Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2018

Cabang-Cabang Lakpesdam Berbagi Pengalaman dan Unjuk Produk

Jakarta, Bupati Tegal. Beberapa Cabang Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Nahdlatul Ulama berkumpul di Hotel Milenium, Kebon Sirih, Jakarta pada Kamis-Jumat  (28-29/8). Mereka berbagai pengalaman rintisan usaha di daerah masing-masing serta menampilkan beberapa produknya.

Cabang-Cabang yang berkumpul diantaranya Lakpesdam Lombok, Bulukumba, Indramayu, Ambon, Jepara, Cilacap, Cimahi, Pandeglang.

Cabang-Cabang Lakpesdam Berbagi Pengalaman dan Unjuk Produk (Sumber Gambar : Nu Online)
Cabang-Cabang Lakpesdam Berbagi Pengalaman dan Unjuk Produk (Sumber Gambar : Nu Online)

Cabang-Cabang Lakpesdam Berbagi Pengalaman dan Unjuk Produk

Menurut Ketua Pengurus Pusat Lakpesdam H Yahya Ma’sum mengatakan, cabang-cabang itu merupakan para pelaksana dan penanggung jawab Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPN) Peduli sejak tahun 2011 yang sudah berakhir.

Bupati Tegal

Mereka, menurut Yahya, kemudian diundang ke Jakarta oleh Pengurus Pusat Lakpesdam sebagai penyalur dana hibah World Bank (bank dunia) melalui program tersebut. “Sharing pengalaman dan ekspos kegiatan dan hasil-hasilnya,” katanya di Hotel Milenium Kamis (28/8).

Menurut Yahya, secara proyek program tersebut sudah berakhir, tapi mereka tetap berkewajiban untk terus melanjutkannya secara mandiri.

Bupati Tegal

Ditanya apakah merasa bisa mandiri, Yahya menjawab optimis. Dengan dilepasnya dana ahibah yang dikucurkan melalui PP Lakpesdam, kelompok-kelompok yang sudah terbentuk di daerah akan bisa mandiri. “Optimis bisa. Sebagian besar sudah bisa membangun jejaring dengan berbagai pihak sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan mereka,” terangnya.  

Yahya menjelaskan salah satu kelompok penerima manfaat (benefiserias) dari program ini di Lakpesdam Indramayu, yaitu ibu-ibu pembuat bakso ikan. Hasil produksinya sudah sampai bisa menjual ke daerah Bogor. Pada mulanya cuma 500 buah sekarang sudah 5000.

Ia juga bercerita ibu-ibu pembuat kain songket di Palembang, Sumatera Selatan. Mereka kemudian bergerak sendiri, bisa mendapatkan bantuan sendiri, sekarang uang yang bergulir di antara mereka sekitar 80 juta. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nasional, Humor Islam, Hadits Bupati Tegal

Selasa, 27 Februari 2018

IPNU-IPPNU Gondosari Cetak Pemimpin Berkarakter Aswaja

Kudus, Bupati Tegal. Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nadlalatul Ulama (IPPNU) Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) sekaligus rapat kerja (Raker) di Gedung Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Gebog pada Kamis-Jumat (1-2/5).

Acara yang diikuti 30 anggota pengurus ini mengangkat tema “Kaderisasi Pemimpin Tangguh Berkarakter Aswaja”. Menurut Ketua PR IPNU Ranting Gondosari Jama’ah, tema ini merupakan pengejawantahan harapan kepemimpinan yang ada di ranting. Dikatakan bahwa Ranting Gondosari butuh pengurus yang berwawasan Ahlussunnah wal Jama’ah.

IPNU-IPPNU Gondosari Cetak Pemimpin Berkarakter Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Gondosari Cetak Pemimpin Berkarakter Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Gondosari Cetak Pemimpin Berkarakter Aswaja

“Tidak semua anggota kami belajar di bangku madrasah NU. Sebagian masih ada yang berlatar belakang dari sekolah umum. Jadi di antaranya masih ada yang awam sama sekali tentang Aswaja, sehingga butuh pengukuhan karakter pada diri mereka agar benar-benar menjadi kader pelajar Aswaja yang bisa mengabdikan diri di organisasi dan masyarakat,” papar Jama’ah, Jumat (2/5).

Bupati Tegal

Selepas kegiatan LDK dan Raker ini diharapkan para pengurus mampu mengemban amanah selama periode kepengurusan. “Ini adalah bekal dan modal awal bagi para pengurus baru. Andai sebuah bangunan, ini merupakan fondasinya. Dengan apa dan bagaimana nanti membangun, akan dibentuk seperti apa, maka terserah pada pengurus yang ada,” kata Mahfudz Siddiq, Sekretaris Pimpinan Anak Cabang IPNU Kecamatan Gebog.

Bupati Tegal

Namun, lanjutnya, tak layak jika organisasi hanya mengandalkan ketua saja. Butuh kerja sama sesuai dengan pembagian tugas antarmasing-masing pengurus untuk memajukan pelajar NU.

Agenda ini merupakan kelanjutan dari pelantikan pengurus baru yang dilantik pada tanggal 30 Januari lalu. Meski LDK dan Raker ini tergolong terlambat, namun selama tiga bulan setelah pelantikan tersebut pengurus sudah menjalankan program.

“Para pengurus sudah saling berkoordinasi dalam beberapa pertemuan. Program kerja juga telah kami jalankan, di antaranya tiga kali selapanan rutin yang diikuti oleh antaranggota masing-masing dukuh,” terang Naily, salah satu pengurus kepada Bupati Tegal. (Istahiyyah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nasional, Ulama Bupati Tegal

Selasa, 20 Februari 2018

Pelajar NU Kudus Siapkan Seleksi Panjang Jelang Lakut

Kudus, Bupati Tegal - Puluhan kader muda Nahdlatul Ulama mengikuti tes penyaringan untuk menjadi peserta Latihan Kader Utama (Lakut) Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU). Tes berlangsung di aula gedung NU Kudus, Jawa Tengah, 16-17 Januari 2015, untuk masing-masing pimpinan anak cabang.

Tes tersebut terdiri dari beberapa tahap, yakni kelengkapan administrasi oleh panitia, tes tertulis tentang ke-NU-an dan ke-IPNU-IPPNU-an, tes makalah tentang gerakan kaum muda NU ke depan yang berhadapan dengan para pengurus harian PC IPNU dan IPPNU Kudus, serta wawancara ihwal organisasi dan paham Ahlussunnah wal Jamaah oleh para dewan alumni pengurus cabang.

Pelajar NU Kudus Siapkan Seleksi Panjang Jelang Lakut (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Kudus Siapkan Seleksi Panjang Jelang Lakut (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Kudus Siapkan Seleksi Panjang Jelang Lakut

Sebelumnya, Pimpinan Cabang telah menggelar pertemuan bersama para pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) dari sembilan kecamatan di Kudus. Pertemuan yang dilaksanakan pada Selasa sore (13/1) di aula gedung NU itu merupakan sosialisasi sekaligus penyamaan persepsi ihwal Lakut.

Bupati Tegal

"Kami harapkan nanti peserta yang didelegasikan memang benar-benar kader yang diseleksi bahkan sejak dari PAC. Dan setelah sampai sini peserta akan diuji dengan tes tertulis, presentasi makalah dan intervew oleh alumni," kata Wakil Ketua bidang Pengkaderan IPNU Kudus, Muhammad Syaroni.

?

"Lakut merupakan tingkat pengkaderan tertinggi. Semua kader dari semua PAC berpeluang bisa ikut. Namun tidak menutup kemungkinan Ketua PAC pun gagal ikut jika ia tidak lulus seleksi sesuai prosedur rekrutmen yang ditentukan oleh cabang," imbuh Muhammad Said, pengurus harian yang lain.

?

Namun tes seleksi ini beda dengan Lakut pada periode sebelumnya. Jika biasanya tes di atas sudah cukup untuk menentukan kader yang berhak menjadi peserta Lakut, kali ini tidak semudah itu. Calon peserta masih harus mengikuti Sekolah Kader Utama (SKU). SKU sendiri terdiri dari dua tahap, yakni tanggal 23 dan 30 bulan ini. Dalam pertemuan dua hari itu akan dipaparkan materi pendahuluan Lakut.

Bupati Tegal

?

Hidayah juga berterima kasih kepada para alumni. "Dukungan dari majelis alumni sebagai tim screening yang senantiasa mendampingi pelaksanaan dari awal hingga nantinya, menjadi semangat bagi SC dan OC. Ini juga yang kami harapkan, agar peserta termotivasi mereka yang telah berpengalaman. Dari screening ini nantinya akan terlihat nilai-nilai hasil tes untuk menjadi calon peserta Lakut," papar Ketua IPPNU Kudus, Futuhal Hidayah.

?

"Babak selanjutnya yakni SKU yang dilaksanakan dua Kali, sehingga nantinya didapatkan data final peserta yang akan mengikuti Lakut ini. Besar harapan kami, kader yang didelegasikan memang punya komitmen menjadi kader utama untuk Kudus. Komitmen yang berasal dari kemauan kuat dari diri sendiri dan bukan formalitas mewakili PAC-nya. InsyaAllah Lakut akan dilaksanakan 4-8 Februari mendatang di desa wisata wonosoco," ungkapnya.(Istahiyyah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pertandingan, Nasional Bupati Tegal

Sabtu, 10 Februari 2018

PCINU Diharap Promosikan “Islam Nusantara” ke Dunia

Amsterdam, Bupati Tegal. Ahad 18 Januari 2015 lalu, disaksikan ratusan anggota Persatuan Pemuda Muslim se-Eropa (PPME) Al-Ikhlas Amsterdam, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Belanda secara resmi dilantik. Pelantikan dilakukan secara langsung oleh Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Mustofa Bisri.

Sebanyak 29 orang yang terdiri atas para mukimin Indonesia di Belanda maupun para mahasiswa Indonesia yang sedang studi S2 dan S3 di Belanda dilantik sebagai Pengurus Cabang Istimewa NU Belanda untuk masa khidmat 2014-2016.

PCINU Diharap Promosikan “Islam Nusantara” ke Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Diharap Promosikan “Islam Nusantara” ke Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Diharap Promosikan “Islam Nusantara” ke Dunia

Pelantikan PCINU Belanda ini diselenggarakan bersamaan dengan acara tabligh akbar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara pengajian dimeriahkan dengan pembacaan sholawat oleh siswa-siswi Madrasah Al-Ikhlas Amsterdam yang secara kompak dan merdu melantunkan Thola’al Badru, Alhamdulillah wa Syukrulillah, Sholatun Bisalamin Mubin, dan Sholatullah Salamullah.

Setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan barzanji oleh para generasi muda PPME Al-Ikhlas yang dipimpin oleh Ustadz Dr. Ahmad Mizar, Lc, MA. Sebagai penceramah tunggal dalam tabligh akbar ini adalah KH. Ahmad Mustofa Bisri yang akrab disapa Gus Mus.

Turut hadir dalam acara Pelantikan PCINU Belanda dan pengajian maulid ini pejabat dan diplomat dari Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda, Pengurus PPME Wilayah Belanda, Pengurus PPME dari kota-kota lain di Belanda, tokoh diaspora Muslim asal Mesir dan staf pengajar di Fakultas Teologi Vrij Universiteit Dr. Yaser Ellethy, delegasi PCINU dari negara-negara di Eropa dan Mediterania (Jerman, Belgia, United Kingdom, dan Maroko), dan para undangan lainnya.

Danang Waskito, mewakili KBRI di Belanda menyampaikan ucapan selamat dan dukungannya atas pelantikan PCI NU Belanda. “Di Belanda tantangannya sangat besar. Menjadi tugas PCINU Belanda untuk menunjukkan agar citra Islam dan citra bangsa Indonesia makin baik di sini.”

Bupati Tegal

Menurut Danang, diplomasi Indonesia tidak bisa dilakukan oleh KBRI semata. Diplomasi mengenal apa yang disebut multi-tracks diplomacy. Di sinilah peran PCINU sangat diharapkan. PCINU Belanda harus memperkuat diplomasi kita di negeri Belanda sehingga masyarakat Indonesia makin diterima di sini, citra Indonesia dan Islam juga makin baik di Eropa, dan khususnya di Belanda ini.”

Dalam kesempatan itu, Danang Waskito meneruskan kembali pesan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, yang sebelumnya menjabat Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda, agar masyarakat Indonesia bangga menjadi bangsa Indonesia. Untuk itu, Danang Waskito mendukung visi PCINU Belanda yang ingin mempromosikan Islam Nusantara di Belanda khususnya, dan Eropa umumnya.

Menurut Danang, bangsa Indonesia yang multikultur, yang menghormati sesama, yang mengajarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil-‘alamin merupakan ciri-ciri yang membentuk jati diri bangsa Indonesia yang harus dibanggakan. Dan hal ini sangat sejalan dengan paham keagamaan Nahdlatul Ulama. “Karena itu, KBRI sangat senang dengan kehadiran PCINU di Belanda.” (Muhamad Shohibuddin/Anam)

 

Bupati Tegal

*Foto Gus Mus bersama PCINU Belanda usai pelantikan

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nasional, AlaSantri Bupati Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Musabaqah Kitab Kuning di NTB Resmi Dimulai

Lombok Tengah, Bupati Tegal. Babak penyisihan Musabaqoh Kitab Kuning wilayah Nusa Tenggara Barat digelar di Ponpes Qamarul Huda Bagu, Pringgarata, Loteng.? Lomba yang diiniasiai Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini dimaksudkan sebagai upaya melestarikan tradisi membaca Kitab Kuning."Musabaqoh Kitab Kuning ini merupakan bagian dari kita menjaga tradisi membaca Kitab Kuning untuk menatap masa depan yang lebih baik," kata Sekretaris DPW PKB NTB, Akhdiansyah saat pembukaan Musabaqoh Kitab Kuning, Kamis (7/4/).

Kegiatan tersebut, lanjut Akhdiansyah, merupakan salah satu peran aktif PKB dalam upaya turut melestarikan tradisi-tradisi pendidikan di pondok pesantren, seperti tradisi membaca Kitab Kuning yang telah menjadi warisan para ulama.

Melalui program Musabaqoh ini, tradisi membaca Kitab Kuning akan terus tejaga dan terawat. Selain tradisi membaca Kitab Kuning, lanjut politisi muda ini, ? tradisi Nusantara Mengaji juga akan dilaksanakan DPP PKB, bahkan seluruh anggota Dewan dari PKB diperintahkan masing-masing membawa 200 orang dalam acara Nusantara Mengaji.

Musabaqah Kitab Kuning di NTB Resmi Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)
Musabaqah Kitab Kuning di NTB Resmi Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)

Musabaqah Kitab Kuning di NTB Resmi Dimulai

"Ini dalam rangka merawat dan menjaga tradisi, untuk kemajuan bangsa", ujar Akhdiansyah?

Musabaqoh tersebut juga dijadikan ajang mencari peserta terbaik yang akan mewakili NTB di tingkat nasional. "Besar harapan kami, salah satu terbaik dari ratusan peserta perwakilan masing-masing ponpes yang mendaftar, nantinya mampu meraih juara di tingkat nasional," harapnya.

Bupati Tegal

Acara yang dibuka langsung oleh pembina dan pengasuh Ponpes Qamarul Huda, TGH LM Turmudzi Badarudin itu, dihadiri seluruh anggota DPRD Kabupaten Loteng dan Provinsi NTB dari PKB, ketua DPC PKB se-NTB, para ustadz dan santri, serta peserta Musabaqoh.

Dalam sambutannya, Tuan Guru Bagu sapaan TGH LM Turmudzi Badarudin, menyampaikan bahwa sangat mendukung Musabaqoh Kitab Kuning yang dilaksanakan PKB. "Musabaqoh yang dilaksanakan PKB hari ini bagus. Semoga semua yang mengaji akan mewarisi ilmu para ulama," kata musasyar PBNU ini

Hal itu dianggap sangat perlu untuk keberkahan suatu ilmu. Diungkapkan, yang dikerjakan para ulama terdahulu seperti mengaji, menghafal kitab dan selalu menghadiri majelis baik di Timur Tengah maupun dalam negeri, sehingga ilmu itu menjadi barokah.

Bupati Tegal

"Semoga kehadiran para anggota Dewan dan anggota Hakam serta seluruh peserta di acara ini mendapat barokah", katanya (Syamsul Hadi/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nasional, Amalan, Syariah Bupati Tegal

Sabtu, 03 Februari 2018

Menag Ajak Umat Islam Perkuat Ukhuwah Islamiyah

Jakarta, Bupati Tegal. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membuka secara resmi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Internasional ke-3 di Auditorium HM. Rasjidi Gedung Kementerian Agama RI Jalan MH Thamrin Jakarta, Selasa (1/9). Kegiatan akan berlangsung sampai 5 September mendatang.

Pembukaan dihadiri beberapa duta besar negara sahabat, diantaranya Maroko, Mesir, Brunei Darussalam, Bosnia dan Thailand. Pada kesempatan yang sama, duet qori Internasional Indonesia, H Mukmin Aenul Mubarok dan H Fadhlan Zainuddin, melantunkan ayat suci al-Quran yang menandai dimulainya acara.

Menag Ajak Umat Islam Perkuat Ukhuwah Islamiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Ajak Umat Islam Perkuat Ukhuwah Islamiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Ajak Umat Islam Perkuat Ukhuwah Islamiyah

Menteri Agama menyambut baik terselenggaranya event MTQ Internasional ini. Menurutnya, pelaksanaan MTQ membawa misi mendekatkan umat dengan Al Quran. MTQ diharapkan menjadi stimulan untuk melahirkan generasi qari dan hafizh terbaik yang mengharumkan nama bangsa dan memotivasi segenap Muslim lainnya untuk senantiasa meningkatkan kemampuan seni baca al-Quran. Indonesia, lanjutnya, sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia harus menjadi lokomotif pembangunan peradaban dan harmoni melalui MTQ.

Bupati Tegal

"Saya mengajak kita semua mari terus menjalin persahabatan dan kerjasama antar-bangsa di dalam ikatan ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah basyariyah. Populasi umat Islam yang kini mencapai seperempat dari jumlah penduduk dunia diharapkan memberi peran dan kontribusi yang lebih signifikan dalam mewarnai peradaban dunia masa depan," ungkapnya.

Menag menambahkan, pelaksanaan MTQ di tingkat nasional dan internasional merupakan satu bukti bahwa Musabaqah Tilawatil Quran telah menjadi milik masyarakat Muslim antar-bangsa. Karena itulah, Indonesia berada di garis depan pada berbagai event MTQ Internasional dan agenda internasional lainnya, memberi andil sebagai negara peserta MTQ maupun tuan rumah penyelenggara MTQ Internasional.

Bupati Tegal

"Dalam momentum MTQ Internasional ini, saya menghimbau kepada para ulama dan pemimpin umat di tanah air serta para pengelola lembaga pendidikan Islam, mari bahu- membahu untuk meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan Al Quran di tengah masyarakat. Selanjutnya mari meningkatkan dan memperluas peran umat Islam Indonesia dalam forum-forum kerjasama antar-bangsa di berbagai bidang dalam upaya memperjuangkan kemajuan dan kesejahteraan umat manusia," pungkasnya.? ?

Dirjen Bimas Islam, Prof. Dr. Machasin, MA memaparkan bahwa melalui event MTQ Internasional yang melibatkan negara-negara sahabat, Indonesia mendorong upaya mewujudkan iklim regional dan internasional yang kondusif untuk kesejahteraan umat manusia serta sekaligus memperkokoh hubungan bilateral dan multilateral di antara negara-negara sahabat. MTQ Internasional diselenggarakan sebagai bentuk partisipasi bangsa Indonesia dalam syiar agama untuk menjalain persahabatan antarbangsa dalam upaya memelihara perdamaian di tingkat regional dan internasional.

Machasin menambahkan, penyelenggaraan MTQ Internasional ini sekaligus bertujuan untuk memberikan motivasi dan stimulan bagi generasi muda Islam, agar lebih meningkatkan lagi kegemaran muntuk belajar, memahami, menghayati dan mengamalkan kandungan nilai-nilai luhur Al-Quran.

"Partisipasi dan prestasi Indonesia di sejumlah event MTQ Internasional secara tidak langsung mengangkat harkat martabat bangsa di mata dunia, khususnya dunia Islam.? Prestasi tersebut perlu terus dipertahankan di masa-masa mendatang," tuturnya.

MTQ Internasional III tahun 2015 diikuti 21 negara peserta, yaitu: Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, Philippina, Timor Leste, Maroko, Iran, Belgia, Canada, Yordania, Saudi Arabia, Dubai, Uni Emirat Arab, Aljazair, Tunisia, Perancis, Inggris, Amerika Serikat, Norwegia, dan Mesir. Cabang yang diperlombakan terdiri dari 2 (dua) cabang, yaitu Cabang Tilawah Dewasa Putera (bacaan Al Quran sesuai tajwid), dan Cabang Tahfiz (menghafal)? 30 Juz Al Quran Dewasa Putera.

Adapun dewan hakim MTQ Internasional III ini berasal dari beberapa negara, diantaranya Indonesia, Yordania, Kerajaan Saudi Arabia, Uni Emirat, Iran dan Perancis. Seluruh agenda kegiatan MTQ Internasional III Tahun 2015 terkonsentrasi di Masjid Istiqlal Jakarta, masjid negara yang menjadi citra kebanggaan umat Islam dan bangsa Indonesia. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nasional Bupati Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

Gubernur Jatim: Ekspedisi Islam Nusantara, Pekerjaan Raksasa

Surabaya, Bupati Tegal - Gubernur Jawa Timur Sukarwo mengatakan, ekspedisi Islam Nusantara sangat penting dilakukan untuk mempelajari proses transformasi Islam dan akulturasi budaya yang dilakukan para wali yang membuahkan kebudayan yang luar biasa.

Ia menyampaikan hal itu di gedung Grahadi, Jalan Gubernur Suryo No 7, Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (14/4) ketika menyambut tim Ekspedisi Islam Nusantara dipimpin Wasekjen PBNU H Imam Pituduh yang baru tiba di kota pahlawan tersebut.

Gubernur Jatim: Ekspedisi Islam Nusantara, Pekerjaan Raksasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Gubernur Jatim: Ekspedisi Islam Nusantara, Pekerjaan Raksasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Gubernur Jatim: Ekspedisi Islam Nusantara, Pekerjaan Raksasa

Menurut dia, ekspedisi tersebut merupakan pekerjaan raksasa yang seharusnya bisa menghasilkan bagaimana model lama yang bagus ini menjadi model baru yang lebih bagus. Isinya tidak berubah, tapi kemasannya menjadi menarik terutama untuk anak muda yang telah terjangkit sikap pragmatis dan liberalis.

"Saya sangat memberikan apresiasi, dukungan, agar anak muda ini tidak jenuh dengan pekerjaan ini karena ini membangun tata nilai. Tidak bisa dirasakan sekarang manfaatnya," ungkapnya yang didampingi Wakil Gubernur Jatim H. Safullah Yusuf.

Bupati Tegal

Bupati Tegal

Ia menambahkan pekerjaan raksasa ini bisa jadi dicemooh orang-orang yang pragmatis. "Mengapa harus payah-payah muter kayak gini, tapi orang yang punya pikiran mendalam, ideologis, keagamaan yang kuat, pasti tidak lelah. Ini tidak boleh lelah," tegasnya.

Kepada tim Ekspedisi Islam Nusantara ia meminta setelah berkeliling Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua harus bertemu lagi di ruang-ruang diskusi, bagaimana memperkuat Islam Nusantara dalam keseharian.

Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo ini mengaku mengamati keputusan muktamar di Jombang. Salah satu keputusan penting meletakkan NU sebagai pemegang panji-panji Islam Nusantara.

Subtansi paling mendasar dari muktamar tersebut adalah bagaimana Islam rahmatan lil-alamin yang dijabarkan dengan pengertian Islam Nusantara, Islam sangat akrab, sangat khas yang menyatukan kultur yang tidak merusak agama. Tetapi justru yang membikin kultur menjadi kebersamaan dengan agama Islam.

"Saya kira ini tagline besar," katanya. Ia berharap? Islam model seperti itu menjadi contoh Islam di belahan dunia yang lain. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nasional, Pertandingan Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock