Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2018

Panggilan Selamat KH Habib Utsman Al Aydarus

Panggilan selamat merupakan bunga rampai tulisan karangan KH Habib Utsman Al-Aydarus yang tertuang dalam buletin yang diterbitkannya bernama Panggilan Selamat. Ia menulis di buletin tersebut selama lebih dari satu dasawarsa (1974-1985).?

KH Habib Utsman merupakan tokoh NU Jawa Barat. Ia adalah Rais Syuriyah PWNU dari tahun 1960 hingga 1970. Jalur dakwahnya, selain melalui lisan, ia lakukan juga melalui lembaga pendidikan Assalaam. Sementara dakwah melalui tulisan ia sampaikan melalui Sumber Pemdaban,Al Muslih, Tutungkusan, dan Panggilan Selamat. (halaman 3).

Panggilan Selamat KH Habib Utsman  Al Aydarus (Sumber Gambar : Nu Online)
Panggilan Selamat KH Habib Utsman Al Aydarus (Sumber Gambar : Nu Online)

Panggilan Selamat KH Habib Utsman Al Aydarus

Panggilan Selamat diterbitkan dua hingga empat kali sebulan. Edisi perdana dikeluarkan pada 21 Juli 1974 (l Jumadil Awwal 1384 H.) dengan pokok bahasan mengenai “Hidup” dan terakhir terbit dengan nomor 255 yang berisi uraian tentang Rabbana aatina fiddunyaa hasanah, wafil akhirati hasanah wa qinaa adzaban naar.?

Menurut putranya, KH Habib Syarif bin Utsman, judul tulisannya itu seolah-olah isyarat dia akan meninggal dunia pada1985 pada usia 75 tahun. Tulisan itu dipersiapkan seminggu sebelum wafatnya.?

Secara garis besar, khazanah pemikiran Habib Utsaman terbagi ke dalam beberapa topik, antara lain, Islam sebagai agama yang haq (benar), hakikat manusia, hakikat kehidupan, arkanul iman dan implikasinya dalam amal saleh, arkanul Islam berikut hikmah amaliahnya, akhlaq dan tasawuf, peristiwa-peristawa besar yang sarat makna, asmaul husna, dan kapita selekta tentang kehidupan sehari-hari.?

Panggilan Selamat yang ada di tangan penulis ini hanya memuat 135 tulisan yang dimulai dari tulisan kesatu Kemerdekaan dan yang terakhir Lebaran.?

Bupati Tegal

Pada tulisan Kemerdekaan, ia memulainya dengan ungkapan seperti berikut ini:?

Alhamdulillah! Kita bersyukur dan berterima kasih kepada Allah Yang Maha Besar dan Maha AGung yang telah menjadikan kita jadi manusia, bukan dijadikannya kayu, batu, dan bainatang. Ditambah dengan diberi-Nya akal dan iman, diberi-Nya kemerdekaan, bahkan menjadi umat Nabi Muhammad. (halaman 12)

Ia menyebutkan bahwa kemerdekaan itu harus dijaga sebagai rasa syukur bangsa Indonesia kepada Allah. Ia mengimbau untuk waspada dari musuh luar dan dalam. Insyafkanlah kalau itu berada di dalam bangsa kita, usirlah kalau lain bangsa.?

Bupati Tegal

Tulisan itu ditutup amanat dia kepada angkatan muda sebangsa, senegara, dan seagama, terutama yang beragama Islam, wajib kiranya merenungkan 6 pasal ini:?

Benar dan kuat benteng iman

Teguh dan jaza, keyakinan dan pendirian

Lurus bersih beres barisan

Terus maju, tidak mundur setapak kaki pun hingga selesai jihad dan perjuangan?

Insyafilah kekurangan terutama kesalahan

Lekaslah dan banyak-banyak bertaubat kepada Allah? Kumpulan tulisan-tulisan Habib Utsman ini menambah khazanah keilmuan tokoh-tokoh NU yang kurang dikenal warganya ini. Padahal pada masanya Habib Utsman merupakan salah seorang tokoh yang turut membantu mendirikan Universitas Nahdlatul Ulama (UNNU) yang sekarang menjadi Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung, anggota Dewan Kurator Universitas Islam Bandung (Unisba).





Info Buku

Judul ? ? ? ? ? ? : Panggilan Selamat?

Penulis ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : KH Habib Utsman Al-Aydarus

Penerbit ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : Yayasan Assalam Bandung

Jumlah halaman ? ? : 618 halaman?

Cetakan Pertama ? ? ? ? : tanpa tahun

Peresensi ? ? ? ? ? ? ? : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pahlawan, Quote Bupati Tegal

Rabu, 07 Februari 2018

Terima Penghargaan, Ketua PBNU Imam Aziz Terbang ke Korea

Jakarta, Bupati Tegal. Ketua PBNU Imam Aziz memulai lawatannya ke Korea Selatan selama sepekan untuk menerima anugerah perdana istimewa dari Jeju Peace Foundation, Senin (30/3) malam. The Jeju 4.3 Peace Foundation (Yayasan Perdamaian Jeju 3 April) Korea menetapkan pria kelahiran Pati ini sebagai tokoh perdamaian.

Terima Penghargaan, Ketua PBNU Imam Aziz Terbang ke Korea (Sumber Gambar : Nu Online)
Terima Penghargaan, Ketua PBNU Imam Aziz Terbang ke Korea (Sumber Gambar : Nu Online)

Terima Penghargaan, Ketua PBNU Imam Aziz Terbang ke Korea

“Saya malam ini jam 23:00 didampingi istri dan anak laki-laki serta asisten akan terbang ke Korea,” tutur Imam Aziz kepada Bupati Tegal Senin malam di ruang lantai 2 gedung PBNU Jl Kramat Raya 164, Jakarta.

Seperti diwartakan, aktivis yang juga Ketua Panitia Pelaksana Muktamar ke-33 NU ini dua bulan lalu menerima kunjungan kehormatan lima orang tamu dari The Jeju 4.3 Peace Foundation Korea. Rombongan tamu tersebut diterimanya di lantai 4 gedung PBNU, Selasa, 27-1-2015.

Bupati Tegal

Sejarah mencatat, peristiwa Jeju 3 April 1948 merupakan insiden tragis yang menimbulkan korban terbesar kedua pascaperang Korea dalam sejarah Korea modern. Saat itu, muncul kekacauan menyusul kemerdekaan dari penjajahan Jepang. Ya, penduduk Jeju mengalami kerugian yang mengerikan atas kehidupan dan properti mereka. Sayangnya, investigasi mendalam atas insiden itu tidak dilakukan selama lebih dari setengah abad.

Bupati Tegal

Jeju merupakan satu dari sembilan provinsi di Korea Selatan. Pada tahun 1910, Jepang menduduki Korea, termasuk Jeju. Hal tersebut mengingatkan sebuah masa sulit dan paceklik bagi penduduk pulau tersebut. Banyak dari mereka terpaksa melakukan perjalanan ke daratan atau Jepang untuk bekerja.

Kepedulian Imam Aziz atas korban tragedi kemanusiaan di Indonesia menyusul pecahnya G30S/PKI menyebabkan ketertarikan salah satu lembaga nirlaba Korea kepada dirinya. Imam Aziz menginisiasi berdirinya “Syarikat (Masyarakat Santri untuk Advokasi Rakyat) Indonesia” untuk kepentingan rekonsiliasi masyarakat sipil.

Imam Aziz mengatakan, ia bersama rombongan akan tinggal selama sepekan di Korea. “Jumat siang, atau malam mungkin sudah kembali ke Jakarta setelah singgah sebentar di Bali,” tutur pria kelahiran Pati ini.

Setelah itu, lanjutnya, langsung tancap gas rapat-rapat persiapan dan mengawal agenda Muktamar NU. “Sepulang dari sana, saya langsung gelar rapat gabungan soal keamanan dan transportasi. Kemudian, tanggal 9-10 April ada rangkaian agenda pra-muktamar di Lombok Tengah, NTB,” pungkasnya. (Musthofa Asrori/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pahlawan Bupati Tegal

Sabtu, 27 Januari 2018

Gus Dur di Masa Kecilku

? Aku yakin nama kawanku itu tafaul pada sosok Gus Dur, sebab dari guruku inilah aku sering mendengar cerita perihal Abdurrahman Wahid. Bagi guruku dan tentu di angan-angan kami saat mendengar guruku bercerita, Gus Dur ini sosok yang begitu luar biasa.

Pernah dengan sungguh-sungguh kami mendengar guruku bercerita tentang ilmu laduni, mukjizat nabi-nabi, keutamaan Rasulullah, dan juga tentu tokoh legendaris Nabi Khidir, sampai ke Wali Songo.

Gus Dur di Masa Kecilku (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur di Masa Kecilku (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur di Masa Kecilku

Dan Gus Dur memiliki ciri-ciri itu yang membuatnya sedemikian luar biasa. Bahkan kadang dibumbui cerita-cerita yang membuat terpukau tentang asal muasal keluarganya, sampai ke Joko Tingkir. Tentang ilmu macam-macam, ilmu kebal, terbang, tameng wesi, rog-rog asem, dengan berbagai macam senjata-senjata pusaka seperti sabut inten, ontokusumo, dan lain-lain.

Bupati Tegal

Tentu itu menjadi semakin luar biasa karena alam pikiran kami dibentuk juga dengan lingkungan kampung kami yang katakanlah hal-hal demikian itu nampak nyata di sekitar kami.

Bupati Tegal

Tahun-tahun 1990-an, di malam-malam tertentu sebelum Magrib di mulai, tak jarang berterbangan cahaya-cahaya secara horisontal melesat cepat beraneka warna melintas di atas kami. Kata orang-orang tua kami, itu bisa berupa bebatuan alam, keris, atau macam-macam hal yang sedang mencari tuan.

Di nuansa seperti inilah, Gus Dur bagi kami yang sering mendengar ustadz kami bercerita, merupakan sosok yang sedemikian jauh dapat kami bayangkan luar biasanya. Kalau ada kategori manusia di atas “malaikat”, ya itulah Gus Dur bagi kami pada masa kecil.

Guruku memang pengagum Gus Dur sendari ia muda dulu. Sejak dia memasuki masa pendidikan di pesantren, mengabdi di Sarang bertahun-tahun, ia bercerita mulai mengenal Gus Dur. Bahkan saat ia mendirikan partai yang notabene menjadi ‘penyaing’ partai guruku, tempat beliau berkhidmat sampai menjadi ketua ranting di kampung, guruku tetap terus menjadi pengagum Gus Dur hingga sekarang. Tak pernah sedikitpun guruku mencela pilihan dan partainya.Menurut guruku, itu semua sudah ada yang mengatur.

Saat Gus Dur mendirikan partai di era Reformasi inilah aku sedikit banyak memiliki gambaran yang lebih ‘manusiawi’ tentang tokoh satu ini. Sebagai sosok wali yang luar biasa Gus Dur tetap ada pada diriku, tetapi unsur-unsur lain tentangnya yang diceritakan agak berlebihan mulai sirna.

Sebelum melanjutkan, saya ingin cerita kakek terlebih dahulu. Almarhum kakekku, sedari muda, meski kecil orangnya, pernah disegani karena kemampuan silatnya yang cukup mumpuni, beliau pengagum Hadrotusy Syekh KH Hasyim Asy’ari. Di masa mudanya gemar berpuasa, dan berguru untuk mengasah kemampuan beladiri, dan masuk GP Ansor. Aku pernah diajarinya ilmu toya dan silat olehnya, namun tak satu pun yang menerap.

Di masa transisi Orde Lama ke Orde Baru, kakekku ini bercerita di saat genting-gentingnya beliau harus naik ke genteng-genteng markas lawan politik, untuk tahu target dan hal apa yang akan dilakukan mereka, dan tentu pernah berduel dengan tokoh-tokoh lawan politik itu di kampungku. Hal yang sama sekali tak dapat aku kenali lagi dari sosok kakekku yang sudah cukup umur. Hanya saja, saat Gus Dur mendeklarasikan partainya inilah kemudian aku kembali melihat kakekku berapi-api mendukungnya. “Keturunan kiai besar tokoh satu ini,” katanya padaku.

Tiap kali ada event-event besar partai, yang biasa dalam bentuk istighosahan bersama di kota kabupaten, aku sering diajak kakekku. Dari kampanye-kampanye partai dan cerita kakekku inilah aku setiap hari mendengar sosok Gus Dur. Tapi setelah rangkaian-rangkaian politik krusial di awal tahun 2000-an sampai Gus Dur lengser, akhirnya aku harus meninggalkan wacana-wacana tentang Gus Dur, fokus pada kesibukan sekolahku, yang pagi di SMP seterusnya SMA, dan sorenya di Madrasah.

Barulah di tahun 2005, saat aku hijrah ke Jakarta, selepas SMA, jejak-jejak Gus Dur kembali hadir. Bagiku tahun-tahun ini menjadi sedemikian begitu luar biasa karena di lingkungan baruku, aku sedikit banyak mengikuti diskursus-diskursus penting tentang Islam, toleransi, Aswaja, kekerasan atas nama agama, krisis di Timur Tengah, ngaji Shahih Imam Bukhori, mengenal filsafat Barat, ngaji bukunya Karen Armstrong, Philip K. Hitti, tasawuf, filsafat Islam dan lain-lain.

Kudapati di tempatku ini beberapa peninggalan Gus Dur, kursi kantor yang kata teman seasramaku dulu dipakai Gus Dur, jurnal, buku, dan foto-foto, dan juga tentu perbincangan-perbincangan orang-orang di sekitarku tentangnya.

Di awal 2006, di acara halal bihalal di hotel Nikko, aku untuk pertama kalinya ketemu langsung dengan Gus Dur. Aku lupa persis dulu Gus Dur bersama siapa saja. Yang aku tahu, aku hanya berdiri terpaku di stand penerima tamu, berdiri mematung saja meski ingin ikut mengerumuni Gus Dur untuk mencium tangannya. (Khayun Ahmad Noor)

?

Dalam rangka peringatan Haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Bupati Tegal akan memuat tulisan anak-anak muda tentangnya. Setiap hari akan dimuat satu tulisan. Jika ingin turut berpartisipasi, sila kirim tulisan Anda ke redaksi@nu.or.id.







Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pahlawan Bupati Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

PBNU: Hentikan Kekerasan di Timur Tengah

Jakarta, Bupati Tegal. Melalui Multaqa Sufi atau Sufi Gathering di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (26/2), yang dihadiri Raja Abdullah II, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ingin menegaskan sikap bahwa konflik dan kekerasan di negara-negara Muslim di kawasan Timur Tengah harus dihentikan.

"Melalui ‘Nahdlatul Ulama Sufi Gathering’, PBNU menyerukan dihentikannya kekerasan di seluruh dunia. Aksi-aksi kekerasan hanya akan menghasilkan hancurnya peradaban manusia,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

PBNU: Hentikan Kekerasan di Timur Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Hentikan Kekerasan di Timur Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Hentikan Kekerasan di Timur Tengah

Secara khusus PBNU berharap Kerajaan Yordania dapat meningkatkan perannya sebagai pelopor perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Bupati Tegal

“Di Timur Tengah, Yordania menjadi negara yang sampai saat ini paling aman. Semoga Yordania bisa menjadi pelopor perdamaian dan menjadi contoh negara-negara di belahan dunia lainnya,” Kiai Said.

Bupati Tegal

Kepemimpinan Raja Abdullah II bin Hussein yang moderat ditambah corak keislaman Yordania yang moderat menjadi modal utama dalam mewujudkan kedamaian.

“Corak keislaman Yordani sangat moderat, toleran dan saling menghormati, sama seperti NU. Sikap moderat dalam beragama ini menjadi modal terwujudnya perdamaian," katanya

KH Said Aqil Siroj sendiri bersama Raja Abdullah II bin al-Hussein akan menyampaikan cemahnya di hadapan para tamu luar negeri dan para kiai perwakilan PWNU se-Indonesia. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal RMI NU, Pahlawan Bupati Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

Soal Terorisme, Ada Masalah di Internal Umat Islam

Jakarta, Bupati Tegal - Meski tak sepenuhnya benar, aksi teror di berbagai belahan dunia mayoritas dikaitkan dengan Islam. Dari sini kaum Muslimin perlu introspeksi dalam rangka memperbaiki kekurangan yang menyebabkan stigma itu muncul.

Menurut Katib ‘Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf, orang boleh saja menganggap bahwa terorisme merupakan ciptaan dunia Barat untuk mendeskriditkan Islam, kendati pandangan demikian bisa benar bisa salah.

Soal Terorisme, Ada Masalah di Internal Umat Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Terorisme, Ada Masalah di Internal Umat Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Terorisme, Ada Masalah di Internal Umat Islam

“Namun harus diakui di internal Islam sendiri sebenarnya ada masalah. Mereka (para teroris) adalah orang-orang Islam dan terang-terangan mengatasnamakan, menggunakan dalih Islam untuk melancarkan aksinya,” tuturnya di Jakarta, Jumat kemarin.

Bupati Tegal

Ia mencontohkan, saat umat Islam di berbagai penjuru dunia berusaha meyakinkan kekeliruan stigma bahwa Islam mengajarkan terorisme, Al Qaida justru secara tegas mengklaim bahwa berbagai tindakan teror yang memakan korban jiwa itu adalah bagian dari aksinya. Hal ini menunjukkan bahwa di tubuh umat Islam sendiri bersarang masalah yang harus diatasi.

Ia juga menyinggung soal Donald Trump yang terpilih sebagai presiden baru Amerika Serikat. Menurutnya, tokoh yang dikenal memiliki sinisme kuat terhadap Islam ini berpotensi memperburuk posisi umat Islam dalam pergaulan politik internasional bila Trump gagal menciptakan platform yang menjamin perdamaian.

Bupati Tegal

Dalam hal ini, PBNU mengharapkan pemerintah Indonesia melakukan diplomasi aktif dalam turut mewarnai wajah Islam di dunia. Sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, pemerintah Indonesia memiliki daya tawar tinggi untuk memerankan posisi tersebut.

“Indonesia harus tampil dengan penuh percaya diri melalui legitimasi sebagai pemerintahan dengan bangsa Muslim terbesar di dunia,” kata mantan juru bicara kepresidenan pada era pemerintahan Gus Dur ini. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nahdlatul Ulama, Pahlawan Bupati Tegal

Senin, 01 Januari 2018

Buka Posko, Banser Subang Beri Pelayanan Gratis Para Pemudik

Subang, Bupati Tegal. Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Subang membuka posko mudik di jalur Pantai Utara (Pantura) Subang. Seperti tahun-tahun sebelumnya, satuan khusus di bawah Gerakan Pemuda Ansor itu membuka posko mudik untuk melayani para pemudik yang pulang kampung ke halamannya.

"Ini sebagai bentuk kepedulian kami kepada masyarakat yang sedang melakukan perjalanan jauh untuk beristirahat di posko yang kami buat ini," ujar Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Subang Asep Alamsyah Heridinata, Ahad (12/7).

Buka Posko, Banser Subang Beri Pelayanan Gratis Para Pemudik (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka Posko, Banser Subang Beri Pelayanan Gratis Para Pemudik (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka Posko, Banser Subang Beri Pelayanan Gratis Para Pemudik

Menurut Asep, jalur Pantura Subang merupakan kawasan yang tepat untuk dijadikan tempat peristirahatan bagi para pemudik yang memakan waktu kurang lebih dua jam dari Jakarta menuju Subang.

Bupati Tegal

"Menurut para ahli kesehatan, pengendara yang sudah memakan waktu dua jam perjalanan, maka harus beristirahat dulu untuk memulihkan kembali otot-otot tubuhnya agar segar bugar lagi saat melanjutkan perjalanannya sehingga selamat sampai tujuan," katanya.

Asep mengatakan, posko mudik yang dipusatkan di Halaman Masjid Al-Furqon, Desa Kebondanas, Kecamatan Pusakajaya itu akan dibuka semenjak H-8 lebaran hingga H+2 lebaran. "Untuk posko arus mudiknya nanti kita akan pusatkan di halaman Masjid Al-Mukhlisin, Pamanukan," jelasnya.

Bupati Tegal

Ketua Satuan Koordinasi Cabang Banser Kabupaten Subang, Nashihul Umam mengatakan, pihaknya akan mengerahkan puluhan banser yang sudah dibina untuk melayani para pemudik tersebut.

"Anggota Banser nanti akan disiapkan untuk melayani para pemudik dengan diberikan pijat gratis, obat-obatan, serta mengatur ketertiban lalu lintas di jalan raya. Mereka sudah dipersiapkan dengan pelatihan-pelatihan khusus yang rutin kita laksanakan setiap tahunnya," kata Umam. (Ade Mahmudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Syariah, Sholawat, Pahlawan Bupati Tegal

Kamis, 14 Desember 2017

Membangun Strategi Gerakan Ayo Mondok

Jakarta, Bupati Tegal

Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) atau Asosiasi Pesantren Nahdlatul Ulama KH Abdul Ghaffar Rozin mengatakan bahwa RMI akan menyelenggarakan Silaturrahmi Nasional (Silatnas) Gerakan Ayo Mondok pada 13-15 Mei di Gedung Candra Wilwatikta, Pasuruan.

Membangun Strategi Gerakan Ayo Mondok (Sumber Gambar : Nu Online)
Membangun Strategi Gerakan Ayo Mondok (Sumber Gambar : Nu Online)

Membangun Strategi Gerakan Ayo Mondok

“Silatnas akan mulai diselenggarakan mulai hari Jum’at tanggal 13 Mei sampai tanggal 15 (Mei) hari Ahad,” jelas Gus Rozin kepada Bupati Tegal di Jakarta, Selasa, (10/5).

Gus Rozin menerangkan bahwa pada silatnas kali ini bukan hanya ajang untuk mempromosikan gerakan Ayo Mondok saja, tapi juga akan membahas strategi-strategi gerakan Ayo Mondok.

“Bagaimana kemudian gerakan Ayo Mondok selama sepuluh tahun ke depan, itu didisain sedemikian rupa sehingga kemudian menjadi sebuah gerakan yang taktis dan sistematis,” jelas pengasuh pesantren Maslakul Huda Kajen Pati tersebut.

Bupati Tegal

Acara ini, lanjut Guz Rozin, akan dihadiri oleh empat ratus peserta yang terdiri dari para pengasuh pesantren, anak-anak Kiai, dan Lurah-lurah pondok.

“Dan (yang menjadi peserta) juga pihak lain yang berkaitan dengan pesantren seperti PBNU dan lembaga-lembaga lain yang memiliki kaitan erat dengan pesantren,” ungkapnya.

Untuk konsep acara, ia menjelaskan bahwa para peserta silatnas nanti akan dibagi ke dalam enam kelompok grup diskusi.

“Ini tidak ada parade seminar, mungkin ada semacam keynote speaker yang tugasnya membuat insight pesantren,” jelas laki-laki yang juga Direktur Institut Pesantren Mathali’ul Falah tersebut.

Bupati Tegal

“Ada enam focus group discussion yang temanya spesifik mengenai pengembangan pesantren. Dari enam itu, lima khusus untuk penguatan internal pesantren dan satu untuk eksternalnya,” lanjutnya.

Rencananya, silatnas ini akan dihadiri oleh Rais ‘Aam Nahdlatul Ulama KH Ma’ruf Amin, Ketua Umum Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj, dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)?

? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pahlawan, Doa, Kyai Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock