Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Februari 2018

Ngabuburit di Situs Liangan, Permukiman Zaman Mataram Kuno

Wonosobo, Bupati Tegal. Situs Liangan terletak di lereng timur laut Gunung Sindoro, tepatnya di dusun Liangan Desa Purbosari, Kecamatan Ngadirejo, Temanggung, Jawa Tengah. Dari arah pertigaan Ngadirejo hanya sekitar 3 km, yaitu melalui jalur alternatif yang menuju kawasan Wonosobo dan Dieng. Sampai desa Purbosari akses jalan relatif bagus ditempuh. Hanya mulai gerbang desa hingga lokasi situs, selain cukup menanjak, juga jalanan masih berbatu. ? ? ?

Berdasarkan pantauan Bupati Tegal Jumat (24/6), yang menarik adalah sikap warga atau penduduk Liangan Purbosari sendiri sebagaimana juga umumnya desa-desa di Kabupaten Temanggung yang masih tetap mencirikan karakteristik orang Jawa tulen. Terutama Sikap ramah dan kehalusan tutur kata yang begitu kentara. Ketika sudah memasuki areal dusun Liyangan Purbosari, meski sama-sama tidak kenal tapi sangat tidak enak bila pengunjung tidak menyapa warga setempat yang kebetulan dilewati di jalan.?

Ngabuburit di Situs Liangan, Permukiman Zaman Mataram Kuno (Sumber Gambar : Nu Online)
Ngabuburit di Situs Liangan, Permukiman Zaman Mataram Kuno (Sumber Gambar : Nu Online)

Ngabuburit di Situs Liangan, Permukiman Zaman Mataram Kuno

Bahkan tidak jarang warga setempat yang akan mulai menyapa dengan bahasa Jawa kromo madyo yaitu bahasa jawa halus tingkat menengah yang sering digunakan salah satunya kepada orang yang belum dikenal. Jika sudah saling sapa segera suasana kekeluargaan dan keakraban akan tercipta. Entah hanya basa-basi atau sungguhan, umumnya mereka akan mengajak mampir, singgah ke rumah mereka.

Karena situs liangan ini belum dibuka atau dijadikan sebagai obyek wisata, tidak ada tarikan tarif karcis masuk bagi pengunjung. Hanya sekitar belasan orang saja yang sedang berkunjung di situs tersebut. Itu saja sebagian karena kebetulan mereka waktu itu sedang melewati kawasan ini. Begitu pula area situs masih asli, belum ada proyek bangunan tertentu untuk menarik minat pengunjung. Di sekeliling area situs selain terdapar rerimbunan pohon bambu, merupakan lahan pertanian warga yang ditanami seperti tembakau, cabai dan lain sebagainya. ? ?

Bupati Tegal

Berdasarkan laporan dari Balai Arkeologi Yogyakarta yang terpampang di salah satu lokasi, Situs Liangan ditemukan pertama kali pada akhir tahun 2008 ketika penambang pasir menemukan struktur talud yang dibangun dari dari batu-batu persegi, komponen candi, artefak dan arca. Pada awal tahun 2009 balai arkeologi Yogyakarta melakukan peninjauan berdasarkan laporan tersebut. Beberapa data tambahan yang ditemukan pada kegiatan peninjauan tersebut adalah sebaran yoni dan batu candi di atas talud, fragmen kermik, serta talud boulder yang menempel di dinding talud kubus batu.

Pada pertengahan 2010 ditemukan bangunan candi oleh penambang di seberang kali liangan. Laporan tersebut ditindaklanjuti dengan penelitian yang menghasilkan gambaran bahwa situs liangan memiliki komponen permukiman lengkap, meliputi aspek hunian, peribadatan, serta pertanian. Data yang mengejutkan ialah ditemukannya arang sisa kayu yang merupakan bagian dari bangunan rumah. Dalam kesimpulannya, hasil penelitian tersebut menyatakansitus liangan sebagai situs permukiman masa mataram kuno dari abad 8-10 Masehi. Hal ini didukung oleh umur relatif gaya profil kaki bangunan candi, keramik cina, usia arang bambu (971 m), dan arang kayu (742 m). (M. Haromain/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Sejarah Bupati Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

30 April Batas Akhir PWNU dan PCNU Gelar Konferensi

Jakarta, Bupati Tegal. Pengurus Harian PBNU menyampaikan maklumat bagi PWNU dan PCNU se-Indonesia perihal ketentuan muktamar. Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU di Jakarta, Senin (9/3) sore, memberikan kesempatan bagi PWNU dan PCNU yang sudah jatuh tempo untuk melakukan konferensi paling lambat 30 April 2015 mendatang.

30 April Batas Akhir PWNU dan PCNU Gelar Konferensi (Sumber Gambar : Nu Online)
30 April Batas Akhir PWNU dan PCNU Gelar Konferensi (Sumber Gambar : Nu Online)

30 April Batas Akhir PWNU dan PCNU Gelar Konferensi

PBNU menjatuhkan sanksi bagi mereka yang telat mengadakan konferensi. Selain harus melakukan segera konferensi, mereka juga tidak memiliki hak pada Muktamar Ke-33 NU di Jombang.

Sejumlah peserta Rapat Harian mengusulkan agar mereka yang melewati batas yang ditentukan PBNU ditolak pada forum muktamar NU mendatang. Tetapi Wasekjen PBNU H Abdul Mun’im DZ tidak sepakat.

Bupati Tegal

Mereka yang melewati batas akhir, perlu diakomodasi hanya sebagai peninjau, bukan sebagai peserta muktamar. Artinya, mereka tidak memiliki hak-hak sebagai peserta penuh, ujar Munim.

Bupati Tegal

“Kalau konferensi wilayah dan cabang tidak segera dilaksanakan, maka PWNU dan PCNU yang bersangkutan tidak memiliki hak penuh dalam muktamar termasuk salah satunya hak suara,” kata Sekjen PBNU H Marsudi Syuhud.

Ketentuan ini disepakati oleh pengurus harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU beserta panitia Muktamar Ke-33 NU. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Syariah, Kiai, Sejarah Bupati Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

Rais Syuriah NU Cepogo KH Muhammad Suparno Wafat

Boyolali, Bupati Tegal



Kabar duka kembali datang dari NU Soloraya. Beberapa hari lalu, Mustasyar PCNU Sukoharjo KH Agung Syuhada wafat. Kini, Senin (28/8), Rais Syuriah MWCNU Cepogo Boyolali KH Muhammad Suparno berpulang ke Rahmatullah.

Menurut keterangan dari pihak keluarga, almarhum meninggal pada pukul 00.30 WIB di kediamannya Sambungrejo Mliwis Cepogo Boyolali, karena sakit.

Rais Syuriah NU Cepogo KH Muhammad Suparno Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Syuriah NU Cepogo KH Muhammad Suparno Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Syuriah NU Cepogo KH Muhammad Suparno Wafat

Ketua PC GP Ansor Boyolali Khoirudin Ahmad mengungkapkan, semasa hidupnya Kiai Suparno dikenal sebagai sosok yang teguh dalam memperjuangkan dakwah Islam, khususnya di Cepogo.

“Selain di menjadi Rais Syuriah NU di Cepogo selama dua periode, beliau juga mengasuh beberapa majelis ta’lim mujahadah Asmaul Husna dan Jamuna,” terang Khoirudin.

Saat berita ini ditulis, diperoleh keterangan jenazah Kiai Suparno yang juga pengasuh Pesantren Bani Syansuri akan dimakamkan pada Senin Pukul 13.00 WIB di Pemakaman Kampung Sambungrejo.

Bupati Tegal

Lahu alfatihah! (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Sejarah, Tokoh Bupati Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Kang Said Jelaskan Kekhasan Pengajaran di Pesantren

Jakarta, Bupati Tegal

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj ? menandatangi nota kesepahaman dengan Putera Sampoerna Foundation untuk program peningkatan kualitas guru di pesantren, Selasa (15/3) di Gedung PBNU Jakarta.?

Dalam sambutannya, Kang Said mengatakan bahwa ada empat metode pengajaran yang ada di dunia pesantren. “Ada empat metode pengajaran di pesantren; ? tiga hanya ada di pesantren, dan yang satu ada juga di luar pesantren,” kata Kang Said.

Kang Said Jelaskan Kekhasan Pengajaran di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Jelaskan Kekhasan Pengajaran di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said Jelaskan Kekhasan Pengajaran di Pesantren

Pertama adalah ta’lim (transfer ilmu). Kang Said menjelaskan bahwa metode ini ada di pesantren dan juga di luar pesantren. Bedanya kalau di pesantren proses transfer ilmu berlangsung sehari semalam, tetapi di luar pesantren hanya berlangsung setengah sampai satu hari. Kedua, tadris (mengamalkan ilmu). Untuk metode kedua ini, Kang said memberikan contoh bahwa santri yang terbiasa shalat dengan kiainya, mereka tidak perlu menghafalkan doa setelah shalat karena mereka sudah hafal dengan sendirinya.

“Yang ketiga adalah ta’dib (disiplin). Lima menit sebelum kiai mengajar, santri sudah harus di tempat. Kalau seandainya mereka telat, mereka akan malu banget dan duduk di luar (pesantren),” jelas kiai asal Cirebon itu.

Disiplin, sambung Kang Said, meliputi semua kegiatan belajar mengajar di pesantren seperti disiplin dalam mengerjakan shalat, disiplin dalam mengikuti semua kegiatan pondok, disiplin taat pada kiai, dan lain sebagainya. ? ? ?

Bupati Tegal

Keempat, tarbiyah (mengembangkan, meningkatkan, dan membangun). Kang Said menuturkan bahwa Kiai itu merupakan murobbi (yang mengembangkan). Ia meberikan contoh bahwa anak kecil itu ciptaaannya Allah robb (yang menciptakan), sedangkan kiai adalah seorang murobbi yang mengembangkan, membangun, meningkatkan, dan menyempurnakan akhlak dan ilmu santri-santri tersebut.

Lebih lanjut, Kang Said menuturkan bahwa pesantren bukan hanya menanamkan cinta Islam, tapi juga cinta tanah air santri-santrinya. “Bagi kiai, tidak penting nama pesantrennya itu terkenal karena yang penting nama desanya. Contoh pesantren Lirboyo, pesantren Tebuireng, dan lainnya, saya kira jarang yang tahu nama pesantrennya. Itu semua kan nama desanya,” terangnya.

Dengan demikian, Kang Said menilai bahwa bangsa ini akan rugi kalau tidak memperhatikan dan meniru sistem pendidikan pesantren. “Tirulah pesantren. Rugi kalau bangsa Indonesia meninggalkan metode pengajaran pesantren. Rugi besar bangsa ini,” pungkasnya. (Ahmad Muchlishon/Fathoni) ? ? ?

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Sejarah Bupati Tegal

Senin, 22 Januari 2018

Masrizal Mahasiswa STIE Sumbar Terpilih Ketum PMII Kota Pariaman

Pariaman, Bupati Tegal. Ketua Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sekolah Tinggi Ilmu EKonomi (STIE) Sumbar Masrizal terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PC ? PMII Kota Pariaman periode 2016-2017 pada Konferensi Cabang PMII Ke-VI, Ahad (17/4) dini hari. Masrizal maju sebagai kandidat ketua umum bersama enam kader PMII lainnya.

Masrizal Mahasiswa STIE Sumbar Terpilih Ketum  PMII Kota Pariaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Masrizal Mahasiswa STIE Sumbar Terpilih Ketum PMII Kota Pariaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Masrizal Mahasiswa STIE Sumbar Terpilih Ketum PMII Kota Pariaman

Konfercab yang berlangsung di Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum, Desa Kajai Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman, dibuka oleh Ketua Umum PKC PMII Sumbar ? Defi Mulyadi, dihadiri oleh Mabincab PMII Kota Pariaman Ory Sativa Sakban, Idris dan kader PMII yang tergabung pada komisariat STIT Syekh Burhanuddin dan STIE Sumbar.

Masrizal putra Desa Kampung Gadang Padusunan, Kecamatan Pariaman Timur ini termasuk kader yang aktif dalam berbagai kegiatan. Masrizal dinilai berhasil membesarkan PMII di kampus STIE. Selain itu, sudah mengikuti pelatihan Bela Negara selama satu bulan yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan RI di Lantamal II, Padang.

Usai terpilih, Masrizal menyebutkan akan fokus terhadap peningkatan kualitas dan penguatan organisasi PMII di Kota Pariaman.?

Bupati Tegal

"PMII harus lebih baik hari ini daripada hari kemarin," katanya optimis.

"PMII Kota Pariaman harus melakukan revolusi mental agar mampu memposisikan diri sesuai dengan fungsi mahasiswa sebagai agent of change (agen perubahan) dan social control di tengah masyarakat. Mahasiswa sebagai kelompok masyarakat yang memiliki intelektual tentu harus bisa tampil di tengah kehidupan masyarakat," tutur Masrizal menambahkan.

Masrizal juga menyebutkan, kader PMII Kota Pariaman terus bergerak melawan penghancuran masa depan generasi muda Kota Pariaman melalui penyalahgunaan narkoba yang terus merusak anak bangsa. Korban narkoba terus berjatuhan. Ini terbukti semakin banyak warga binaan di LP Pariaman yang tersangkut masalah narkoba.

Selain itu, kata Masrizal, mahasiswa juga sasaran empuk gerakan radikalisme. Anak-anak muda yang tingkat pemahaman keagamaannya minim, dengan mudah dirayu untuk bertindak radikal. PMII sebagai organisasi mahasiswa yang berpahamkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah tentu tidak setuju dengan gerakan radikal tersebut.

Sedangkan untuk penyusunan kepengurusan lengkap PMII Kota Pariaman, ditetapkan tim formatur sebanyak lima orang. Masing-masing Masrizal ketua terpilih, Jupmaidi Ilham (ketua demisioner), Sovia (Sekretaris PK STIE Sumbar), Faisal Amri Tanjung (Ketua PK STIT SB) dan Rahim Saputra (Ketua I PMII sebelumnya). Tim Formatur diberi tugas paling lambat 5 kali 24 jam menyusun pengurus lengkap PC PMII Kota Pariaman satu tahun mendatang. (Armaidi Tanjung/Mukafi Niam)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Bahtsul Masail, Sejarah, Internasional Bupati Tegal

Jumat, 12 Januari 2018

PCNU Bojonegoro Minta Fatayat Survei Kesejahteraan Masyarakat

Bojonegoro, Bupati Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bojonegro meminta para pengurus baru Pimpinan Cabang Fatayat NU setempat mampu melakukan aksi nyata. Organisasi pemudi NU ini diharapkan terjun langsung ke masyarakat dan mendeteksi permasalahan yang ada.

PCNU Bojonegoro Minta Fatayat Survei Kesejahteraan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Bojonegoro Minta Fatayat Survei Kesejahteraan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Bojonegoro Minta Fatayat Survei Kesejahteraan Masyarakat

"Berharap aksinya tidak hanya seminar saja. Serta mengawal pemerintahan, agar Fatayat menjadi inspirator," kata Ketua PCNU Bojonegoro dr Cholid Ubed usai pelatikan pengurus PC Fatayat NU periode 2014-2019 di hotel Aston Bojonegoro, Jawa Timur, Ahad (11/1/2015).

Dokter Ubed, sapaan akrabnya, menjelaskan, sesuai tema yang diangkat pada pelantikan, “Menjadi Wanita Hebat, Fatayat NU Berprestasi dan Menjadi Inspirasi”, Fatayat harus menjadi wanita hebat, contohnya dengan mengadakan survei tentang peta kondisi kesejahteraan masyarakat.

Bupati Tegal

Kalau ada yang membutuhkan, diusulkan ke pemerintah untuk mendapatkan solusi. Langkah ini merupakan usaha untuk mengawal slogan “Bojonegoro Welas Asih”. Kalau masih ada masyarakat yang tidak sejahtera, kata Ubed, dan pemerintah diam saja, berarti solagan itu omong kosong belaka.

"Fatayat menjadi wanita hebat, mampu eksekusi yang dipikirkan, dan tidak hanya wacana saja," terangnya.

Bupati Tegal

Diketahui sebelumnya, prosesi pelantikan, dipimpin langsung Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU Jawa Timur Hikmah Bafaqih. Selain dihadiri pengurus Pimpinan Ranting dan Pimpinan Anak Cabang Fatayat se-Kabupaten Bojonegoro, juga dihadiri pengurus PCNU Bojonegoro beserta badan otonomnya. Perwakilan dari Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) juga tampak dalam pelantikan tersebut.

Setelah pelantikan, acara berlanjut dengan seminar “Islamic Parenting” yang disampaikan seorang psikolog lulusan Universitas Gajah Mada (UGM), Hartatik. Dalam kesempatan itu Hartatik mengulas tentang sejumlah permasalahan anak dan pola asuh orang tua. (M. Yazid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Hadits, Sejarah Bupati Tegal

Kamis, 11 Januari 2018

Indonesia Harus Berdaulat Pangan

Jakarta, Bupati Tegal. Sebagai satu-satunya negara di Asia Tenggara anggota G-20, Indonesia dipandang berpotensi sangat strategis dalam perekonomian global. Namun, di balik pertumbuhan makroekonomi yang membanggakan itu, Indonesia mengalami masalah fundamental, terutama berkaitan pemerataan ekonomi. Apalagi Indonesia menjadi importir pangan, terutama beras.

”Soal pangan ini ancaman besar. Harus segera dicarikan solusi. Sudah waktunya pemerintah harus merekonstruksi paradigma kebijakan pangan nasional. Dari paradigma ketahanan pangan menjadi kedaulatan pangan,” ujar Zaini Rahman, Ketua Panitia Musyawarah Nasional Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) ke-5 di Sekretariat IKA PMII, Tebet, Jakarta (30/6).

Indonesia Harus Berdaulat Pangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Harus Berdaulat Pangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Harus Berdaulat Pangan

Untuk itu, kata Zaini, penting bagi pemerintah dalam pembangunan ekonomi ini agar tidak hanya berorientasi mengejar peningkatan pertumbuhan ekonomi (pro growth) semata, tapi juga memperhatikan strategi pembangunan ekonomi lainnya, yaitu, pro jobs, pro poor, dan pro environment.

Dikatakan, Indonesia adalah negara yang dikarunia sumber kekayaan alam melimpah, antara lain tanah subur. Sebagai negara agraris yang gemah ripah loh jinawi (batang dan biji jika ditanam akan tumbuh, Red.), berbagai tanaman pangan mudah dibudidayakan di Indonesia.

Bupati Tegal

Bupati Tegal

”Juga sebagai Negara maritim Indonesia memiliki sumber pangan yang luar biasa potensial dari perikanan dan kelautan,” kata alumni PMII Cabang Yogyakarta ini.

Dengan memiliki luas lahan pertanian tidak kurang dari 7,75 juta hektar dan letaknya yang strategis di daerah tropis, lanjutnya, seharusnya Indonesia mampu memproduksi bahan pangan secara mandiri dan mengekspor.

”Namun realitanya bangsa ini justru terpuruk. Untuk memenuhi pangan rakyatnya kita bergantung pada impor. Ini ironis,” keluhnya.

Kata Zaini, dalam upaya mengatasi problem bangsa itu IKA PMII bermaksud merangkul kerjasama berbagai pihak pada sektor perekonomian Indonesia.

Sebagai bagian dari penentu masa depan bangsa, IKA PMII merasa bertanggungjawab untuk memberikan sumbangsih pemikiran dalam pembangunan ekonomi di Indonesia agar sesuai amanat konstitusi dalam pasal 33 UUD 1945.

”IKA PMII menilai persoalan lemahnya ketahanan pangan hingga menjauhkan tujuan kedaulatan pangan di Indonesia ini harus segera diatasi. Soal pangan ini jadi salah satu topik yang akan dibahas di Munas,” ujar Zaini.

IKA PMII akan menggadakan Musyawarah Nasional (Munas) di Hotel Bidakara Jln Gatot Subroto Jakarta(Senin, 01/07) pukul 13.00. musyawarah yang rencananya dibuka Rais Aam PBNU KH Sahal Mahfud tersebut akan dihadiri pengurus IKA PMII 33 perwakilan tingkat provinsi dan 144 perwakilan tingkat kabupaten dan kota se-Indonesia.

Redaktur? ? ? ? : Abdullah Alawi

Kontributor : Kholilul Rohman Ahmad

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal RMI NU, Sejarah Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock