Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2018

Pemerintah Belum Niat Berantas Korupsi

Semarang, Bupati Tegal. Wakil Rais Aam PBNU KH A. Musthofa Bisri atau Gus Mus, menilai, pemerintah kepolisian, dan semua yang terkait dengan program pemberantasn korupsi, belum niat berantas korupsi.



Pemerintah Belum Niat Berantas Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah Belum Niat Berantas Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah Belum Niat Berantas Korupsi

“Kejahatan korupsi jauh lebih dahsyat dari teror. Akibat yang ditimbulkan sangat mengerikan bagi kemanusiaan. Kalau niat, pemerintah pasti segera membentuk Densus 99 Anti Teror,” sindir Gus Mus, usai berbicara dalam seminar seminar ”Revitalisasi Peran Agama dan Budaya sebagai Asas Pembangunan Karakter Bangsa” di Semarang, baru-baru ini.

“Nama Densus 99 hanya usulan saya agar mirip Densus 88 Antiteror. Lagi pula itu angka keramat bagi Umat Islam karena angka al-asmaul husna,” jelasnya.

Bupati Tegal

Nilai strategis Densus tersebut, kata Gus Mus, untuk membuktikan kinerja Polri agar dipercaya masyarakat, juga mumpung Kapolrinya baru. Konsep dan aksinya tinggal meniru Densus 88 yang sukses.

Bupati Tegal

”Densus 99 tinggal meniru model Densus 88. Menangkap koruptor tanpa ampun. Jika perlu menembak di tempat seperti jika menggerebek terduga teroris. Masyarakat pasti akan mendukung Polri,” lanjutnya.

Jika ada yang mencibir Polri, atau meragukannya, kata Gus Mus, dibiarkan saja. Itu hal biasa yang pasti muncul setiap ada badan baru yang dibentuk Polri. Dulu ketika Densus 88 dibentuk, awalnya juga banyak yang mencibir. Tapi lama-lama orang percaya dan memuji.

Menurut kiai yang juga dikenal sebagai budayawan ini, persoalan korupsi sangat menggurita. Densus yang dia usulkan bertugas membantu KPK memerangi kejahatan yang tidak biasa tersebut. Menumpas hingga ke akar-akarnya. Agar Indonesia terbebas dari keburukan dan bencana nasional.

Usulan Kyai Musthofa nini sebenarnya telah mendapat dukungan Ketua Umum PP Muhamamdiyah Din Syamsudin. Agustus lalu di Jakarta, Din meminta Polri tegas terhadap koruptor sebagaimana terhadap teroris. (moi).Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Ulama, Daerah Bupati Tegal

Selasa, 27 Februari 2018

IPNU-IPPNU Gondosari Cetak Pemimpin Berkarakter Aswaja

Kudus, Bupati Tegal. Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nadlalatul Ulama (IPPNU) Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) sekaligus rapat kerja (Raker) di Gedung Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Gebog pada Kamis-Jumat (1-2/5).

Acara yang diikuti 30 anggota pengurus ini mengangkat tema “Kaderisasi Pemimpin Tangguh Berkarakter Aswaja”. Menurut Ketua PR IPNU Ranting Gondosari Jama’ah, tema ini merupakan pengejawantahan harapan kepemimpinan yang ada di ranting. Dikatakan bahwa Ranting Gondosari butuh pengurus yang berwawasan Ahlussunnah wal Jama’ah.

IPNU-IPPNU Gondosari Cetak Pemimpin Berkarakter Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Gondosari Cetak Pemimpin Berkarakter Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Gondosari Cetak Pemimpin Berkarakter Aswaja

“Tidak semua anggota kami belajar di bangku madrasah NU. Sebagian masih ada yang berlatar belakang dari sekolah umum. Jadi di antaranya masih ada yang awam sama sekali tentang Aswaja, sehingga butuh pengukuhan karakter pada diri mereka agar benar-benar menjadi kader pelajar Aswaja yang bisa mengabdikan diri di organisasi dan masyarakat,” papar Jama’ah, Jumat (2/5).

Bupati Tegal

Selepas kegiatan LDK dan Raker ini diharapkan para pengurus mampu mengemban amanah selama periode kepengurusan. “Ini adalah bekal dan modal awal bagi para pengurus baru. Andai sebuah bangunan, ini merupakan fondasinya. Dengan apa dan bagaimana nanti membangun, akan dibentuk seperti apa, maka terserah pada pengurus yang ada,” kata Mahfudz Siddiq, Sekretaris Pimpinan Anak Cabang IPNU Kecamatan Gebog.

Bupati Tegal

Namun, lanjutnya, tak layak jika organisasi hanya mengandalkan ketua saja. Butuh kerja sama sesuai dengan pembagian tugas antarmasing-masing pengurus untuk memajukan pelajar NU.

Agenda ini merupakan kelanjutan dari pelantikan pengurus baru yang dilantik pada tanggal 30 Januari lalu. Meski LDK dan Raker ini tergolong terlambat, namun selama tiga bulan setelah pelantikan tersebut pengurus sudah menjalankan program.

“Para pengurus sudah saling berkoordinasi dalam beberapa pertemuan. Program kerja juga telah kami jalankan, di antaranya tiga kali selapanan rutin yang diikuti oleh antaranggota masing-masing dukuh,” terang Naily, salah satu pengurus kepada Bupati Tegal. (Istahiyyah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nasional, Ulama Bupati Tegal

Rabu, 14 Februari 2018

PBNU Desak SBY Realisasikan Ganti Rugi Lapindo

Jombang, Bupati Tegal. Keresahan warga korban semburan lumpur Lapindo kian memuncak. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera merealisasikan ganti rugi sebagaimana kesepakatan antara pihak PT Lapindo Brantas dengan warga Sidoarjo.

“Presiden harus benar-benar komitmen dalam menangani masalah ini, terutama dalam persoalan ganti rugi,” ujarnya saat ditemui usai menghadiri silaturrahmi antara ulama dan umara di Ponpes Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang, Kamis (28/6).

PBNU Desak SBY Realisasikan Ganti Rugi Lapindo (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Desak SBY Realisasikan Ganti Rugi Lapindo (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Desak SBY Realisasikan Ganti Rugi Lapindo

Pengasuh Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang itu berharap presiden melakukan langkah-langkah antisipatif sebelum kemarahan warga semakin memuncak.

“Kalaupun ternyata pihak Lapindo tidak sanggup memenuhi tuntutan ganti rugi warga, Presiden harus minta bantuan DPR untuk menangani persoalan tersebut,” ujarnya.

Ia berpendapat, keterlibatan anggota DPR adalah untuk minta persetujuan dalam memangkas beberapa pos anggaran yang selama ini dianggap tidak efektif.

“Bahkan kalau perlu Presiden mengeluarkan dana darurat yang setahu saya sampai sekarang belum pernah digunakan,” kata Hasyim Muzadi.

Bupati Tegal

Hasyim menambahkan, kasus semburan lumpur panas PT Lapindo itu harus segera diselesaikan secara tuntas agar permasalahannya tidak berlarut-larut.

“Persoalan ini sudah mengakibatkan kesengsaraan warga yang semakin berlarut-larut. Bahkan sampai sekarang pun belum ada penyelesaian yang bijak,” ujarnya. (sam/ant)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Sunnah, Ulama Bupati Tegal

Jumat, 09 Februari 2018

PWNU DIY Dialog dengan Artis Film ‘Sang Kiai’

Yogyakarta, Bupati Tegal. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DIY, bekerjasama dengan Rapi Film, Gajah Wong, dan Lesbumi mengadakan acara “Dialog Bersama Artis dan Pemuturan Trailer Film Sang Kyai”, Jum’at siang (17/5), di Ngaben Resto, Jl. Manggis No.77 Nologaten, Yogyakarta.

Sutradara dan dua pemeran utama dalam film Sang Kiai pun didatangkan. Rako Prijanto sebagai Sutradara, Ikranagara yang berperan sebagai Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, dan Christine Hakim yang berperan sebagai Ibu Kapo, istri mbah Hasyim. Dialog ini dipandu oleh ketua Lesbumi, A. Zastrouw.

PWNU DIY Dialog dengan Artis Film ‘Sang Kiai’ (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU DIY Dialog dengan Artis Film ‘Sang Kiai’ (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU DIY Dialog dengan Artis Film ‘Sang Kiai’

M. Jadul Maula, dalam sambutannya mewakili PWNU DIY mengatakan bahwa film ini akan mendudukkan kembali hubungan antara agama, pesantren, dan budaya. Film ini, lanjut Jadul, lebih bisa diapresiasi kehadirannya daripada buku, karena dapat menghadirkan imajinasi yang utuh tentang sosok mbah Hasyim dalam kehidupan sehari-ahri.

Bupati Tegal

Wakil Rais Syuriah PWNU DIY ini juga menghimbau agar semua elemen menyambut baik kehadiran film ini. “Segera berbondong-bondong ke bioskop tanggal 30 Mei, dengan niat ngaji dan tafa’ul ‘mencari gambaran atau uswah’ dalam menjalankan kehidupan, dari perjuangan mbah Hasyim dalam mempertahankan bangsa ini. Biar barakah,” tandas Kang Jadul.

Bupati Tegal

Dialog pun berlangsung. Diawali dengan penuturan sang sutradara, Rako Prijanto, yang menceritakan proses pembuatan film ini yang menghabiskan sekitar waktu 3 tahun untuk mempersiapkan semua. “Persiapannya satu tahun, kemudaian riset data selama dua tahun,” paparnya.

Rako juga menceritakan akan betapa beratnya kepercayaan yang harus diemban dalam menggarap film ini, sekaligus dengan kendala-kendala yang dihadapi. Namun ia mengaku lega ketika semua telah selesai. “Dengan perjuangan selama tiga tahun setengah, akhirnya bisa dirilis juga,” ujarnya di depan peserta diskusi siang itu.

Sementara Ikranagara, pemeran mbah Hasyim, mengawali ceritanya dengan membaca surat al-‘ashr. Menurutnya, surat al-‘ashr menjadi sangat penting dalam mencari ruh dari tokoh yang dijalaninya. Dan sebagai salah satu langkah pendalaman peran, ia mengaku sering membaca surat al-‘ashr dalam setiap sholatnya. “Tokoh ini – mbah Hasyim – seperti yang ada dalam surat al-‘ashr. Beliau sosok yang sabar, namun juga tegas, terutama dalam hal akidah”, tuturnya.

Langkah lain dari pendalaman peran yang dilakukannya adalah dengan menjalani riset dengan keluarga mbah Hasyim, guna mengetahui bagaimana sosok mbah Hasyim di mata mereka. Tak hanya itu, ia juga mencoba memahami daerah Tebuireng, yang dahulunya merupakan daerah ‘kotor’, namun merupakan tempat berdakwah mbah Hasyim. “Jadi beliau benar-benar masuk ke dalam daerah ‘kotor’ untuk memperjuangkan nilai akidah,” tandasnya.

Christine Hakim mengatakan, dirinya menyelesaikan film tersebut dengan niat jihad atau syi’ar, karena bukan film biasa. Christine menceritakan bahwa ketika ia menerima tawaran peran sebagai istri mbah Hasyim, ia mengaku tidak membaca skenario dahulu, namun justru ia meminta buku untuk dapat mendalami peran dalam film tersebut.?

Ia juga bercerita, bahwa ia mendapatkan pengalaman spiritual yang banyak dalam peran yang dijalaninya. Ada momen penting yang begitu menyentuh dalam film ini, yakni ketika mbah Hasyim wafat. “Saya merasakan betul bahwa tidak mudah untuk menjadi mbah Hasyim. Beliau telah mendapatkan amanah untuk menjadi ayah, suami, pendiri pesantren, dan nasionalis”, ungkapnya sembari menitikan air mata.

Christine juga memuji akan kesantunan yang ada dalam diri mbah Hasyim, meskipun ilmunya tinggi. “Kesederhanaan, kesahajaannya, itu yang harus membuat kita untuk selalu berkirim do’a kepada beliau”, tandas perempuan yang juga pemeran film Tjoet Nja’ Dhien di akhir pembicaraan.

Dialog tersebut diakhiri dengan ungkapan A. Zastrouw tentang tiga hal yang harus dipahami dalam film Sang Kiai. Yakni, ketersinambungan antara agama dan kebangsaan, peran santri dalam mempertahankan NKRI, dan rekonstruksi makna jihad yang sebenarnya.?

Redaktur ? ? : A. Koirul Anam

Kontributor: Dwi Khoirotun Nisa’

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Budaya, IMNU, Ulama Bupati Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

Kalau Tidak Kita Bina, Anak NU Dibina Orang Lain

Pringsewu,Bupati Tegal

Ketua PCNU Pringsewu, Lampung H Taufiqurrohim mengingatkan warga NU untuk memberikan pendidikan terbaik kepada anak-anak, khususnya pendidikan Ahlussunnah wal-Jamaah An Nahdliyyah.

Hal ini disampaikannya saat memberi pengarahan dalam rangka penguatan organisas dan sosialisasi Lembaga Amal Zakat Infaq dan Shadaqah (LAZISNU) di depan seluruh Pengurus Syuriyah MWCNU dan Ranting NU se-Kecamatan Banyumas, Senin (27/6).

Kalau Tidak Kita Bina, Anak NU Dibina Orang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Kalau Tidak Kita Bina, Anak NU Dibina Orang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Kalau Tidak Kita Bina, Anak NU Dibina Orang Lain

Ia mengingatkan bahwa kiprah dan kepedulian pengurus NU di semua tingkatan terhadap hal ini akan berpengaruh kepada eksistensi NU di masa yang akan datang.

Bupati Tegal

"Jangan sampai besok terjadi anak pengurus NU melarang orang lain yang akan tahlilan, yasinan dalam rangka mendoakan orang tuanya sendiri. Bina anak kita, kalau tidak, akan dibina orang lain," ingatnya.

Bupati Tegal

Saat ini, menurutnya, paham-paham Islam baru bermunculan dan menyasar para generasi muda khususnya di wilayah perkotaan. Para pemuda yang masih mencari identitas diri dan cenderung labil ini sangat mudah terpengaruh pemikirannya.

"Jika tidak didasari dengan pemahaman Islam Ahlusunnah wal Jamaah An-Nahdliyyah yang kuat dari keluarga, bukan tidak mungkin sekembalinya dari kota mereka akan menyalah-nyalahkan amalan orang tuanya," katanya.

Apalagi menurutnya perkembangan teknologi yang sangat pesat sekarang ini memberikan kemudahan untuk mengakses berbagai macam informasi.

"Ada kecenderungan sekarang banyak orang, khususnya anak muda, tidak mau belajar agama lewat guru dan kiai. Mereka lebih percaya kepada mbah Google yang silsilah keilmuannya tidak jelas," tuturnya.

Sehingga hal ini patut menjadi perhatian seluruh pengurus dan warga NU agar waspada dan mengarahkan para generasi muda untuk belajar ilmu agama kepada guru dan kiai secara mendalam dan sekaligus mengharap barakah keilmuannya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Ulama, Khutbah Bupati Tegal

Selasa, 09 Januari 2018

Siswa MI Nahdlatul Ulama Sumberrejo Belajar ke PMI

Bojonegoro, Bupati Tegal. Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro, Rabu (25/9) siang, tampak riuh oleh suara anak-anak usia 8-9 tahun. Pasalnya, rombongan murid Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama Sumberejo, Bojonegoro, sedang berkunjung ke markas para relawan yang berada di jalan Trunojoyo no 5 Bojonegoro, Jawa Timur itu.

Siswa MI Nahdlatul Ulama Sumberrejo Belajar ke PMI (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswa MI Nahdlatul Ulama Sumberrejo Belajar ke PMI (Sumber Gambar : Nu Online)

Siswa MI Nahdlatul Ulama Sumberrejo Belajar ke PMI

Kunjungan dimaksudkan sebagai pengenalan sejak dini para siswa tentang pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan didampingi dewan guru, mereka mengelilingi kompleks PMI Bojonegoro, mulai dari ruang resepsionis, ruang donor darah, mushola, sampai aula markas.

Di aula markas, rombongan pelajar yang berjumlah tak kurang dari 30 anak tersebut menonton pemutaran film tentang relawan. Salah satu staf PMI, Muhani, mengatakan, pengenalan makna relawan kepada anak usia dini sangat diperlukan. Menurut dia, merekalah cikal bakal relawan-relawan masa depan Bojonegoro.�

Bupati Tegal

“Siapapun yang tergerak hatinya untuk membantu kesulitan yang dialami oleh orang lain sebenarnya dia sudah menjadi relawan,” ujar Kak Hani, pangilan populer Staf PMI yang sudah puluhan tahun menjadi Relawan di PMI.

Murid-murid yang siang itu mengenakan seragam batik LP Ma’arif tampak antusias mengikuti pembelajaran luar kelas yang diadakan pihak sekolah. “Ternyata kakak-kakak yang ada di PMI bisa disebut sebagai pejuang kemanusiaan ya!” tutur Faricha, siswa paling bersemangat, ketika mengunjungi ruang donor darah.

Bupati Tegal

Di sela-sela kunjungan, sebuah cendera mata diberikan pihak MINU kepada para staf PMI yang dinilai sudah mengabdikan sebagian hidupnya untuk orang lain. ”Ini merupakan pengikat dari kami bahwa kami juga bangga memiliki para relawan dan anak-anak calon relawan masa depan bangsa yang mendapatkan info langsung dari sumbernya,” pungkas guru pendamping, Ahsanul Amilin.

Rangkaian kunjungan studi karya MINU Sumberrejo ini diawali dari kantor Pos Indonesia, PMI, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), dan diakhri di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bojonegoro (DPRD). (Uzlifatul Jannah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kajian, Ulama, Kiai Bupati Tegal

Minggu, 07 Januari 2018

Kaum Muda Bisa Tangkal Terorisme

Yogyakarta, Bupati Tegal. Aksi terorisme yang terjadi di negeri ini lebih sering melibatkan anak-anak muda. Maka persoalan terorisme sebenarnya bisa ditangkal oleh kaum muda sendiri.

“Kita membutuhkan pemuda yang peka terhadap segala persoalan bangsa, serta pemuda yang mampu mewujudkan cita-cita perdamaian di republik ini,” ungkap Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Daerah Istimewa Yogyakarta, Imam S Arizal, pada Seminar Nasional “Siasat Kaum Muda dalam Membendung Terorisme dan Radikalisme Agama”, Sabtu (17/11) lalu di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.?

Kaum Muda Bisa Tangkal Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Kaum Muda Bisa Tangkal Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Kaum Muda Bisa Tangkal Terorisme

Menurut Imam, maraknya aksi terorisme dan radikalisme yang mengatasnamakan agama akhir-akhir ini perlu disikapi serius oleh pemuda Indonesia. Jika pemuda membiarkan dan bersikap acuh tak acuh, bukan tidak mungkin bahwa kelompok-kelompok ekslusif-radikal akan menggurita di negeri ini.

Bupati Tegal

“Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya terorisme, salah satunya adalah pemahaman yang keliru atas nilai-nilai agama,” paparnya di hadapan sekitar 500-an mahasiswa dan pemuda dari berbagai perwakilan OKP dan lintas kampus se-Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ditambahkan, hingga kini kelompok keagamaan ekslusif terus membangun gerakan di berbagai daerah di Indonesia. Pola perekrutan anggota baru juga mulai masuk ke perguruan tinggi di berbagai daerah. Maka tak heran jika setiap kali ada kasus terorisme dan radikalisme agama, selalu tidak sepi dari keterlibatan kaum muda.

Bupati Tegal

“Kaum muda yang sejatinya menjadi tonggak peradaban masyarakat justru mudah terkontaminasi dan terjerumus pada tindakan-tindakan radikalisme dan terorisme. Kaum muda malah rela menjadi pengantin dan mengorbankan jiwa dan raganya demi keyakinan yang menurut mereka benar,” katanya.

Lebih tegas Imam mengungkapkan, kelompok-kelompok keagamaan garis keras yang setiap saat merekrut para pemuda akan menjadi bom waktu yang bisa mengancam sendi-sendi NKRI. “Maka tugas pemuda, selaku penerus generasi bangsa untuk membendung dan memotong mata rantai kelompok-kelompok garis keras di negeri ini,” tegasnya.

Senada dengan itu, mantan ketua umum Pengurus Besar PMII H. Abdul Malik Haramain mengungkapkan, pemahaman keagamaan yang dangkal akan semakin mudah melakukan tindak teror dan radikal. Oleh karena itu pemuda harus mampu menjadi agent of change dan memiliki pemahaman keagamaan yang benar agar mampu menjadi pelopor perdamaian.?

Dalam makalahnya, Anggota Komisi III DPR RI itu mengungkapkan, pendidikan memiliki peranan strategis dalam memangkas terorisme di negeri ini. Setidaknya ada empat cara yang perlu ditempuh untuk menanggulangi terorisme dan radikalisme agama perspektif pendidikan.

“Pertama, bekerjasama dengan Pengajar (guru/dosen) dalam membangun “textbook” tentang Pendidikan Islam yang di dalamnya memuat pelajaran toleransi dan isu-isu kemajemukan. Kedua, perlunya mendorong pertukaran pelajar dengan background yang “berbeda”. Ketiga, mendorong pendidikan toleransi dengan menggunakan komunitas ekstra kampus yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda sehingga mampu menumbuhkan pemahaman akan sebuah perbedaan. Keempat, monitoring dan counter propaganda website-website radikal,” tegas Ketua Pansus RUU Ormas tersebut.?

Eman Hermawan, dalam makalahnya juga menyebut bahwa teror merupakan ancaman serius di negeri ini. Salah satu hal yang perlu dilakukan adalah memberikan pemahaman kembali nilai-nilai 4 Pilar Negara. Menurut mantan Ketua Umum DKN Garda Bangsa ini, tugas pemuda hari ini adalah bagaimana kita membangun bangsa dan ideologi bersama.?

“Pemerintah mempunyai kewajiban untuk memberi pemahaman bahwa Pancasila adalah sebuah ideologi universal yang tidak bertentangan dengan agama apapun,” jelasnya.?

Ditanya soal peran mahasiswa dalam upaya memerangi terorisme, Eman Hermawan menegaskan bahwa hmhasiswa yang mempunyai potensi besar untuk menanggulangi terorisme dan redikalisme agama.

Pertanyaannya , pemuda atau mahasiswa yang seperti apa yang bisa menanggulangi terorisme? Menurutnya, pemuda harus pinter, kaya, dan tidak lapar. “Orang bodoh mudah di hasut, orang miskin mudah direkrut, orang yang lapar mudah dihasut,” pungkasnya.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Junaidi Ibnurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Bahtsul Masail, Ulama, Santri Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock