Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Februari 2018

Pra-Munas di Lampung, PBNU Angkat Penguatan Organisasi dan Reforma Agraria

Lampung, Bupati Tegal 

Panitia Nasional Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU)  2017 menggelar seminar Pra Munas-Konbes di Bandar Lampung, Sabtu (4/11).

Pra-Munas di Lampung, PBNU Angkat Penguatan Organisasi dan Reforma Agraria (Sumber Gambar : Nu Online)
Pra-Munas di Lampung, PBNU Angkat Penguatan Organisasi dan Reforma Agraria (Sumber Gambar : Nu Online)

Pra-Munas di Lampung, PBNU Angkat Penguatan Organisasi dan Reforma Agraria

Hadir pada acara ini, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maruf Amin, sejumlah Pengurus PBNU, panitia Munas-Konbes NU 2017, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Sutono, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung KH RM. Sholeh Bajuri, dan lain-lain. 

Sementara kegiatan Pra-Munas ini diikuti oleh PWNU dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Lampung, PWNU se-Sumatera, PWNU DKI Jakarta, PWNU Banten, dan PWNU Jawa Barat.

Diskusi yang dijadwalkan dari pagi sampai malam hari ini, dibagi menjadi dua sesi. Pada sesi pertama mengangkat tema Penguatan Organisasi Menuju Satu Abad Nahdlatul Ulama. Sementara sesi kedua mendiskusikan Reforma Agraria untuk Pemerataan Kesejahteraan Warga.

Hadir sejumlah pembicara, Ketua PBNU H Muhammad Nuh, Aji Hermawan, Gojek /Buka Lapak, Wakil Ketua Umum PBNU H. Mochammad Maksum Machfoedz, Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia Sofyan A. Jalil, dan Sekretaris Jenderal KPA Dewi Kartika. 

Bupati Tegal

Wakil Ketua Panitia Nasional Munas-Konbes NU 2017 H Robikin Emhas saat membuka acara, mengatakan, tema agraria diangkat karena Indonesia  tidak bisa lepas sebagai negara agraria. Menurutnya, jika reforma agraria, infrastruktur, obat-obatan dan lain-lain dikawal secara baik, kesenjangan akan menurun.

"Insyaallah tingkat kesenjangan ekonomi di Indonesia akan berkurang secara signifikan," katanya. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Syariah, Lomba, IMNU Bupati Tegal

Jumat, 09 Februari 2018

PWNU DIY Dialog dengan Artis Film ‘Sang Kiai’

Yogyakarta, Bupati Tegal. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DIY, bekerjasama dengan Rapi Film, Gajah Wong, dan Lesbumi mengadakan acara “Dialog Bersama Artis dan Pemuturan Trailer Film Sang Kyai”, Jum’at siang (17/5), di Ngaben Resto, Jl. Manggis No.77 Nologaten, Yogyakarta.

Sutradara dan dua pemeran utama dalam film Sang Kiai pun didatangkan. Rako Prijanto sebagai Sutradara, Ikranagara yang berperan sebagai Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, dan Christine Hakim yang berperan sebagai Ibu Kapo, istri mbah Hasyim. Dialog ini dipandu oleh ketua Lesbumi, A. Zastrouw.

PWNU DIY Dialog dengan Artis Film ‘Sang Kiai’ (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU DIY Dialog dengan Artis Film ‘Sang Kiai’ (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU DIY Dialog dengan Artis Film ‘Sang Kiai’

M. Jadul Maula, dalam sambutannya mewakili PWNU DIY mengatakan bahwa film ini akan mendudukkan kembali hubungan antara agama, pesantren, dan budaya. Film ini, lanjut Jadul, lebih bisa diapresiasi kehadirannya daripada buku, karena dapat menghadirkan imajinasi yang utuh tentang sosok mbah Hasyim dalam kehidupan sehari-ahri.

Bupati Tegal

Wakil Rais Syuriah PWNU DIY ini juga menghimbau agar semua elemen menyambut baik kehadiran film ini. “Segera berbondong-bondong ke bioskop tanggal 30 Mei, dengan niat ngaji dan tafa’ul ‘mencari gambaran atau uswah’ dalam menjalankan kehidupan, dari perjuangan mbah Hasyim dalam mempertahankan bangsa ini. Biar barakah,” tandas Kang Jadul.

Bupati Tegal

Dialog pun berlangsung. Diawali dengan penuturan sang sutradara, Rako Prijanto, yang menceritakan proses pembuatan film ini yang menghabiskan sekitar waktu 3 tahun untuk mempersiapkan semua. “Persiapannya satu tahun, kemudaian riset data selama dua tahun,” paparnya.

Rako juga menceritakan akan betapa beratnya kepercayaan yang harus diemban dalam menggarap film ini, sekaligus dengan kendala-kendala yang dihadapi. Namun ia mengaku lega ketika semua telah selesai. “Dengan perjuangan selama tiga tahun setengah, akhirnya bisa dirilis juga,” ujarnya di depan peserta diskusi siang itu.

Sementara Ikranagara, pemeran mbah Hasyim, mengawali ceritanya dengan membaca surat al-‘ashr. Menurutnya, surat al-‘ashr menjadi sangat penting dalam mencari ruh dari tokoh yang dijalaninya. Dan sebagai salah satu langkah pendalaman peran, ia mengaku sering membaca surat al-‘ashr dalam setiap sholatnya. “Tokoh ini – mbah Hasyim – seperti yang ada dalam surat al-‘ashr. Beliau sosok yang sabar, namun juga tegas, terutama dalam hal akidah”, tuturnya.

Langkah lain dari pendalaman peran yang dilakukannya adalah dengan menjalani riset dengan keluarga mbah Hasyim, guna mengetahui bagaimana sosok mbah Hasyim di mata mereka. Tak hanya itu, ia juga mencoba memahami daerah Tebuireng, yang dahulunya merupakan daerah ‘kotor’, namun merupakan tempat berdakwah mbah Hasyim. “Jadi beliau benar-benar masuk ke dalam daerah ‘kotor’ untuk memperjuangkan nilai akidah,” tandasnya.

Christine Hakim mengatakan, dirinya menyelesaikan film tersebut dengan niat jihad atau syi’ar, karena bukan film biasa. Christine menceritakan bahwa ketika ia menerima tawaran peran sebagai istri mbah Hasyim, ia mengaku tidak membaca skenario dahulu, namun justru ia meminta buku untuk dapat mendalami peran dalam film tersebut.?

Ia juga bercerita, bahwa ia mendapatkan pengalaman spiritual yang banyak dalam peran yang dijalaninya. Ada momen penting yang begitu menyentuh dalam film ini, yakni ketika mbah Hasyim wafat. “Saya merasakan betul bahwa tidak mudah untuk menjadi mbah Hasyim. Beliau telah mendapatkan amanah untuk menjadi ayah, suami, pendiri pesantren, dan nasionalis”, ungkapnya sembari menitikan air mata.

Christine juga memuji akan kesantunan yang ada dalam diri mbah Hasyim, meskipun ilmunya tinggi. “Kesederhanaan, kesahajaannya, itu yang harus membuat kita untuk selalu berkirim do’a kepada beliau”, tandas perempuan yang juga pemeran film Tjoet Nja’ Dhien di akhir pembicaraan.

Dialog tersebut diakhiri dengan ungkapan A. Zastrouw tentang tiga hal yang harus dipahami dalam film Sang Kiai. Yakni, ketersinambungan antara agama dan kebangsaan, peran santri dalam mempertahankan NKRI, dan rekonstruksi makna jihad yang sebenarnya.?

Redaktur ? ? : A. Koirul Anam

Kontributor: Dwi Khoirotun Nisa’

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Budaya, IMNU, Ulama Bupati Tegal

Selasa, 09 Januari 2018

Forluni PMII Sayangkan Kebencian Penuhi Medsos

Jakarta, Bupati Tegal -

Forum Alumni Pergerakan Mahasiswa Uslam Indonesia Universitas Indonesia (Forluni PMII UI), Depok, Jawa Barat yang merupakan forum generasi muda NU berhaluan ahlusssunnah wal jamaah annahdliyyah, menyayangkan media sosial (medsos) yang belakangan ini dipenuhi ujaran kebencian.

Forluni PMII Sayangkan Kebencian Penuhi Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)
Forluni PMII Sayangkan Kebencian Penuhi Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)

Forluni PMII Sayangkan Kebencian Penuhi Medsos

"Dinamika Pemilihan Umum Kepala Daerah DKI Jakarta telah menyita perhatian publik. Hiruk Pikuk PILKADA DKI Jakarta seolah menyiratkan pesan betapa pentingnya perebutan kursi DKI satu tersebut. Semua energi dihabiskan untuk meraih pucuk kepemimpinan Jakarta untuk periode 5 tahun ke depan," ujar Ketua Forluni PMII UI, Achmad Solechan, melalui rilis kepada Bupati Tegal, Ahad (16/10).

Terlebih lagi, imbuhnya, pasca penyelenggaraan acara Indonesia Lawyers Club dengan tema "Setelah Ahok Meminta Maaf" tempo hari, jagad media sosial, mulai dari facebook, path, instagram, twitter sampai aplikasi chatting online semacam whatsapp dipenuhi dengan obrolan seputar pernyataan Nusron Wahid mengenai pandangannya terhadap Ahok dan sikap kritisnya atas tafsir ulama terhadap pemilihan pemimpin non muslim yang ia sampaikan dalam acara diskusi tersebut.

Publik dibuat gempar dengan pernyataan dan sikap dari politisi Partai Golkar yang juga mantan Ketua Umum GP Ansor, Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sekaligus alumni PMII Universitas Indonesia itu.

Bupati Tegal

"Kini, seperti yang dapat kita saksikan sendiri, wajah jagad media sosial Indonesia mulai dipenuhi oleh berbagai macam meme-meme dan karikatur yang membawa pesan kebencian dan ajakan yang bersifat provokatif. Kesantunan dan kebersamaan sebagai anak bangsa yang relijius, yang hidup dan tumbuh bersama-sama dalam bingkai ke Indonesiaan, tiba-tiba mulai menghilang," ujar Achmad.

Berdasarkan beberapa hal tersebut, atas nama Forluni PMII UI Depok yang merupakan forum generasi muda NU berhaluan ahlusssunnah wal jamaah annahdliyyah, mengajak kepada semua elemen bangsa (agar) mampu menahan diri dan (berpikir) jernih dalam memandang Pilkada DKI Jakarta.

"Isu Pilkada DKI Jakarta telah bergeser dari persoalan politik berupa suksesi kekuasaan menjadi isu SARA. Bhineka Tunggal Ika, sebagai motto hidup bersama anak bangsa jangan sampai dinodai dan dengan sengaja dilecehkan demi kepentingan sempit politik kekuasaan untuk meraih kemenangan. Jangan sampai pesta lima tahunan merusak sendi-sendi berbangsa dan bernegara yang merongrong Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mari kita ikuti semua proses suksesi ini secara demokratis demi Indonesia yang lebih baik," kata dia lagi.

Bupati Tegal

Forluni PMII UI prihatin atas wajah Islam Indonesia yang semakin tidak ramah dan menunjukkan sikap berlebih-lebihan. Islam menjadi kendaraan dan pembenaran atas perilaku petualang-petualang politik yang memiliki ambisi besar terhadap kekuasaaan.

"Para politisi hendaklah mengedepankan politik kebangsaan dan kerakyatan dimana kemaslahatan dan kesejahteraan ummat yang harus dinomorsatukan dan diutamakan, bukan malah ambisi dan nafsu berkuasa," ujar Achmad lagi.

Fitnah adalah tindakan keji yang dikutuk oleh Islam. "Dalam hal ini, sahabat Nusron Wahid adalah kader PMII UI yang tidak pernah memiliki nama Nusron Purnomo. Nama Nusron Purnomo disebarluaskan untuk menyerang dan memfitnah pribadinya. Oleh karena itu, kami mengutuk dan mengecam semua serangan dan pelecehan yang ditujukan kepada pribadi sahabat Nusron Wahid yang disebarkan secara luas ? melalui jejaring media sosial dalam bentuk tulisan, meme-meme dan karikatur yang cenderung berisi fitnah, hasutan dan beragam ungkapan kebencian. Sebagai sesama anak bangsa dan sesama alumni PMII UI, kami mendukung dan mendorong sahabat Nusron Wahid agar ? menyelesaikan semua fitnah dan pelecehan terhadap pribadinya tersebut melalui jalur gukum, sebagai bentuk pembelajaran kepada kita semua. Selain itu, kami juga mengapresiasi sahabat Nusron Wahid atas ketegasannya dalam meneguhkan NKRI sebagai bentuk final bernegara dengan Pancasila sebagai Dasar Negara," tuturnya.

Forluni PMII UI mengajak kepada semua komponen bangsa agar momentum Pilkada DKI dijadikan ajang refleksi diri atas konsep ke-Indonesia-an kita yang sesungguhnya.?

"Mari melihat dan menata kembali secara bersama-sama sudut pandang kita sebagai bagian dari keluarga besar bangsa Indonesia, bahwa semua proses politik yang yang tengah berlangsung adalah semata-mata untuk kemasalahatan Indonesia," Achmad Solehan.

Sebelumnya, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj meminta dengan tegas adanya proses hukum bagi Ahok terkait dugaan penistaan agama.? (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal IMNU Bupati Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

Kesaksian Gus Mus Tentang KH Ali Maksum

Bantul, Bupati Tegal. Di mata KH. A Mustofa Bisri, KH. Ali Maksum adalah seorang kiai yang tidak hanya memiliki keilmuan tinggi tetapi juga dermawan terhadap para santri.

Pejabat Rais Aam PBNU yang akrab disapa Gus Mus ini menyampaikan hal tersebut dalam acara Haul KH. Ali Maksum Ke-25 di Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Senin (10/3).

Kesaksian Gus Mus Tentang KH Ali Maksum (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesaksian Gus Mus Tentang KH Ali Maksum (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesaksian Gus Mus Tentang KH Ali Maksum

“Hanya di pesantren Krapyak sini, santri kehabisan uang malah pinjam kiainya. Dulu itu, di setiap sudut pesantren dipasangi speaker timbal balik. Ketika Pak Ali ngendikan (bicara), bisa didengar santri dan begitu pun sebaliknya. Jadi Pak Ali itu tahu semua tingkah polah santri-santri. Jika ada santri yang malu-malu pinjam sama Pak Ali, santri itu bicara ? di dekat speaker. Bilang kalau enggak punya uang. Masyaallah, Pak Ali yang mendengar keluhan santri tersebut langsung meminjaminya. Kalau tidak Pak Ali tidak mungkin ada,” kenang Gus Mus.?

Bupati Tegal

Tidak hanya itu saja, kedermawanan KH. Ali Maksum juga tampak ketika Rais Aam PBNU 1980-1984 ini mengikhlaskan semua barang-barangnya yang diambil oleh santri. “Semua barangku yang diambil oleh santri, saya halalkan. Asalkan tidak ketahuan,” tutur Gus Mus menirukan ucapan KH. Ali Maksum yang disambut gelak tawa para jamaah.

Selain dermawan, Gus Mus juga mengatakan bahwa KH. Ali Maksum merupakan seorang kiai yang hafal seluruh nama santri-santrinya.?

Bupati Tegal

“Kiai Ali itu hafal semua nama santri. Kalau ada haulnya Kiai Munawwir atau acara mantenan, semua santri itu dikasih undangan dan ditandatangani langsung oleh Kiai Ali. Jadinya nggak enak kalau tidak datang,” ujar Gus Mus.?

Tidak hanya itu saja, Gus Mus juga mengatakan bahwa Kiai Ali adalah satu-satunya kiai yang dipanggil bapak oleh semua santri. Saking sayangnya terhadap para santri-santrinya. (Nur Rokhim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Syariah, IMNU Bupati Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

Pelajar Miliki Peran Strategis Teguhkan Islam Nusantara

Tasikmalaya, Bupati Tegal. Pelajar sebagai generasi penerus memiliki peran yang sangat setrategis dalam meneguhkan Islam Nusantara yang merupakan perjuangan para Ajengan/kiai yang berjuang dengan tulus dan ikhlas untuk rakyat, agama dan bangsa tercinta ini.

Pelajar Miliki Peran Strategis Teguhkan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar Miliki Peran Strategis Teguhkan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar Miliki Peran Strategis Teguhkan Islam Nusantara

Hal itu disampaikan Fikri Nursamsi, Ketua PC IPNU Kabupaten Tasikmalaya saat ditemui Bupati Tegal di Sekretariat PC IPNU Kabupaten Tasikmalaya Jl Raya timur No 505 Badakpaeh Cipakat Singaparna, Sabtu (20/6).

“Pelajar yang saya maksud adalah Santri, pelajar dan mahasiswa. Ini seringkali menjadi incaran kelompok yang tidak suka dengan Islam Nusantara, karena pentingnya peran pelajar dalam menentukan kehidupan berbangsa dan bernegara dimasa depan,” terang Fikri.

Bupati Tegal

Pemuda hari ini, lanjutnya, adalah pemimpin dimasa yang akan dating. Di tangan pemudalah suatu umat dan di kaki merekalah kehidupan umat. Dengan ini jelas bahwa pelajar sangat diharapkan kontribusinya di masa yang akan datang yang dalam hal ini salah satunya adalah meneguhkan Islam Nusantara.

Bupati Tegal

“Ini juga merupakan PR bagi kami atas nama PC IPNU untuk bisa mengawal dan meyakinkan rekan-rekan pelajar untuk teguh memperjuangkan dan memahami tentang Islam secara mendalam, supaya tidak salah dalam memaknainya,” jelasnya. 

Dan pesantren, imbuhnya, merupakan salah satu tempat yang sangat penting dalam meneguhkan Islam Nusantara. Sebab itu, dirinya sangat setuju dan mendukung dengan gerakan nasional ayo mondok yang sekarang sedang digalakan.

“Belajar, berjuang dan bertaqwa itulah peran kita sekarang sebagai pelajar untuk menyongsong masa depan, dengan ini kita bisa meneguhkan Islam Nusantara dan bisa memberikan manfaat yang besar bagi agama, bangsa dan Negara,” tandasnya. (Husni Mubarok/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal IMNU Bupati Tegal

Kamis, 28 Desember 2017

Pesantren Fathurohmah Juara Sepak Bola Api

Brebes, Bupati Tegal 



Permainan sepak bola api, menjadi tontonan menarik bagi warga masyarakat Brebes. Terbukti, ratusan penonton berjubel untuk menyaksikan pertunjukan permainan itu meskipun terkadang ketakutan karena bola apinya meluncur hingga ke arah penonton. Suara sorak sorai pun membahana ketika bola api tak bisa ditangkap penjaga gawang dan akhirnya gol.

Pesantren Fathurohmah Juara Sepak Bola Api (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Fathurohmah Juara Sepak Bola Api (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Fathurohmah Juara Sepak Bola Api

Suasana permainan bola api terlihat sangat meriah ketika berlangsung pertandingan sepak bola api dalam rangka tahun baru Hijriyah dan Hari Santri Nasional 2017 tingkat Kabupaten Brebes beberapa waktu yang lalu. 

Ketua Panitia Tahun Baru Islam dan Hari Santri Nasional 2017 H Athoilah Syatori menerangkan, bola api yang dimainkan tiap-tiap grup berjumlah 5 pemain tersebut berlangsung meriah. 

Dalam pertandingan tersebut, akhirnya grup sepak bola api dari Pondok Pesantren Fathurohmah Kubangpari Kersana akhirnya berhasil menjadi juara satu setelah mengalahkan Pondok Pesantren Manarul Huda Bandungsari Banjarharjo dengan skor 3-2. Sementara juara 3 diraih Pondok Pesantren Ta’allamul Huda Ganggawang Salem.

Bupati Tegal

Selain lomba bola api, lanjut Athoillah, juga digelar perlombaan lain yang berjumlah 11 perlombaan. Perlombaan yang berlangsung selama 4 hari tersebut, di dapatkan para pemenang sebagai berikut. Lomba Pawai Taa’ruf juara 1 Pondok Pesantren Mubarokatul Ulum Penanggapan Banjarharjo, juara 2 MTs N Model Brebes dan juara 3 Pondok Pesantren Assalafiyah Luwungragi Brebes.

Untuk Lomba Kasidah, juara 1 grup Al Huda Sigempol Randusanga Kulon Brebes, juara 2 Fatayat NU Ranting Sindangjaya Ketanggungan dan juara 3 Al Badru Pakijangan Bulakamba. 

Lomba Srakalan, juara 1 Al Jadid Glonggong Wanasari, juara 2 Sunan Kalijaga Karengsembung Songgom dan juara 3 Al Abasiyah Sawojajar Losari. 

Bupati Tegal

Lomba Hafalan Juz 30, juara 1 M Irsyad Kaligangsa Brebes, juara 2 Elwiyah El Yumna Sengon Tanjung dan juara 3 A’lajjun Nabawati Limbangan Losari.

Lomba Pildacil juara 1 Munadiyatul Khiyari Wahid dari Salem, juara 2 Balqis Nutvi Mikyal Fiyaz Azzihara Rengabandung Jatibarang dan juara 3 Afhimni Mu’tasima Bangbayang Bantarkawung.

Lomba Baca Puisi Islami juara 1 Putri Nur’ani dari SMA 1 Brebes, juara 2 Vina Lutfiah SMA 2 Brebes dan juara 3 Chaerullah Aldan dari Limbangan Brebes.

Lomba Hadroh, juara 1 grup As Shofa Klampis Jatibarang, juara 2 Asy Syakiroh Sitanggal Larangan dan juara 3 Assalafiyah 2 Brebes.

Lomba Hafalan Nadhom Imriti, juara 1 M Izzudin Banjir Hidayah dari Salem, juara 2 Jenjen Salem dan juara 3 Aghni M Ramdani juga dari Salem.

Lomba Nadhom Alfiyah, juara 1 dimenangkan Imam Ubaidillah Pondok Pesantren Assalafiyah Luwungragi Bulakamba, Fitriatun Hasanah Pondok Pesantren Assalafiyah Luwungragi dan juara 3 Hijan Rizki Mahendra Pondok Pesantren Ta’alamul Huda Salem.

Sedangkan Lomba Qiroatul Kutub juara 1 Zulhaili Zulfa dari Pondok Pesantren Al Falah Salafi Jatirokeh Songgom,  juara 2 Lili Mutammimatun dari Pondok Pesantren Assalafiyah dan juara 3 Amin Mubarok dari Pondok Pesantren Assalaifyah Luwungragi Bulakamba. 

Menurut Athoillah, penyerahan hadiah berupa piala, piagam dan sejumlah uang pembinaan akan diberikan pada saat puncak peringatan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2017 mendatang. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal IMNU, Cerita, Makam Bupati Tegal

Sabtu, 23 Desember 2017

Pembangunan Kantor PWNU Sumut Sudah 80 Persen

Medan, Bupati Tegal

Pembangunan Kantor baru Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera utara yang beralamat di Jalan Sei Batang Hari No 52 Medan sudah mencapai 80 persen.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris PWNU Sumut Drs Misran Sihaloho MSi kepada sejumlah wartawan, Sabtu (6/6) di lokasi pembangunan Kantor baru PWNU Sumut, seperti dilaporkan kontributor Bupati Tegal Muhammad Safii Sitorus.

Pembangunan Kantor PWNU Sumut Sudah 80 Persen (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembangunan Kantor PWNU Sumut Sudah 80 Persen (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembangunan Kantor PWNU Sumut Sudah 80 Persen

Misran menjelaskan pembangunan Kantor PWNU Sumut diawali dengan peletakan batu pertama oleh Ketua Umum PBNU DR KH Hasyim Muzadi pada Juli 2007 lalu usai melantik PWNU Sumut di bawah kepemimpinan H Ashari Tambunan masa bhakti 2007-2012.

Bupati Tegal

Dijelaskan Misran pembangunan Kantor PWNU tersebut berdiri diatas tanah 10X37 M2 atas sumbangan keluarga besar Alm H Djamaluddin Tambunan dan Keluarga Alm H Usman Siregar.

Bupati Tegal

”Kantor PWNU Sumut ini berjumlah 3 lantai, yang peruntukannya adalah lantai I untuk administrasi, ruangan Mustasyar dan Musholla.Lantai II ruang Tanfidziyah, Syuriyah, lembaga dan badan otonom PWNU Sumut. Sedangkan lantai III merupakan Aula pertemuan yang bisa menampung 300 warga Nahdiyin,” ujar Misran.

Dana yang digunakan untuk pembangunan Kantor PWNU Sumut iniberjumlah Rp1,5 Milyar yang berasal dari sumbangunan dari warga Nahdlyin dan Pemerintah Propinsi Sumatera utara (Pemrovsu).

”Insya Allah pembangunan kantor ini selesai pada akhir Agustus 2009 ini. Diharapkan dengan beroperasinya Kantor PWNU Sumut ini seluruh aktivitas organisasi dapat dijalankan dengan baik sehingga program-program bisa berjalan dengan lancar sesuai dengan cita-cita kepengurusan yang dilantik pada Juli 2007 lalu,” ujar Misran.

Misran mengungkapkan keberadaan Kantor baru PWNU Sumut ini akan menjadi ruh baru dan semangat baru bagi warga Nahdliyin di Sumut serta menunjukkan bahwa  sesungguhnya NU di Provinsi memiliki pengaruh yang cukup besar bagi kemajuan dan pembangunan di Sumut.

”Terlaksananya pembangunan Kantor baru PWNU Sumut ini tidak lepas dari doa dan dukungan dari warga Nahdliyin Sumut. Oleh karenanya PWNU Sumut mengharapkan doanya juga agar proses pembangunan selesai sesuai dengan waktu yang telah direncakan,” demikian Misran. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal IMNU, Daerah Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock