Senin, 05 Maret 2018

Memilih Pemimpin Non Muslim, Bolehkah?

Assalamu’alaikum wr wb

Redaksi Bupati Tegal yang terhormat. Hampir setiap kali menjelang pemilihan, kerap beredar isu-isu miring yang melekat pada para calon pemimpin terutama isu-isu sensitif seperti liberal dari segi ekonomi, antek partai terlarang, rasial, atau keyakinan agama. Sedangkan sementara ini ada benar-benar orang non muslim yang menjadi pemimpin. Yang saya tanyakan, apakah kita sebagai seorang muslim boleh memilih pemimpin non muslim? Terima kasih atas keterangannya. (Abdurrahman/Jakarta)

Jawaban

Memilih Pemimpin Non Muslim, Bolehkah? (Sumber Gambar : Nu Online)
Memilih Pemimpin Non Muslim, Bolehkah? (Sumber Gambar : Nu Online)

Memilih Pemimpin Non Muslim, Bolehkah?

Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh

Penanya yang budiman. Semoga Allah merahmati kita semua. Pemimpin menempati posisi penting dalam Islam. Karena pemimpin memegang kebijakan yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak mulai dari kesehatan, transportasi, tata kelola sumber daya alam, kesejahteraan, dan pelbagai kebijakan publik lainnya.

Bupati Tegal

Penanya yang budiman, ulama berbeda pendapat perihal memilih pemimpin dari kalangan non muslim. Misalnya Badruddin Al-Hamawi As-Syafi’i yang wafat di abad 8 H. Ia menyatakan dengan jelas keharaman memilih pemimpin dan juga aparat dari kalangan kafir dzimmi.

Bupati Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: {? ? ? ? ? ? ?} ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.. Tidak boleh mengangkat dzimmi untuk jabatan apapun yang mengatur umat Islam kecuali untuk memungut upeti penduduk kalangan dzimmi atau untuk memungut pajak transaksi jual-beli penduduk dari kalangan musyrikin. Sedangkan untuk memungut upeti, pajak seper sepuluh, atau retribusi lainnya dari penduduk muslim, tidak boleh mengangkat kalangan dzimmi sebagai aparat pemungut retribusi ini. Dan juga tidak boleh mengangkat mereka untuk jabatan apapun yang menangani kepentingan umum umat Islam.

Allah berfirman, “Allah takkan pernah menjadikan jalan bagi orang kafir untuk mengatasi orang-orang beriman.” Siapa yang mengangkat dzimmi sebagai pejabat yang menangani hajat muslim, maka sungguh ia telah memberikan jalan bagi dzimmi untuk menguasai muslim. (Lihat Badruddin Al-Hamawi As-Syafi’i, Tahrirul Ahkam fi Tadbiri Ahlil Islam, Daruts Tsaqafah, Qatar, 1988).

Sementara ulama lain yang membolehkan pengangkatan non muslim untuk jabatan publik tertentu antara lain Al-Mawardi yang juga bermadzhab Syafi’i. Ulama yang wafat pada pertengahan abad 5 H ini memberikan tafshil, rincian terhadap jabatan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Posisi pejabat ini (tanfidz/eksekutif) boleh diisi oleh dzimmi (non muslim yang siap hidup bersama muslim). Namun untuk posisi pejabat tafwidh (pejabat dengan otoritas regulasi, legislasi, yudikasi, dan otoritas lainnya), tidak boleh diisi oleh kalangan mereka. (Lihat Al-Mawardi, Al-Ahkamus Sulthoniyah wal Wilayatud Diniyah, Darul Fikr, Beirut, Cetakan 1, 1960, halaman 27).

Al-Mawardi dalam Al-Ahkamus Sulthoniyah menguraikan lebih rinci. Menurutnya, kekuasaan dibagi setidaknya menjadi dua, tafwidh dan tanfidz. Kuasa tafwidh memiliki cakupan kerja penanganan hukum dan analisa pelbagai kezaliman, menggerakkan tentara dan mengatur strategi perang, mengatur anggaran, regulasi, dan legislasi. Untuk pejabat tafwidh, Al-Mawardi mensyaratkan Islam, pemahaman akan hukum agama, merdeka.

Sementara kuasa tanfidz (eksekutif) mencakup pelaksanaan dari peraturan yang telah dibuat dan dikonsep oleh pejabat tafwidh. Tidak ada syarat Islam, alim dalam urusan agama, dan merdeka.

Menurut hemat kami, memilih pajabat eksekutif seperti gubernur, walikota, bupati, camat, lurah, atau ketua RW dan RT dari kalangan non muslim dalam konteks Indonesia dimungkinkan. Pasalnya, pejabat tanfidz itu hanya bersifat pelaksana dari UUD 1945 dan UU turunannya. Dalam konteks Indonesia pemimpin non muslim tidak bisa membuat kebijakan semaunya, dalam arti mendukung kekufurannya. Karena ia harus tunduk pada UUD dan UU turunan lainnya. Pemimpin non muslim, juga tidak memiliki kuasa penuh. Kekuasaan di Indonesia sudah dibagi pada legislatif dan yudikatif di luar eksekutif. Sehingga kinerja pemimpin tetap terpantau dan tetap berada di jalur konstitusi yang sudah disepakati wakil rakyat. Mereka seolah hanya sebagai jembatan antara rakyat dan konstitusi.

Kecuali itu, sebelum menjadi pemimpin, mereka telah melewati mekanisme pemilihan calon, penyaringan ketat dan verifikasi KPU. Mereka juga sebelum dilantik diambil sumpah jabatan. Jadi dalam hal ini kami lebih cenderung sepakat dengan pendapat Al-Mawardi yang membolehkan non muslim menduduki posisi eksekutif. Di sinilah letak kearifan hukum Islam.

Sedangkan ayat pengharaman memilih pemimpin non muslim sering beredar menjelang pemilihan. Sebut saja ayat berikut ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? . “Hai orang-orang beriman, janganlah jadikan orang-orang yang membuat agamamu sebagai olok-olok dan mainan baik dari kalangan ahli kitab sebelum kamu maupun orang kafir sebagai wali. Bertaqwalah kepada Allah jika kamu orang yang beriman.”

Apakah kata “wali” yang dimaksud itu pemimpin? Penerjemahan “wali” inilah, menentukan jawaban dari yang saudara Abdurrahman pertanyakan. Imam Ala’uddin Al-Khazin menyebutkan dalam tafsirnya sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ?

Maknanya, “Janganlah kamu jadikan orang-orang yang tidak seagama denganmu sebagai wali dan kawan karib.” Allah sendiri menjelaskan alasan larangan untuk bergaul lebih dengan sehingga saling terbuka rahasia dengan mereka dengan ayat “Mereka tidak berhenti menjerumuskanmu dalam mafsadat”. (Lihat Al-Khazin, Lubabut Ta’wil fi Ma’anit Tanzil, Darul Kutub Al-Ilmiyah, Beirut).

Pengertian “wali” di atas ialah teman dekat. Sehingga saking dekatnya, tidak ada lagi rahasia antara keduanya. Ayat ini turun dalam konteks perang. Sehingga sangat berisiko bergaul terlalu dekat dengan ahli kitab dan orang-orang musyrik dalam suasana perang karena ia dapat mengetahui segala taktik perang, pos penjagaan, dapur umum, dan segala strategi dan rencana perang yang dapat membahayakan pertahanan umat Islam. Sementara komunitas-komunitas sosial saat itu berbasis agama.

Karenanya, mencermati ketarangan ulama di atas kita akan menemukan tidak sambung dan tidak tepat kalau ayat ini dijadikan dalil sebagai pengharaman atas pengangkatan calon pemimpin dari kalangan non muslim. Menurut hemat kami, kitab-kitab terjemah Al-Quran yang mengartikan “wali” sebagai pemimpin ada baiknya menelaah kembali tafsir-tafsir Al-Quran.

Saran kami berhati-hatilah memilih pemimpin baik muslim maupun non muslim. Karena mereka ke depan akan mengatur hajat hidup orang banyak. Kita perlu melihat integritas calon dan track record mereka. Kami juga berharap kepada warga untuk tidak mudah terporovokasi oleh isu-isu SARA menjelang pemilihan.

Demikian jawaban yang dapat kami sampaikan. Semoga bisa penjelasan kami ditangkap dengan baik. Dan kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu’alaikum wr. wb

(Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Jadwal Kajian, Fragmen Bupati Tegal

UNU Sidoarjo Sediakan Beasiswa Tahfidz dan Santri dengan Pelbagai Jurusan

Sidoarjo, Bupati Tegal - Untuk memaksimalkan program pengabdian masyarakat, Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo menyediakan beasiswa bagi tahfidz, santri pesantren, dan santri panti asuhan. Pihak kampus membuka pendaftaran beasiswa pada 25 Agustus lalu hingga 16 September 2016.

Kabag Humas Universitas NU Sidoarjo Achmad Wahyudi menjelaskan, pelaksanaan salah satu item Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian Masyarakat di Universitas NU Sidoarjo dilakukan dengan cara memberikan beasiswa bagi tahfidz, santri pesantren, dan santri panti asuhan.

UNU Sidoarjo Sediakan Beasiswa Tahfidz dan Santri dengan Pelbagai Jurusan (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU Sidoarjo Sediakan Beasiswa Tahfidz dan Santri dengan Pelbagai Jurusan (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU Sidoarjo Sediakan Beasiswa Tahfidz dan Santri dengan Pelbagai Jurusan

"Universitas NU Sidoarjo menjalankan program pengabdian masyarakat dengan cara memberikan beasiswa untuk tahfidz Al-Quran, santri pondok, dan santri panti asuhan," kata Achmad Wahyudi saat ditemui di Universitas NU Sidoarjo, Selasa (6/9).

Publik bisa mendapatkan informasi lebih lanjut pada laman? www.unusida.ac.id atau menghubungi nomor 085102633369. Mereka yang sudah mendaftarkan diri akan menjalani beberapa tes yang dilaksanakan pada 19 September 2016.

Bupati Tegal

Bupati Tegal

Calon mahasiswa yang mendaftarkan diri melalui jalur tahfidz dapat memilih semua jurusan di Universitas NU Sidoarjo. Sedangkan pada jalur santri, mereka hanya disediakan Program Studi Sistem Informasi, Teknik Lingkungan, dan Teknik Kimia. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Tokoh Bupati Tegal

Sabtu, 03 Maret 2018

Pemerintah Belum Niat Berantas Korupsi

Semarang, Bupati Tegal. Wakil Rais Aam PBNU KH A. Musthofa Bisri atau Gus Mus, menilai, pemerintah kepolisian, dan semua yang terkait dengan program pemberantasn korupsi, belum niat berantas korupsi.



Pemerintah Belum Niat Berantas Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah Belum Niat Berantas Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah Belum Niat Berantas Korupsi

“Kejahatan korupsi jauh lebih dahsyat dari teror. Akibat yang ditimbulkan sangat mengerikan bagi kemanusiaan. Kalau niat, pemerintah pasti segera membentuk Densus 99 Anti Teror,” sindir Gus Mus, usai berbicara dalam seminar seminar ”Revitalisasi Peran Agama dan Budaya sebagai Asas Pembangunan Karakter Bangsa” di Semarang, baru-baru ini.

“Nama Densus 99 hanya usulan saya agar mirip Densus 88 Antiteror. Lagi pula itu angka keramat bagi Umat Islam karena angka al-asmaul husna,” jelasnya.

Bupati Tegal

Nilai strategis Densus tersebut, kata Gus Mus, untuk membuktikan kinerja Polri agar dipercaya masyarakat, juga mumpung Kapolrinya baru. Konsep dan aksinya tinggal meniru Densus 88 yang sukses.

Bupati Tegal

”Densus 99 tinggal meniru model Densus 88. Menangkap koruptor tanpa ampun. Jika perlu menembak di tempat seperti jika menggerebek terduga teroris. Masyarakat pasti akan mendukung Polri,” lanjutnya.

Jika ada yang mencibir Polri, atau meragukannya, kata Gus Mus, dibiarkan saja. Itu hal biasa yang pasti muncul setiap ada badan baru yang dibentuk Polri. Dulu ketika Densus 88 dibentuk, awalnya juga banyak yang mencibir. Tapi lama-lama orang percaya dan memuji.

Menurut kiai yang juga dikenal sebagai budayawan ini, persoalan korupsi sangat menggurita. Densus yang dia usulkan bertugas membantu KPK memerangi kejahatan yang tidak biasa tersebut. Menumpas hingga ke akar-akarnya. Agar Indonesia terbebas dari keburukan dan bencana nasional.

Usulan Kyai Musthofa nini sebenarnya telah mendapat dukungan Ketua Umum PP Muhamamdiyah Din Syamsudin. Agustus lalu di Jakarta, Din meminta Polri tegas terhadap koruptor sebagaimana terhadap teroris. (moi).Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Ulama, Daerah Bupati Tegal

Bupati Letakan Batu Pertama Pembangunan SMK Ma’arif NU Bulakamba

Brebes, Bupati Tegal. Guna memberikan pelayanan di bidang pendidikan, Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Bulakamba Kabupaten Brebes membangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). SMK berlabel SMK Maarif NU Bulakamba tersebut dimulai pembangunannya setelah dilakukan peletakan batu pertama oleh Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE, Ahad Sore (9/8).

“Selaku pemerintah daerah, kami merasa bangga dengan pendirian SMK Maarif NU di Bulakamba, karena bisa membantu mengentaskan kebodohan dan meningkatkan derajat pendidikan masyarakat Brebes,” ucap Bupati dalam sambutan peletakan batu pertama dilokasi pembangunan Desa Bulusari Kecamatan Bulakamba. 

Bupati Letakan Batu Pertama Pembangunan SMK Ma’arif NU Bulakamba (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Letakan Batu Pertama Pembangunan SMK Ma’arif NU Bulakamba (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Letakan Batu Pertama Pembangunan SMK Ma’arif NU Bulakamba

Bupati berharap keberadaan SMK Maarif di Bulakamba itu nantinya akan dapat berkiprah membantu Pemkab di bidang pelayanan pendidikan. Apalagi, dengan modal dasar pendidikan agama yang kuat akan menjadi pondasi akhlakul karimah generasi muda penerus bangsa. 

Bupati Tegal

"Saya sangat mengapresiasi peran serta masyarakat swasta di bidang pendidikan. Keberadaan SMK ini bisa mencetak generasi bangsa berakhlak mulia, cerdas dan berkeahlian," katanya.

Bupati Tegal

Pihaknya juga mengaku siap untuk membantu mendukung kegiatan pendidikan di sekolah tersebut. Termasuk dengan bantuan anggaran melalui APBD. "Saya sudah bilang sama kepada Dinas Pendidikan, dan bisa tinggal teknis dan berapa nilainya akan disesuaikan lagi," jelas Bupati.

Selain pembangunan sekolah, di lokasi tersebut juga akan digunakan untuk membangun kantor MWCNU Kecamatan Bulakamba, masjid dan pondok pesantren. Selain Bupati, ikut meletakan peletakan batu pertama berturut-turut Ketua PCNU Brebes Athoilah Syatori, pengurus MWCNU Bulakamba, KH Subhan Makmun serta tokoh lainnya.

Halalbihalal dan Pelantikan Muslimat NU

Dalam kesempatan tersebut juga digelar halal bihalal warga NU dan pelantikan pengurus ranting Muslimat NU se-kecamatan Bulakamba. Ketua PCNU Brebes, Athoilah Satori saat memberikan sambutan berharap agar warga NU tidak terpecah akibat pemberitaan muktamar NU seperti muncul di berbagai media. Karena di internal struktural sendiri masih bersatu dan soliid. 

Sementara sbagai penceramah, pengasuh Ponpes Assalafiyah Luwungragi, KH Subkhan Makmun yang mangajak jamaah untuk tetap berpegang teguh pada persatuan dan kesatuan. Warga NU, hendaknya juga paham dengan dinamika yang berkembang agar tidak salah paham, termasuk dengan wacana Islam Nusantara yang banyak disalahartikan sejumlah pihak.  

Pengurus Yayasan Al-Ihsan, Ghofar Mughni mengatakan lokasi pembangunan komplek pendidikan dan sekretariat MWCNU itu adalah hasil wakaf dari keluarga besar H Johari seluas 750 m2 lebih. Setelah SMK NU dan MWC berdiri direncanakan pula akan dibangun ponpes dan sarana dakwah lainnya. 

Ketua MWCNU Bulakamba, Moh Robikhun MAg menjelaskan, SMK Maarif tahun ini sudah mendapat 86 siswa jurusan teknik sepeda motor dan multimedia. Untuk sementara belajar di MTs Maarif Bulakamba sampai selesainya pembangunan gedung. “Insya Allah pembangunan akan cepat selesai karena telah ditanggung sepenuhnya pihak pemberi wakaf,” pungkasnya. (Wasdiun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Olahraga, Hadits Bupati Tegal

Jumat, 02 Maret 2018

Bupati Brebes Sarankan Warga Desa Tak Terpesona Kota

Brebes, Bupati Tegal. Bupati Brebes Hj Idza Priyanti menyarankan agar selepas Lebaran ini warga tidak terpesona dengan kota. Kemudian ikut-ikutan urbanisasi ke Jakarta tanpa memiliki bekal keterampilan cukup. Pasalnya, mengadu nasib ke ibu kota tidak segampang dalam angan-angan. Lebih baik bekerja di daerah sendiri dengan turut serta membangun masyarakat.

“Tak usah ikut-ikutan ke Jakarta bila tidak memiliki bekal keterampilan yang cukup,” sarannya pada sambutan Haul KH Syihabuddin dan haul massal serta halal bihalal desa Jagalempeni Kecamataman Brebes, Ahad (2/7).

Bupati Brebes Sarankan Warga Desa Tak Terpesona Kota (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Brebes Sarankan Warga Desa Tak Terpesona Kota (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Brebes Sarankan Warga Desa Tak Terpesona Kota

Idza meyakini, hidup di desa lebih sejahtera dan tenang. Jika memiliki inovasi dan kreativitas bisa disumbangsihkan kepada daerah.

Bupati Tegal

Dia juga menerangkan, di Brebes telah disediakan 10 ribu hektar untuk lahan industri dan sudah ada 38 investor yang tengah menyelesaikan pengurusan perizinannya.

“Kabupaten Brebes pro investasi, jadi akan ada pergerakan perkembangan ekonomi yang signifikan,” tandasnya.

Bupati Tegal

Sebagai pimpinan daerah, dirinya bertekad memperhatikan berbagai peluang usaha untuk warganya. Termasuk pembangunan infrastruktur jalan yang terus diselesaikan hingga tahun kelima.

“Tahun kelima ini, insyaallah infrastruktur jalan di Brebes bisa rampung dan akan dilanjutkan dengan periode II dengan pembangunan yang seimbang antara pembangunan jasmani dan rohani,” terangnya.

Dalam kesepatan tersebut, Idza juga menyambut baik tradisi budaya masyarakat desa yang kental dengan gotong-royong dalam pembangunan. Terbukti berbagai kegiatan keagamaan, pembangunan tempat tempat ibadah, maupun sarana dan prasana pendidikan banyak yang dilakukan dengan dukungan gotong royong.

Atas nama pribadi maupun pemerintah, Bupati meminta maaf kepada masyarakat Brebes khususnya desa Jagalempeni.

Ketua Panitia Haul dan Halal Bihalal, Fahrizal Julian Pratama menjelaskan, haul dan halal bihalal menjadi kebiasaan masyarakat Jagalempeni. Dalam haul tersebut, terkumpul dana gotong royong lebih dari Rp 13 juta untuk 6 ribu arwah. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Doa Bupati Tegal

Panggilan Selamat KH Habib Utsman Al Aydarus

Panggilan selamat merupakan bunga rampai tulisan karangan KH Habib Utsman Al-Aydarus yang tertuang dalam buletin yang diterbitkannya bernama Panggilan Selamat. Ia menulis di buletin tersebut selama lebih dari satu dasawarsa (1974-1985).?

KH Habib Utsman merupakan tokoh NU Jawa Barat. Ia adalah Rais Syuriyah PWNU dari tahun 1960 hingga 1970. Jalur dakwahnya, selain melalui lisan, ia lakukan juga melalui lembaga pendidikan Assalaam. Sementara dakwah melalui tulisan ia sampaikan melalui Sumber Pemdaban,Al Muslih, Tutungkusan, dan Panggilan Selamat. (halaman 3).

Panggilan Selamat KH Habib Utsman  Al Aydarus (Sumber Gambar : Nu Online)
Panggilan Selamat KH Habib Utsman Al Aydarus (Sumber Gambar : Nu Online)

Panggilan Selamat KH Habib Utsman Al Aydarus

Panggilan Selamat diterbitkan dua hingga empat kali sebulan. Edisi perdana dikeluarkan pada 21 Juli 1974 (l Jumadil Awwal 1384 H.) dengan pokok bahasan mengenai “Hidup” dan terakhir terbit dengan nomor 255 yang berisi uraian tentang Rabbana aatina fiddunyaa hasanah, wafil akhirati hasanah wa qinaa adzaban naar.?

Menurut putranya, KH Habib Syarif bin Utsman, judul tulisannya itu seolah-olah isyarat dia akan meninggal dunia pada1985 pada usia 75 tahun. Tulisan itu dipersiapkan seminggu sebelum wafatnya.?

Secara garis besar, khazanah pemikiran Habib Utsaman terbagi ke dalam beberapa topik, antara lain, Islam sebagai agama yang haq (benar), hakikat manusia, hakikat kehidupan, arkanul iman dan implikasinya dalam amal saleh, arkanul Islam berikut hikmah amaliahnya, akhlaq dan tasawuf, peristiwa-peristawa besar yang sarat makna, asmaul husna, dan kapita selekta tentang kehidupan sehari-hari.?

Panggilan Selamat yang ada di tangan penulis ini hanya memuat 135 tulisan yang dimulai dari tulisan kesatu Kemerdekaan dan yang terakhir Lebaran.?

Bupati Tegal

Pada tulisan Kemerdekaan, ia memulainya dengan ungkapan seperti berikut ini:?

Alhamdulillah! Kita bersyukur dan berterima kasih kepada Allah Yang Maha Besar dan Maha AGung yang telah menjadikan kita jadi manusia, bukan dijadikannya kayu, batu, dan bainatang. Ditambah dengan diberi-Nya akal dan iman, diberi-Nya kemerdekaan, bahkan menjadi umat Nabi Muhammad. (halaman 12)

Ia menyebutkan bahwa kemerdekaan itu harus dijaga sebagai rasa syukur bangsa Indonesia kepada Allah. Ia mengimbau untuk waspada dari musuh luar dan dalam. Insyafkanlah kalau itu berada di dalam bangsa kita, usirlah kalau lain bangsa.?

Bupati Tegal

Tulisan itu ditutup amanat dia kepada angkatan muda sebangsa, senegara, dan seagama, terutama yang beragama Islam, wajib kiranya merenungkan 6 pasal ini:?

Benar dan kuat benteng iman

Teguh dan jaza, keyakinan dan pendirian

Lurus bersih beres barisan

Terus maju, tidak mundur setapak kaki pun hingga selesai jihad dan perjuangan?

Insyafilah kekurangan terutama kesalahan

Lekaslah dan banyak-banyak bertaubat kepada Allah? Kumpulan tulisan-tulisan Habib Utsman ini menambah khazanah keilmuan tokoh-tokoh NU yang kurang dikenal warganya ini. Padahal pada masanya Habib Utsman merupakan salah seorang tokoh yang turut membantu mendirikan Universitas Nahdlatul Ulama (UNNU) yang sekarang menjadi Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung, anggota Dewan Kurator Universitas Islam Bandung (Unisba).





Info Buku

Judul ? ? ? ? ? ? : Panggilan Selamat?

Penulis ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : KH Habib Utsman Al-Aydarus

Penerbit ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : Yayasan Assalam Bandung

Jumlah halaman ? ? : 618 halaman?

Cetakan Pertama ? ? ? ? : tanpa tahun

Peresensi ? ? ? ? ? ? ? : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pahlawan, Quote Bupati Tegal

Selasa, 27 Februari 2018

IPNU-IPPNU Gondosari Cetak Pemimpin Berkarakter Aswaja

Kudus, Bupati Tegal. Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nadlalatul Ulama (IPPNU) Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) sekaligus rapat kerja (Raker) di Gedung Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Gebog pada Kamis-Jumat (1-2/5).

Acara yang diikuti 30 anggota pengurus ini mengangkat tema “Kaderisasi Pemimpin Tangguh Berkarakter Aswaja”. Menurut Ketua PR IPNU Ranting Gondosari Jama’ah, tema ini merupakan pengejawantahan harapan kepemimpinan yang ada di ranting. Dikatakan bahwa Ranting Gondosari butuh pengurus yang berwawasan Ahlussunnah wal Jama’ah.

IPNU-IPPNU Gondosari Cetak Pemimpin Berkarakter Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Gondosari Cetak Pemimpin Berkarakter Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Gondosari Cetak Pemimpin Berkarakter Aswaja

“Tidak semua anggota kami belajar di bangku madrasah NU. Sebagian masih ada yang berlatar belakang dari sekolah umum. Jadi di antaranya masih ada yang awam sama sekali tentang Aswaja, sehingga butuh pengukuhan karakter pada diri mereka agar benar-benar menjadi kader pelajar Aswaja yang bisa mengabdikan diri di organisasi dan masyarakat,” papar Jama’ah, Jumat (2/5).

Bupati Tegal

Selepas kegiatan LDK dan Raker ini diharapkan para pengurus mampu mengemban amanah selama periode kepengurusan. “Ini adalah bekal dan modal awal bagi para pengurus baru. Andai sebuah bangunan, ini merupakan fondasinya. Dengan apa dan bagaimana nanti membangun, akan dibentuk seperti apa, maka terserah pada pengurus yang ada,” kata Mahfudz Siddiq, Sekretaris Pimpinan Anak Cabang IPNU Kecamatan Gebog.

Bupati Tegal

Namun, lanjutnya, tak layak jika organisasi hanya mengandalkan ketua saja. Butuh kerja sama sesuai dengan pembagian tugas antarmasing-masing pengurus untuk memajukan pelajar NU.

Agenda ini merupakan kelanjutan dari pelantikan pengurus baru yang dilantik pada tanggal 30 Januari lalu. Meski LDK dan Raker ini tergolong terlambat, namun selama tiga bulan setelah pelantikan tersebut pengurus sudah menjalankan program.

“Para pengurus sudah saling berkoordinasi dalam beberapa pertemuan. Program kerja juga telah kami jalankan, di antaranya tiga kali selapanan rutin yang diikuti oleh antaranggota masing-masing dukuh,” terang Naily, salah satu pengurus kepada Bupati Tegal. (Istahiyyah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nasional, Ulama Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock