Pemalang, Bupati Tegal
Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Pemalang sangat terbilang masif melakukan kaderisasi. Sejak kepengurusan sekarang, tercatat sembilan kali melakukan kegiatan kaderisasi, mulai Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) maupun Pendidikan Pelatihan Dasar (Diklatsar) di masing-masing Pimpinan Anak Cabang (PAC) sebagai penyelenggaranya.
Sebagai kegiatan penutup akhir tahun 2017 Pimpinan Anak Cabang Randudongkal menggelar kegiatan PKD sekaligus dilanjutkan dengan Konferensi Anak Cabang tepat di tanggal 1 Januari 2018.
| GP Ansor Pemalang Masif Lakukan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online) |
GP Ansor Pemalang Masif Lakukan Kaderisasi
Seminggu setelah Randudongkal, tepatnya tanggal 6-7 Januari 2018, Pimpinan Anak Cabang Petarukan juga menyelenggarakan kegiatan yang sama yakni PKD dengan tema “Mencetak Kader Militan menuju kemandirian Organisasi.”Ketua Pimpinan Cabang Ansor Pemalang Mahfudin, dalam setiap sambutannya mengemukakan bahwa “tantangan NU ke depan sangatlah berat dan kompleks.
Bupati Tegal
"Karena itu, selaku generasi muda NU, GP Ansor harus selalu siap mengahadapinya. Salah satunya dengan cara mengikuti kegiatan kadersisasi sehingga akan tumbuh kader-kader militan, profesional dan kompeten," tegasnya.Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Organisasi Fuad Zaenudin menyatakan, kaderisasi masif kita lakukan sebagai upaya membendung paham-paham radikal yang sewaktu-waktu bisa mengoyak toleransi dan kebinekaan kita.
Fuad menambahkan kegiatan awal tahun ini ada tiga Anak Cabang yang melakukan kegiatan kaderisasi, yakni Randudongkal dan Petarukan yang sudah terlaksana.
“Dan hari ini merupakan hari terakhir Pimpinan Anak Cabang kecamatan Taman menyelenggarakannya,” katanya, Senin (15/1).
Bupati Tegal
Setelah Taman ini selesai, awal februari besok Pimpinan Anak Cabang Bodeh segera menyusul kegiatan PKD dengan dilanjutkan Anak Cabang Belik dan Pulosari, imbuhnya.Di lokasi Diklatsar PAC Taman, Komandan Cabang Banser Kabupaten Pemalang Asy’ari, memimpin seluruh kegiatan pelatihan dari awal hingga proses pembaiatan.
“Untuk menjadi seorang Banser harus melewati proses ini karena nantinya Banserlah yang akan menjadi garda terdepan dalam pergerakan organisasi. Semoga segala proses yang telah dilewati seluruh peserta bisa menjadikan bekal langkah dalam menjalankan tugas mengawal ajaran aswaja annahdliyyah,” tutup Asy’ari. (Amir/Abdullah Alawi)
Dari Nu Online: nu.or.id
Bupati Tegal News, Ahlussunnah, Syariah Bupati Tegal
