Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

Buat Yang Belum Aqiqah

Lain aqiqah, lain aqiqahan. Aqiqahan ialah mengundang tetangga untuk membacakan ayat Al-Quran, zikir, atau maulid Barzanji yang kemudian memotong sedikit rambut bayi oleh sejumlah undangan secara bergantian saat mahallul qiyam. Yang punya hajat lalu meminta kiai setempat mendoakan si anak kelak menjadi orang punya manfaat dan kegunaan bagi masyarakat.

Sedangkan aqiqah secara harfiah sebutan bagi rambut di kepala bayi. Bayi orang atau binatang, sama saja. Kata ahli fiqih, aqiqah ialah hewan sembelihan yang dimasak gulai kemudian disedekahkan kepada orang fakir dan miskin. Dimasak gulai dengan harapan akhlak si orok kelak manis dan enak dipandang mata seperti masakan gulai.

Buat Yang Belum Aqiqah (Sumber Gambar : Nu Online)
Buat Yang Belum Aqiqah (Sumber Gambar : Nu Online)

Buat Yang Belum Aqiqah

Hukum aqiqah sunah muakkad. Tetapi menjadi wajib kalau dinazarkan sebelumnya. Untuk bayi laki-laki, sempurna minimal dua ekor kambing. Sedangkan bayi perempuan, dipotongkan seekor kambing. Tetapi pada prinsipnya, seekor kambing cukup untuk mengaqiqahkan bayi laki-laki maupun perempuan. Sementara sempurnanya, seorang wali tidak dibatasi menyembelih berapa ekor kambing, unta, sapi atau kerbau. Artinya, silakan menyembelih berapa pun. Demikian kata Syekh Syarqowi dalam kitab Hasyiyatus Syarqowi ala Tuhfatit Thullab bi Syarhit Tahrir.

Sejumlah ulama mengatakan, aqiqah berfaedah memberikan mandat kepada si anak untuk memberikan syafa’at kelak kepada orang tuanya. Di lain pendapat, aqiqah bertujuan agar fisik dan akhlak si tumbuh dengan baik. Yang pasti, sedekah aqiqahan terlaksana.

Bupati Tegal

Bupati Tegal

Masa penyembelihan itu disunahkan pada hari ketujuh setelah kelahiran bayi. Hari pertama keluarnya si bayi masuk dalam hitungan. Kalau belum sempat di hari ketujuh karena beberapa uzur, boleh dilakukan pada hari keempat belas, dua puluh satu, dan kelipatan tujuh berikutnya.

Saat menyembelih yang disunahkan saat fajar menyingsing, dianjurkan membaca doa berikut,

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Dana pembelian hewan aqiqah ditanggung oleh si wali dalam hal ini bapaknya. Yang jelas, pembelian hewan itu tidak menggunakan harta orang lain termasuk istrinya atau anaknya. Karena, aqiqah ini merupakan sedekah. Sedekah harus pakai uang sendiri, bukan orang lain. Juga jangan memaksakan diri hingga menghutang ke sana-ke sini.

Adapun aqiqah anak zina ditanggung oleh ibu dengan cara sembunyi agar tidak membuka aibnya. Ketentuan aqiqah bagi anak-anak yang sudah balig atau bahkan dewasa, diterangkan Syekh Nawawi Banten dalam kitab Tausyih ala Fathil Qaribil Mujib berikut,

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Andai si bayi wafat sebelum hari ketujuh, maka kesunahan aqiqah tidak gugur. Kesunahan aqiqah juga tidak luput karena tertunda hingga hari ketujuh berlalu. Kalau penyembelihan aqiqah ditunda hingga si anak balig, maka hukum kesunahannya gugur bagi si orang tua. Artinya mereka tidak lagi disunahkan mengaqiqahkan anaknya yang sudah balig karena tanggung jawab aqiqah orang tua sudah terputus karena kemandirian si anak. Sementara agama memberikan pilihan kepada seseorang yang sudah balig untuk mengaqiqahkan dirinya sendiri atau tidak. Tetapi baiknya, ia mengaqiqahkan dirinya sendiri untuk menyusul sunah aqiqah yang luput di waktu kecilnya.”

Anak yang sudah balig dihukumkan mandiri. Singkat kata, mereka menanggung sendiri kebutuhan hidupnya, dosa dan pahala yang dilakukan, termasuk untung maupun rugi kalau berusaha. Wallahu A’lam. (Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Aswaja, Cerita Bupati Tegal

Katib Syuriyah PBNU Hadiri Perpisahan Kelas Internasional STAINU di Rabat

Rabat,Bupati Tegal. Program Mahasiswa Kelas Internasional mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAINU) Jakarta di Universitas Ibnu Tufail Kenitra berakhir. Setelah 11 bulan menimba ilmu di kampus itu, mereka harus kembali ke tanah air.  

Katib Syuriyah PBNU Hadiri Perpisahan Kelas Internasional STAINU di Rabat (Sumber Gambar : Nu Online)
Katib Syuriyah PBNU Hadiri Perpisahan Kelas Internasional STAINU di Rabat (Sumber Gambar : Nu Online)

Katib Syuriyah PBNU Hadiri Perpisahan Kelas Internasional STAINU di Rabat

Perpisahan program tersebut digelar di Griya Mahasiswa Kenitra pada Kamis malam 11 Desember 2014. Pada kesempatan itu, hadir Katib Syuriah PBNU KH Mujib Qulyub, H. Husnul Amal Mas’ud dan Prabowo Wiratmoko Jati mewakili Dewan Mustasyar PCINU. Hadir pula perwakilan KBRI, anggota PPI Maroko serta beberapa warga Maroko.

Kia Mujib yang juga Ketua Badan Pengawas Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama mengatakan bahwa Maroko merupakan salah satu pusat keilmuan Islam. Hal itu ditunjukkan dengan banyaknya literatur- keislaman.

Bupati Tegal

Di negara Maroko pula, tambah dia, tempat lahirnya para cendekiawan islam yang menyebarkan Islam hingga ke berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia. “Di Indonesia ada beberapa kuburan yang tidak diketahui identitas jelasnya. Tetapi di nama-nama, di batu nisannya bertuliskan maghribi yang berarti berasal dari Maroko”.

Bupati Tegal

Ia berpandangan, tidak menutup kemungkinan, corak keislaman Indonesia memang sebagian dibawa oleh ulama Maroko.

Ketua rombongan mahasiswa STAINU Ooz Fauzi menyampaikan permohonan maaf dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah turut membantu dan melancarkan kegiatan tersebut.

Ia mengutip adagium yang sudah masyhur di Maroko “idza kunta fil maghrib fala tastaghrib”. Apabila kamu berada di maghrib (Maroko) maka janganlah kamu terheran-heran (dengan apa yang terjadi di sini). “Seyogyanya kita (kawan-kawan STAINU) agar mengambil segala hal yang baik dari Maroko dan membuang hal-hal yang tidak baik dari sini,” ujarnya.

Sementara Abdul Karim Jariri, ustadz di Maroko, menutup doa perpishan itu. Ia mengaku senang berinteraksi dengan para mahasiswa yang belajar di Maroko. (Fairuz Ainun Naim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Aswaja, Ubudiyah, Bahtsul Masail Bupati Tegal

Koleksi Al-Quran di Masjid Al-Fairus Pekalongan

Pekalongan, Bupati Tegal - Bagi para pemudik Lebara yang melewati Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mungkin Anda sempat melihat bangunan masjid megah di sebelah utara Jl Dr Sutomo, tepatnya persis sebelum melewati terminal. Atau bahkan Anda justru sudah singgah di masjid tersebu, yakni Masjid Al-Fairus.

Masjid Al-Fairus menjadi salah satu tempat persinggahan favorit para pemudik. Selain menyediakan area istirahat yang luas dan nyaman, para pengunjung juga dapat melihat aneka koleksi Al-Quran dari berbagai negara, yang diletakkan di salah satu sudut bangunan.

Koleksi Al-Quran di Masjid Al-Fairus Pekalongan (Sumber Gambar : Nu Online)
Koleksi Al-Quran di Masjid Al-Fairus Pekalongan (Sumber Gambar : Nu Online)

Koleksi Al-Quran di Masjid Al-Fairus Pekalongan

Bupati Tegal berkesempatan melihat berbagai koleksi tersebut saat kami menyambangi tempat ibadah yang diresmikan pada tahun 2005 itu, Senin (11/7) lalu. Koleksi Al-Quran dengan beragam ukuran tersebut, dipajang rapi di dalam sebuah almari kaca.

Letak almari yang ditempatkan di luar masjid sehingga para pengunjung dapat leluasa untuk melihatnya. Pada rak paling bawah, terdapat tulisan : “Kumpulan Al-Qur’an Cetakan dari Terbesar di dunia sampai Terkecil”.

Bupati Tegal

H Abdullah Machrus, Ketua Yayasan Al Fairus, menjelaskan aneka koleksi Al-Quran tersebut merupakan koleksi pribadi miliknya, yang kemudian dihibahkan kepada Yayasan Al-Fairus.

Dipaparkan dia, saat ini, koleksi Al Quran cetak di Masjid Al Fairus ada sekitar 45 buah. “Yang terbesar yang dari Indonesia, sedangkan Al-Quran cetak terkecil dapat dari negara Suriah. Setiap berpergian ke luar negeri, saya selalu menyempatkan diri ke toko buku untuk membeli Al Quran di negara tersebut,” ungkap dia.

Bupati Tegal

Selain melihat koleksi Al-Quran, para pengunjung di Masjid Al-Fairus juga dapat membeli oleh-oleh khas Pekalongan yang dijual di kios-kios yang terletak di sekitar kompleks masjid. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Aswaja, Internasional, Hikmah Bupati Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Empat Hal yang Dilaknat Rasulullah

Kemajuan zaman dan globalisasi semakin tidak karuan. Tidak hanya menembus ruang dan waktu, tetapi juga mengaburkan batas kelamin laki-laki dan perempuan. Anehnya pengkaburan itu dianggap hal biasa saja, bahkan sering mendapat pembelaan dari sebagain orang. Padahal yang demikian itu jelas menyalahi qadrat dan dilaknat Rasulullah saw. Na’udzubillah min dzalik.

Sebuah hadits menerangkan dengan jelas mengenai empat hal yang dibenci dan dilaknat Rasulullah saw yaitu:

? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ?- ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ?. ? ? ? ? ? ?

Rasulullah saw melaknat (mengutuk) banci-banci lelaki. Yaitu lelaki yang menyerupai perempuan, dan banci perempuan yaitu perempuan yang suka menyerupai lelaki, dan bujangan-bujangan yang berkata “kami tidak mau kawin” serta perawan yang berkata juga demikian.

Empat Hal yang Dilaknat Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Hal yang Dilaknat Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Hal yang Dilaknat Rasulullah

Yang dimaksud dengan banci dalam hadits di atas adalah jelas. Yaitu lelaki (seseorang dengan kelamin lelaki) yang menyerupai perempuan. Baik dalam gaya berpakaian maupun dalam segala hal penampilannya. Begitu juga yang dimaksud dengan perempuan yang menyerupai lelaki. Kegemaran menggunakan ornamen kelelakian bagi seorang yang berkelamin perempuan sudah cukup menunjukkan kategori banci perempuan. Adapun dua kelompok terakhir pada dasarnya dialamatkan kepada mereka yang berniat membujang selamanya. Tidak ada niat hendak menikah dalam hidupnya. Padahal menikah adalah sunnah Rasulullah saw. Inilah empat golongan yang sangat dibenci Rasulullah saw bahkan dilaknat olehnya.

Pada hakikatnya, sebagai saudara sesama muslim tulisan ini hanya bermaksud mengingatkan bahwa merebaknya budaya populer di sekitar kita seringkali menyilaukan akidah dan syariah Islam. Derasnya tehnologi media dan informatika yang menyuguhkan berbagai tontonan adalah kekuatan kapital yang sungguh dahsyatnya. Mereka menggiring norma-norma islam demi keuntungan semata. Sesuatu yang jelas tergambar sebagai sebuah penyimpangan tiba-tiba mengandung nilai kebenaran. Sehingga membuat kita ragu akan kesalahannya yang hakiki. (ulil)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Nusantara, Aswaja Bupati Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

Para Kiai NU Siapkan Langkah Konkret Soal Legalisasi Aborsi

Jakarta, Bupati Tegal. Para kiai NU dari Sabang sampai Merauke akan mengkaji soal aborsi dari pelbagai sudut pada sidang bahtsul masa’il Munas-Konbes NU di gedung PBNU, Jakarta, Sabtu (1/11). Mereka mencoba menanggapi soal legalisasi praktik aborsi dalam PP nomor 61 tahun 2014 yang menuai beragam tanggapan masyarakat.

Para Kiai NU Siapkan Langkah Konkret Soal Legalisasi Aborsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Kiai NU Siapkan Langkah Konkret Soal Legalisasi Aborsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Kiai NU Siapkan Langkah Konkret Soal Legalisasi Aborsi

Sebelum mengambil langkah-langkah hukum, para kiai NU pertama kali menempatkan alasan legalisasi praktik aborsi bagi perempuan korban perkosaan atau perempuan dengan alasan medis yang disebut PP ini dalam konteks fiqih.

Pada sidang bahtsul masail kali ini, mereka mencermati bagaimana batasan, penentuan, dan pelaksanaan praktik aborsi berdasarkan indikasi darurat medis dan korban perkosaan.

Bupati Tegal

Selain masalah teknis medis, para kiai NU juga mempertanyakan cara eksekusi PP nomor 61 tahun 2014 ini yang berbenturan dengan UU nomor 23/2002 terkait Perlindungan Anak. Mereka ingin memastikan bagaimana PP ini tidak disalahgunakan oleh pihak manapun.

Bupati Tegal

Kalau memang diperlukan, mereka kemungkinan akan mengajukan uji materi PP ini ke MK bila mana forum besok menuntut demikian.

Di luar itu, para kiai NU mendorong pemerintah memaksimalkan upaya pencegahan perkosaan, perzinaan dan pergaulan bebas, melindungi anak hasil perkosaan, serta melaksanakan fungsi sebagai wali bagi anak hasil perkosaan. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Aswaja, Budaya, AlaSantri Bupati Tegal

Selasa, 09 Januari 2018

Pembukaan Pasar Rakyat Magetan Ditandai Pemukulan Lesung 9 Kali

Magetan, Bupati Tegal. Kegiatan Pasar Rakyat Indonesia ini dibuka secara resmi oleh Bupati Magetan, Drs H Sumantri, MM di alun alun, Sabtu (2/3) yang ditandai dengan pemukulan Lesung sebanyak 9 kali yang merupakan cirikhas kebudayaan Indonesia digabung dengan kesenian Gembrung ciri kebudayaan Nahdlatul Ulama peninggalan Wali Songo. 

Pembukaan Pasar Rakyat ini juga dihadiri Wakil Bendahara PBNU yang juga penanggungjawab pasar rakyat NU H Nashirul Falah, jajaran Muspida Kab. Magetan, Kepala Dinas dilingkup Pemda Magetan, tokoh Masyarakat, Kiai Pondok Pesantren, para Pengurus Cabang NU Magetan beserta Lembaga/Lajnah dan Banomnya.

Pembukaan Pasar Rakyat Magetan Ditandai Pemukulan Lesung 9 Kali (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembukaan Pasar Rakyat Magetan Ditandai Pemukulan Lesung 9 Kali (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembukaan Pasar Rakyat Magetan Ditandai Pemukulan Lesung 9 Kali

Sebelum Pembukaan Pasar Rakyat Indonesia ini diselenggarakan Work Shop Kewirausahaan kerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Magetan dan broad casting dengan narasumber Harry Pantja dari Jakarta. 

Bupati Tegal

Kegiatan Workshop dilaksanakan pada hari Sabtu, 2 Maret 2013 di Gedung PPI Magetan yang diikuti 100 orang perwakilan dari PCNU beserta Lembaga/Lajnah dan Banom, MWCNU se-Kab. Magetan juga perwakilan Guru dari sekolah dibawah naungan Ma’arif.

Bupati Tegal

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Aswaja Bupati Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Ketua Pemuda Hindu Berbagi Pengetahuan Organisasi untuk Kader NU

Way Kanan, Bupati Tegal

Dengan bermacam tantangan dan rintangan, organisasi mempunyai sejumlah manfaat berharga. Penegasan itu disampaikan I Gede Klipz Darmaja, Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah) Way Kanan, Lampung.

Ketua Pemuda Hindu Berbagi Pengetahuan Organisasi untuk Kader NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Pemuda Hindu Berbagi Pengetahuan Organisasi untuk Kader NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Pemuda Hindu Berbagi Pengetahuan Organisasi untuk Kader NU

"Dalam berorganisasi juga ada proses yang harus dilalui. Keberanian dalam berproses ini menentukan kelahiran seorang menjadi pemimpin atau memiliki jiwa kepemimpinan," kata Klipz di Gunung Labuhan, Jumat (27/5) saat mengisi pelatihan bertema "Kepemimpinan Sosial di Masyarakat" digelar Gusdurian Lampung.

Ia pun menyampaikan beberapa manfaat berorganisasi, yaitu, mampu mengasah keterampilan hingga mempunyai jaringan yang kuat.

Bupati Tegal

"Dengan berorganisasi, kita bisa mempunyai kawan-kawan yang hebat, mempunyai kenalan tokoh-tokoh yang hebat, dan berkomunikasi yang baik atau mempunyai jaringan yang luas," papar alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia? (GMNI) di Insitut Hindu Darma Negeri (IHDN) Bali itu lagi.

Menurut Kilpz pada acara diikuti kader Ansor dari PAC Negara Batin dan peserta Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) Way Kanan 2016 ada ciri orang yang serius dalam berorganisasi, yaitu rela berkorban dan bertanggungjawab.

Bupati Tegal

"Saya bisa menjadi seperti ini karena saya berorganisasi. Orang yang sukses? adalah orang yang aktif berorganisasi. Organisasi mengajarkan seseorang mampu mengatasi masalah, mampu membagi waktu, dan menumbuhkan kepercayaan diri," kata pengajar agama Hindu itu lagi.

Pelatihan bertema "Kepemimpinan Sosial di Masyarakat" itu digelar di Pesantren Asshidiqiyah asuhan Kiai Imam Murtadlo Sayuthi sebagai upaya meningkatkan kapasitas kader Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Way Kanan, Lampung.

Penggiat Gusdurian Lampung Gatot Arifianto menegaskan, dalam beberapa tahun kedepan Indonesia akan memiliki bonus demografi.

"Dengan beragam persoalan yang masih kompleks, kapasitas pemuda perlu ditingkatkan dan pilar kebangsaan perlu dikuatkan supaya generasi Indonesia bias menjawab tantangan zaman," katanya.

Indonesia yang bhineka, menurut Gatot lagi, tidak hanya membutuhkan kata "toleransi semata, namun juga melaksanakannya dengan bertegur sapa, saling mendengar.

"Terima kasih kepada Gede Klipz Darmaja yang berkenan berbagi pengetahuan mengenai organisasi, ini tentu akan bermanfaat. Pesan Gus Dur, agama jangan jauh dari kemanusiaan. Ini salah satu dasar mengapa pelatihan ini digelar mengingat masyarakat ialah himpunan dari manusia yang beragam," ujar Gatot.? (Neli Cahyani/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Humor Islam, Aswaja, Sejarah Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock