,” ujar Nuroni dalam sambutannya, Ahad (14/6/15).

Bupati Tegal

Sosialisasi gerakan nasional Ayo Mondok yang diprakarsai Rabithah Ma’ahid Nahdlatul Ulama (RMI-NU) di Pesantren Nurul Musthofa ini sebagai langkah membuka paradigma kepada masyarakat untuk segera kembali ke pondok. Pesantren sudah menjawab tantangan zaman dengan pola pendidikan yang menekankan kepada ilmu dan akhlaq.

Bupati Tegal

Hadir pada kesempatan itu Kepala Desa Talagasari terpilih Riki Ismail Barokah yang juga membuka program Peduli Guru Ngaji yang diinisiasi pesantren tersebut. Ia sangat mendukung acara yang diselenggarakan Pesantren Nurul Musthofa ini.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh Pesantren Nurul Musthofa. Saya akan  ikut terjun langsung dengan program pesantren yang sejalan dengan pemerintah,”ujar Kades Termuda Jawa Barat ini. (Roy Fauzi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Budaya, Pendidikan, Jadwal Kajian Bupati Tegal

Televisi Indonesia: Kekerasan, Horor dan Seks

Jakarta, Bupati Tegal. Kritik pedas untuk televisi di Indonesia. Tayangan televisi di negeri ini belakangan boleh dikelompokkan tidak lebih sebatas pada tiga hal, yakni tayangan yang mempertontonkan adegan kekerasan, tayangan menyeramkan atau horor dan tontonan tentang hubungan seksual lawan jenis.

Demikian disampaikan Ketua Komunitas Melek Media Televisi Teguh Imawan saat berbicara pada sarasehan bertajuk “Remaja dalam Bingkai Sinetron dan Film Indonesia” yang digelar Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (22/11).

Selain, Teguh Imawan, hadir pula sebagai narasumber pada acara rangkaian dari peluncuran website IPBupati Tegal dan majalah LENSA Remaja itu, artis Ray Sahetapy yang juga Ketua Kajian Pendidikan Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) dan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Sinansari Encip.

Televisi Indonesia: Kekerasan, Horor dan Seks (Sumber Gambar : Nu Online)
Televisi Indonesia: Kekerasan, Horor dan Seks (Sumber Gambar : Nu Online)

Televisi Indonesia: Kekerasan, Horor dan Seks

Menurut Teguh, panggilan akrab Teguh Imawan, tiga jenis tayangan televisi itu merupakan cerminan dari mayoritas konsumen televisi di tanah air. “Penonton mayoritas televisi, terutama tayangan jenis VHS (violence [kekerasan], horror and sex) itu adalah masyarakat yang berpendidikan rendah. Pendidikan rendah ini melahirkan selera tontonan yang rendah pula,” terangnya.

Hal itu, katanya, terjadi karena stasiun televisi memiliki dua misi utama, yakni mencari sensasi dan mengejar rating tinggi yang pada dasarnya demi keuntungan ekonomis sebesar-sebesarnya. “Saya dulu pernah bekerja di sebuah production house (rumah produksi-Red). Tiap detik yang kami pikirkan adalah bagaimana membuat tontonan yang rating-nya tinggi,” tandasnya.

Bupati Tegal

Selain itu, lanjutnya, tayangan televisi, terutama sinetron, lebih banyak menampilkan khayalan-khayalan. Yang terjadi kemudian, katanya, masyarakat sebagai konsumen tidak lagi bisa membedakan antara tayangan yang bersifat fakta dengan tayangan hasil rekaan.

“Misalkan tayangan tentang alam kubur. Si sutradara seolah-olah sangat tahu apa yang terjadi pada kehidupan setelah mati. Dibumbui ayat-ayat suci Alquran, jadilah si penonton percaya bahwa itu sebuah kebenaran,” jelas Teguh.

“Misalkan lagi, sinetron yang menceritakan seorang perempuan yang hamil di luar nikah. Kalau tayangan seperti terus ada, masyarakat nantinya akan menganggap hal itu sebagai sesuatu yang wajar, dan akhirnya akan dianggap sebagai kebenaran juga,” imbuhnya.

Sementara itu, Ray Sahetapy mengungkapkan fakta di balik sukses sebuah tayangan televisi. Menurutnya, dalam pembuatan sebuah sinetron, yang paling berpengaruh adalah sang produser, bukan sutradaranya. Sebaliknya, pada film yang yang memiliki peran utama adalah sang sutradara.

Bupati Tegal

“Kalau film, Ooo… itu karya Garin Nugroho (sutradara film kenamaan), misal. Jadi yang disebut sutradaranya. Tapi kalau sinetron, sebut saja Ram Punjabi (pemilik production house Multivision Plus). Beda dengan teater. Yang lebih dikenal adalah aktornya,” jelas Ray, begitu panggilan akrab mantan suami artis Dewi Yull itu.

Sedikit berbeda dengan keduanya, Sinansari Encip mengungkapkan betapa saat ini Lembaga Sensor Film Indonesia (LSFI) tidak banyak memiliki peran dalam menyeleksi mana film dan sinetron yang layak tayang atau tidak. “Salah satu tugas LSFI adalah menyensor tayangan yang, misalkan, ada unsur kekerasan, cabul atau merendahkan nilai-nilai agama. Tapi sampai hari ini masih banyak tayangan yang seperti itu,” tuturnya.

Hal itu juga, lanjut Encip, tak bisa dilepaskan dari tuntutan kejar tayang dari pada stasiun televisi yang bersangkutan. “Jadi, misalkan sebuah sinetron, tayangnya malam hari, bikinnya pagi atau siangnya. Baru sorenya diserahkan kepada LSFI. Kalau begitu, gimana LSFI bisa menyensornya kalau tidak ada waktu yang cukup,” terangnya. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pendidikan, Amalan Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock